Pemkot Mojokerto Bantu Ratusan Juta untuk PAUD dan Maddin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota saat menyerahkan BOP kepada lembaga sekolah non-formal yaitu PAUD dan Madrasah Diniyah untuk tahap II, kemarin.  SP/ Agus Dwy S
Walikota saat menyerahkan BOP kepada lembaga sekolah non-formal yaitu PAUD dan Madrasah Diniyah untuk tahap II, kemarin. SP/ Agus Dwy S

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kebijakan anggaran Pemerintah Kota Mojokerto untuk bidang pendidikan patut diacungi jempol. Terbukti, ratusan lembaga sekolah non formal dan Madrasah Diniyah (Maddin) mendapat Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) ratusan juta dari pundi APBD.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini tidak lagi menjadi alternatif. Pasalnya, Pemkot Mojokerto telah diberikan amanat untuk menjadikannya sebagai pendidikan dasar wajib. 

"Guna menunjang pembelajaran tersebut, kita sudah kucurkan anggaran Rp. 260.520 juta untuk BOP kepada 106 lembaga sekolah non formal Kota Mojokerto," ujarnya.

Ning Ita menyebut, selain PAUD, bantuan ini juga diberikan untuk Madrasah Diniyah. Dan tahun 2020 ini, pencairannya dibagi jadi dua tahap.

"Bantuan ini didasarkan pada Permendikbud per 1 januari 2019 bahwa PAUD sudah termasuk dalam layanan wajib pendidikan dasar. Jadi bukan lagi dari SD maupun SMP, kini PAUD juga sudah termasuk pelayanan wajib dasar," tegasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, selain PAUD, sekolah non-formal seperti Madrasah Diniyah juga berpengaruh terhadap pendidikan anak. 

”Jadi selain mengenyam pendidikan formal, pendidikan non-formal juga memiliki peranan penting salah satunya untuk pemngembangan karakter anak karena mereka merupakan penerus bangsa,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid menerangkan Dana BOP berasal dari APBD Kota Mojokerto tahun 2020. Dari dana tersebut, tak hanya sekolah, masing-masing anak juga akan mendapat bantuan Rp 600 ribu. 

"Pemanfaatan dana tersebut digunakan untuk kelengkapan sarana prasarana kegiatan pembelajaran dan juga difungsikan sebagai gaji bagi para tenaga pendidik," jelasnya.

Pencairan BOP ini sengaja dibagi dua tahap, ini lantaran program kerja lembaga sekolah non formal dam Maddin ini terdiri dari 1 bulan.  ”Biar mereka tidak kesulitan lagi cari bantuan untuk anggaran pembelajaran,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan tersebut  mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto. Terlebih adanya peraturan baru yang menyebutkan bahwa pendidikan dasar tak lagi dari SD, namun juga dari PAUD. 

"Sesuai harapan Bu Wali Kota, semoga para tenaga pendidik bisa membantu pemerintah untuk menciptakan generasi unggul sebagai penerus bangsa. Tak hanya PAUD, Madrasah Diniyah (Madin) juga memiliki peran besar karena membentuk karakter anak. Meski mereka merupakan lembaga non-formal, tapi mereka juga ikut andil dalam penentu dari kualitas sumber daya manusia ke depan,”tandasnya. dwy

Berita Terbaru

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…