Pegiat Anti Korupsi Minta KPK Telisik di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Abdul Malik (kiri), Edward Dewaruci (kanan)
Abdul Malik (kiri), Edward Dewaruci (kanan)

i

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara yang tersandung kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 memunculkan stigma buruk di kalangan beberapa pemerhati dan pegiat anti korupsi di Surabaya.

Menurut mereka, bantuan dana sosial di Kemensos rentan disalah gunakan. Bahkan, bantuan dana sosial yang tersebar di Surabaya pun, bisa berimbas. Pasalnya, masih banyak keluhan warga Surabaya yang belum merata mendapat bantuan.

“Dana bansos sangat rentan disalahgunakan. Makanya sejak awal, KPK sudah mewanti-wanti, kepala daerah dan seluruh pejabat di Indonesia, harus memperhatikan dana bansos. Apalagi kapan hari, pak Menteri (Juliari Batubara, red) pernah turun langsung distribusikan dengan Wali Kota,” jelas Abdul Malik, SH., MH, Minggu (6/11/2020).

Bahkan, kunjungan langsung Menteri Juliari P Batubara dengan Wali Kota Risma, tanpa melalui Gubernur Jatim pun juga disorot.  "Apalagi saat menteri sosial datang ke rumah dinas wali kota. Saya melihat ada indikasi dan potensi wali kota Surabaya dan ASN, bisa menyelewengkan dana bansos. ," ujar Abdul Malik.

Jika berbicara tentang korupsi pemerintahan pusat, maka tidak menutup kemungkinan ada tangan tangan lain, khususnya di pemerintahan daerah yang akan menjadi tersangka. "Lebih baiknya KPK turun ke Surabaya untuk memeriksa kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, untuk memastikan bahwa memang terbukti tidak ada dana bansos yang diselewengkan oleh ASN dan Walikota Surabaya," papar pria yang juga itu.

Pasalnya, tambah Malik, kurang terdistribusinya kepada masyarakat, ditambah dengan keterlibatannya Mensos Juliari Batubara saat Oktober 2020 lalu, diduga digunakan oleh kampanye Eri Cahyadi-Armuji di Surabaya.

“Saya lihat Risma juga enjoy-enjoy saja, apalagi ketika tren Covid-19 di Surabaya sedang meningkat. Beliau malah sibuk memenangkan paslon yang didukungnya. Jadi ada dugaan bisa diselewengkan,” tegas Malik.

 

Sistem Pengawasan Lemah

Terpisah, penyalahgunaan Menteri Sosial ini dianggap kalau sistem pengawasan Pemerintah Jokowi sangat lemah dan sering tidak sinkron. Hal ini diungkapkan pegiat anti korupsi Edward Dewaruci, SH., MH.

"Sistem pengawasan pemerintahan Jokowi baik secara internal dan external, juga SOP (standard operating prosedur) tiap instansi sering tidak sinkron dalam kaitan keberhasilan kinerja," papar pria yang biasa dianggap Teted ini, Minggu (6/12/2020).

Menurut pria yang juga advokat ini, seluruh pejabat memiliki dan mengetahui celah-celah mana yang bisa dikorupsi.

"Seluruh aparat birokrasi pastinya memiliki kemampuan mengelola anggaran. Nah terlepas itu, mungkin mereka tahu celahnya (untuk dikorupsi). Tapi kembali lagi, semua tergantung pada individu masing-masing," ujar Teted.

Untuk itu, dirinya berharap kepada Pemerintah Jokowi, agar di sebuah sistem pemerintahan, tidak hanya disiapkan auditor keuangan, tetapi juga secara legal.

"Auditor hanya keuangan, belum ada auditor legal yang dilibatkan saat sebuah program direncanakan dan dijalankan. Tanpa ada kajian auditor legal sejak awal maka potensi pelanggaran hukum pasti ada," lanjutnya.

Sepakat dengan Abdul Malik, Edward pun menghimbau untuk KPK bisa menelusuri adanya dugaan korupsi dan penyelewengan bantuan sosial di Jawa Timur dan Surabaya.

"Iya bisa juga, karena ada masukkan masyarakat. Misalnya karena ada orang yang seharusnya dapet tapi gak pernah dapet bantuan. Atau malah sebaliknya, yang seharusnya tidak dapat malah mendapatkan bansos," pungkasnya. mbi/cr2/rmc

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…