Ini 8 Faktor Kemenangan Erji atas Maju Versi Hitung Cepat

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 11 Des 2020 21:28 WIB

Ini 8 Faktor Kemenangan Erji atas Maju Versi Hitung Cepat

i

Pasangan Eri Cahyadi – Armuji  bersama para pendukungnya. SP/BYTA

SURABAYAPAGI, Surabaya - Menurut hasil hitung cepat, 4 lembaga survei, yakni Surabaya Survey Center (SSC), Charta Politika, Populi Center dan Poltracking di Pilkada Kota Surabaya 2020, pasangan Eri Cahyadi - Armuji unggul atas pasangan Machfud Arifin - Mujiaman di kisaran angka 13 - 15%.

Menurut Mochtar W Oetomo, Direktur SSC, setidaknya ada delapan faktor yang melatarbelakangi kemenangan Er-Ji atas Maju.

Baca Juga: Resmikan Program 1 Kelurahan 1 Ambulans, Wali Kota Surabaya Fokus Tingkatkan Respons Waktu

"Pertama, Surabaya basis tradisional PDIP. Meski ada faksi- faksi dalam tubuh PDIP surabaya, faktanya soliditas kader-kader PDIP yang sudah mendarah daging sulit untuk digoyahkan. Sikap gotong royong yang sudah menjadi naluri di tubuh PDIP otomatis menggelora dan menggelinding dlm konteks-konteks tertentu yang diperlukan," katanya.

Kedua, menurut Mochtar ialah faktor Risma sebagai encoder utama pasangan Er-Ji, dalam faktor kemenangan yang tidak bisa disangkal.

Tingkat kepuasan masyarakat surabaya pada Risma yang melebihi 90% menjadikan strategi transfer device Er-Ji dengan menggunakan pengaruh Risma, terbukti jitu dan efektif. Surat Risma dan video ajakan Risma di detik-detik akhir jelang coblosan kian menguatkan dalam strategi ini.

"Faktor Risma effect tidak bisa disangkal. Karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Risma melebihi 90 persen," ungkapnya.

Ketiga, blunder video hancurkan Risma, yang viral justru sangat menguntungkan Er-Ji, sebab muncul simpati publik yang utamanya dari kalangan emak-emak. Bahkan swing voters MAJU diindikasikan banyak berpindah ke Er-Ji.

"Selain itu, blunder video hancurkan Risma sangat menguntungkan Er-Ji," ujarnya. Mochtar.

Baca Juga: Pilwali 2024, Paguyuban Jukir Surabaya Deklarasi Dukung Eri Cahyadi

Keempat, Mochtar mengatakan bila tim dan relawan yang lebih ramping dan efektif. Lanatrana hanya didukung oleh PDIP dan PSI, tim Er-Ji jauh lebih militan dan efektif, serta lebih simple dan fokus dalam berbagai koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi.

Hal ini dinilai berbeda dengan begitu banyaknya partai pendukung MAJU yang membuat segala koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi menjadi lebih kompleks, hingga menimbulkan banyak resiko faksionalitas dan uncoordinated. Hingga munculnya kasus video hancurkan risma.

Kelima, Eri juga menjadi sosok paling pembeda diantara 4 kandidat yang ada. Eri adalah kandidat termuda dan memiliki good looking, serta relatif terlihat paling memahami dan menguasai tata kelola pemerintahan surabaya dengan background nya sebagai ASN Pemkot Surabaya dan Kepala BAPPEKO.

Keenam, debat publik yang menunjukkan penguasaan data dan masalah pada pasangan Er-Ji jauh lebih komprehensif dibanding MAJU yang sedikit banyak memberi andil pada pergerakan swing voters, karena pemilih surabaya relatif lebih rasional.

Baca Juga: Indonesia Menang Telak, Eri Cahyadi dan Cahyo Harjo: Podo Seneng Bal-balan

Ketujuh, pemilih Surabaya yang relatif rasional dan well informed tidak mudah dipengaruhi dengan berbagai opini, jargon, slogan, informasi hoax, bahkan sembako dan uang.

Pemilih rasional dan well informed cenderung information seeking, berusaha mencari sendiri informasi ttg para kandidat melalui berbagai sumber informasi sehingga pemilih ini memiliki preferensi yang mencukupi untuk menentukan pilihannya.

Kedelapan, simbolisasi dan dukungan Nahdliyin. Pasangan Er-Ji mampu mengawinkan simbolisasi ideal Nasionalis-Religius dengan berhasilnya Eri Cahyadi menampilkan simbolisasi dirinya sebagai Nahdliyin.

"Baik melalui ziarah ke berbagai makam, istighosah, pengajian maupun dia penutup saat debat publik kedua. Di samping itu dukungan jejaring NU di level kota juga menjadi faktor yang tentu tidak bisa diabaikan begitu saja", pungkasnya. byt

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU