Polsek Kenjeran Antisipasi Lonjakan Covid-19 Jelang Tahun Baru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polsek Kenjeran menyiapkan dua pospam di diakses masuk Suramadu, kemudian di Kenpark.SP/ MAHBUB FIKRI 
Polsek Kenjeran menyiapkan dua pospam di diakses masuk Suramadu, kemudian di Kenpark.SP/ MAHBUB FIKRI 

i

 

SURABAYAPAGI,Surabaya - Demi menekan angka penyebaran Covid-19 di Surabaya, sejumlah pihak termasuk Polsek Kenjeran akan berupaya melakukan beberapa tindakan nyata untuk mencegah terjadinya lonjakan Covid-19 menjelang Tahun Baru ini.

Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami mengungkapkan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan menyiapkan beberapa tindakan termasuk di antaranya menyediakan pospam yang akan dibagi di Suramadu dan Kenpark Kenjeran.

"Untuk pengamanan menjelang libur Tahun Baru kami siapkan dua pospam, yaitu di akses masuk Suramadu, kemudian di Kenpark," tuturnya.

"Untuk Kenpark tetap akan kami amankan jangan sampai ada keramaian. Jangan harap ada pesta Kembang Api di Kenpark. Pasti akan kami cegah sesuai anjuran yang telah dikeluarkan oleh Pemkot," imbuhnya.

Ia juga menyesuaikan instruksi Pemerintah Kota Surabaya dalam pembatasan jam malam di Surabaya yang dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. 

"Dan batas jualan pedagang kaki lima hanya sampai jam delapan malam dan tentunya mengikuti protokol kesehatan," katanya lagi.

Esti juga mengamini rencana Pemkot Surabaya yang akan menggelar operasi swab hunter. Operasi tersebut akan dilakukan di 5 titik wilayah yang sudah ditentukan. Alasannya, masih banyak warga yang masih tidak mengindahkan peraturan.

"Untuk pengamanan berlanjut kami adakan swab hunter di akses Suramadu. Ini untuk mencegah supaya lalu lintas tidak padat," ungkapnya.

Masa pandemi ini juga membuat persentase kendaraan menjelang Tahun Baru menjadi turun jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu. Tercatat area Suramadu terlihat lengang meski menjelang libur Tahun Baru. Aktivitas lalu lintas yang biasanya padat dilalui kendaraan bermotor menuju Bangkalan dan Surabaya terlihat kosong. Ini diakui Esti sebagai bagian dari kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Masyarakat mulai sadar akan covid ini, jadi mereka mencegah diri untuk berkerumun di Suramadu seperti tahun lalu yang relatif padat kendaraan," pungkasnya.

Sementara kabar akan diadakannya swab hunter membuat beberapa pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu menjadi khawatir, kekhawatiran itu lantaran mereka takut dengan hasil swab tersebut. Ini diungkapkan oleh Septia Andhika (25),  pengendara asal Bangkalan itu tidak berkenan jika harus melakukan test swab saat perayaan malam Tahun Baru.

"Ya jangan mas, takut saya, lagian saya kan belum tentu kosong acara saat Tahun Baru," katanya kepada Surabayapagi.

Senada dengan Andhika, Rahman yang merupakan warga Desa Telang, Kamal, Bangkalan juga menuturkan hal yang sama. Selain kekhawatirannya terkait swab, Rahman juga mengatakan lebih memilih berdiam di rumah atau di Bangkalan.

"Mending di rumah saja daripada di swab," ungkapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, rencana penutupan Jembatan Suramadu yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya masih belum final. fm

Berita Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Perkuat Komitmen ESG Melalui GI ANDAL dan Aksi Penghijauan

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Perkuat Komitmen ESG Melalui GI ANDAL dan Aksi Penghijauan

Selasa, 09 Jun 2026 19:18 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 19:18 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur (UIT JBM) melaksanakan kegiatan Gardu…

Petisi Tolak MBG Tembus 31 Ribu Tanda Tangan, BEM Unair Desak Evaluasi Serius Pemerintah

Petisi Tolak MBG Tembus 31 Ribu Tanda Tangan, BEM Unair Desak Evaluasi Serius Pemerintah

Selasa, 09 Jun 2026 19:15 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 19:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Petisi yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) untuk menghentikan sementara program Makan Bergizi G…

Sidang Tambang Ilegal, Jaksa Sebut Nama PT Merak Jaya Beton

Sidang Tambang Ilegal, Jaksa Sebut Nama PT Merak Jaya Beton

Selasa, 09 Jun 2026 17:17 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Mojokerto – PT Merak Jaya Beton disebut dalam dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam sidang di Pengadilan Negeri Mojokerto. Pabrik beton ini d…

Siswa SMKN 1 Sidoarjo Gelar Karya Siswa Buka Service Motor Berkeliling

Siswa SMKN 1 Sidoarjo Gelar Karya Siswa Buka Service Motor Berkeliling

Selasa, 09 Jun 2026 17:13 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Luar biasa program gelar karya siswa profesional sejak masa pendidikan. Siswa SMKN 1 Sidoarjo melakukan layanan perbaikan…

Tahap II Rampung, Kades Jenangan Ponorogo Siap Disidang, Kuasa Hukum Kecewa Tak Ada TSK Baru

Tahap II Rampung, Kades Jenangan Ponorogo Siap Disidang, Kuasa Hukum Kecewa Tak Ada TSK Baru

Selasa, 09 Jun 2026 17:12 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:12 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Proses hukum kasus dugaan korupsi penambangan ilegal di lahan aset desa (tanah kas desa/TKD) Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, K…

Terganjal Lahan, 55 Titik Calon KDKMP di Ponorogo Hingga Kini Belum Terbangun 

Terganjal Lahan, 55 Titik Calon KDKMP di Ponorogo Hingga Kini Belum Terbangun 

Selasa, 09 Jun 2026 17:10 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Program pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masih berjalan lambat. Proyek…