SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pare dikenal sebagai salah satu sayuran yang memiliki rasa pahit. Namun, terlepas dari rasanya yang pahit, sayur yang mirip ketimun dengan kulit keriput ini telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia.
Dalam 100 gram buah pare terkandung kalori 19 kkal, karbohidrat (4,32 gram), protein (0,84 gram), dan gula (1,95 gram). Untuk mineralnya terdapat kalsium, potassium (kalium), magnesium, fosfor, mangan, zat besi, dan seng (zinc).
Pantas saja manfaat buah pare berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Sebab, buah ini kaya vitamin A, C, E, K, B1 (Thiamine), B2 (Riboflavin), B3 (Niacin), B5 (Pantothenic acid), B6, dan vitamin B9. Buah ini juga kaya serat namun rendah lemak.
Di balik rasa pahitnya, pare punya banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa manfaat itu, di antaranya menurunkan gula darah bagi penderita diabetes, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker hingga menghambat penyebaran virus HIV.
Sebuah penelitian yang dilakukan Profesor Lee Huang dari New York University Amerika Serikat menemukan fakta menarik. Dia menemukan adanya kandungan sayuran ini yang ampuh dalam menekan penyebaran virus HIV/AIDS dalam tubuh.
Dalam risetnya itu sang profesor mendapati zat yang bernama momordica antiviral protein 30 (MAP 30), alpha momorchorin, dan juga beta momorchorin. Zat ini ditemukan dalam biji buah pare yang tua.
Zat-zat ini diketahui mampu mencegah dan menghalangi virus HIV agar tidak menyebar di dalam tubuh. Hasil riset tentang manfaat buah pare ini sempat mengejutkan dunia karena minimnya obat untuk menangkal HIV-AIDS.
Berdasarkan hasil penelitian ini pula zat dalam buah pare tersebut telah dimanfaatkan untuk penanganan penyakit HIV/AIDS sekaligus agar virus mematikan itu bisa dilokalisir agar tidak menyebar ke seluruh tubuh.
Seperti diketahui, virus HIV menyerang sistem imunitas tubuh. Hal inilah yang akan membuat tubuh seperti digerogoti penyakit hingga bisa menyebabkan kematian. Sementara dalam manfaat buah pare terdapat kalsium dan fosfor serta sifat antioksidan yang berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh.
Saat ini zat anti HIV dalam buah pare itu sudah diproduksi secara massal dan dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi penyakit HIV-AIDS.
Buah pare juga memiliki fungsi yang unik karena mampu menyeimbangkan kadar gula darah sekaligus juga merangsang produksi insulin. Karena itulah buah pare juga disarankan dikonsumsi secara rutin untuk mengatasi penyakit diabetes.
Manfaat buah pare juga dipercaya menyembuhkan reumatik, sakit perut, mengatasi demam, nyeri haid, maupun mengatasi penyakit bronchitis. Biasanya jika untuk pengobatan, buah pare ini direbus dan airnya digunakan untuk pengobatan.
Senyawa fitokimia, likopen, dan albiminoid yang terdapat dalam buah pare juga diketahui berkhasiat untuk mengobati penyakit kencing manis maupun merangsang nafsu makan. Dsy4
Editor : Redaksi