Kepala BPIP Bersimpuh di Pusara Makam Bung Karno

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua BPIP Prof.Yudian pimpin tahlil dan bacaab Ayat Kursi di Makam Bung Karno.
Ketua BPIP Prof.Yudian pimpin tahlil dan bacaab Ayat Kursi di Makam Bung Karno.

i

SURABAYAPAGI, BLITAR- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,(BPIP) Prof. Yudian Wahyudi, berziarah ke makam Bung Karno yang ada di Kel.Sentul Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (30/12) pukul.10.00.

Rombongan setiba di Pusara Bung Karno dengan di iringi hujan rintik rintik, Prof.Yudian mengawali doa bersama di lanjut dengan pembacaan tahlil dan ayat Kursi sebanyak 99 kali, dengan rasa haru dan menahan tangis Prof Yudian memimpin langsung bersama rombongan yang tiba dari Tulungagung, juga peserta Ziarah Makam Bung Karno yang kebetulan sedang ziarah mengikuti Tahlil dan baca Ayat Kursi.

Prof Yudian kepada sejumlah wartawan menjelaskan jika ziarah yang ia lakukan bersama rombongan bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada sang Proklamator Bung Karno saja, namun juga sebagai wujud pengingat atas periode penting perdamaian nasional maupun dunia Islam.

"Kita harus ingat bahwa bersamaan dengan moment proklamasi yang dilakukan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945 dulu bukan hanya simbol bersatunya keberagamaan yang ada pada saat itu, melainkan juga sebagai bentuk keteladanan beliau terhadap Nabi Muhammad SAW," katanya usanya Ziarah di pusara Bung Karno.

Lebih jauh ia menjelaskan, bentuk keteladanan ketika Nabi Muhammad SAW berhasil menaklukkan Kota Makkah dengan semangat rekonsiliasi dan tanpa pertumpahan darah, peristiwa yang sampai saat ini dikenal dengan Fatkhul Makkah itu terjadi pada bulan Desember 629 Masehi.

"Bukan hanya itu, kalau kita kaitkan lagi, bahwa Bulan Desember itu bertepatan wafatnya tokoh besar pluralisme Bangsa Indonesia yakni Gus Dur yang juga merupakan presiden ke empat Republik Indonesia," tambah Prof.Yudian.

Menurutnya, presiden ke empat RI yang dikenal sebagai tokoh Pluralisme itu memiliki kesamaan dan kemiripan dengan Bung Karno, yakni mampu atau berhasil menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia menjadi satu entitas sehingga tumbuh kesetaraan serta kesamaan dalam menjalankan kehidupan bernegara.

"Titik sejarah yang mempertemukan prestasi Ir.Soekarno yang meneladani Rasulullah SAW dalam relasi berbangsa/bernegara dan kepemimpinan Gus Dur dalam hubungan antar agama pada tanggal 30 Desember inilah layak dan patut diperingati sebagai jejak perdamaian Nasional," ungkap Prof Yudian.

Lanjutnya, Kedua tokoh nasional tersebut telah menunjukkan bahwa toleransi dan perdamaian merupakan pilar penting kehidupan dan berbangsa. "Selain itu, kedua tokoh ini juga menunjukkan jika toleransi itu memerlukan syarat yakni sebuah Konsensus. Dalam konteks keindonesiaan, Konsensus itu ditunjukan oleh penerimaan pancasila sebagai norma hukum tertinggi yang mengatur tertib sosial," ungkapnya lagi.

Mengakhiri ziarahnya, Prof Yudian berharap ziarah ini dapat menjadi momentum untuk menguatkan kembali semangat rekonsiliasi antar elemen bangsa dan memperkokoh perdamaian nasional. Rencananya, Ziarah ke makam para tokoh pahlawan ini akan di jadikan agenda tahunan rutin BPIP untuk mengenang jejak perdamaian Indonesia.Les

Berita Terbaru

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI. COM, Lumajang- Kualitas Makanan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Bupati Lumajang, …

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Ancaman pencurian ternak sapi dan sepeda motor menjadi perhatian Polsek Rowokangkung.  Untuk mencegah tindak kriminalitas tersebut, …

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Isu yang sempat viral di media sosial serta dibumbui narasi sepihak mengenai adanya dugaan tekanan struktural maupun arogansi o…

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peta pergerakan spiritual dan organisasi keagamaan di Kabupaten Sidoarjo memasuki babak baru. Jam'iyah Ahlit Thariqah a…

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …