Waspadai Banjir Rob 5 Hari ke Depan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Perak .SP/ MAHBUB FIKRI 
Kantor Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Perak .SP/ MAHBUB FIKRI 

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Selama lima hari ke depan, masyarakat di sejumlah wilayah diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada beragam bencana hidrometeorologi seperti banjir dan gelombang tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Koordinator Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Perak, Sutarno yang menyebutkan beberapa dampak bencana hidrometeorologi adalah seperti banjir, banjir Rob yang dapat membahayakan bagi publik.

"Untuk itu kami mengeluarkan peringatan dini terkait adanya potensi banjir Rob yang bisa membahayakan masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, bagi masyarakat yang memang tinggal di wilayah rentan dan diprediksi berpeluang mengalami cuaca ekstrem dalam 7 hari kedepan, juga perlu untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap siaga dengan segala potensi kondisi yang mungkin terjadi.

"Itu kan nanti dampaknya sama tambak-tambak yang jebol, wilayah pesisir utamanya harus meningkatkan kewaspadaan," ucapnya.

Pasang air laut maksimum diperkirakan terjadi pada 10 hingga 15 Januari mendatang, banjir rob yang juga biasa disebut dengan banjir genangan itu berpotensi akan berdampak pada wilayah Pesisir Sidoarjo, daerah Pelabuhan Surabaya, Pesisir Surabaya Timur, dan Pesisir Surabaya Barat dengan perkiraan waktu pada pukul 9 malam hingga 12 malam.

Selain itu Sutarno menjelaskan jika tinggi gelombang yang harus diwaspadai yaitu di perairan selatan Jawa Timur dan Samudera Hindia Selatan Jawa Timur. Diperkirakan ketinggian gelombang lebih dari 2,5 meter.

"Ini tentu akan berdampak pada perekonomian para nelayan karena gelombang tinggi akibat cuaca buruk ini, mereka jadi sulit untuk pergi ke laut," imbuhnya.

Di tempat terpisah seorang nelayan bernama Surat (61) yang biasa mencari ikan di Selat Madura membeberkan jika pendapatannya saat ini tidaklah menyenangkan, hal tersebut lantaran hasil ikan yang ia peroleh tak seperti hari biasa. Ini tentu pengaruh cuaca yang seringkali tidak bisa diprediksi dan seringnya hujan.

"Ya sedikit, saya sekarang nyambi tukang sampah setiap hari buang sampah orang-orang kampung. Kalau dipaksakan ke laut ya cari mati saya namanya," ucap pria asal Bangkalan itu.

Senada dengan itu, Habi seorang nelayan yang biasa beroperasi di wilayah Suramadu juga merasakan sepinya hasil tangkapan ikan akibat cuaca buruk. Ia mengatakan jika hal ini sudah biasa terjadi jika sudah memasuki penghujung tahun hingga pertengahan tahun.

"Sudah biasa seperti ini. Kalau dipaksakan ya tidak mungkin. Saya alihkan cari penghasilan lain dulu," pungkasnya. fm

Berita Terbaru

Dari Hobi Menggambar, Batik Gunung Kendil Tembus Pasar Internasional Berkat Pendampingan Rumah BUMN

Dari Hobi Menggambar, Batik Gunung Kendil Tembus Pasar Internasional Berkat Pendampingan Rumah BUMN

Selasa, 05 Mei 2026 16:33 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 16:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Perjalanan usaha Hawien Wilopo membuktikan bahwa ketekunan dan dukungan yang tepat mampu mengantarkan pelaku UMKM naik kelas hingga …

Kebutuhan Listrik Meningkat, Ribuan Pelanggan Jatim Gunakan Promo Tambah Daya PLN

Kebutuhan Listrik Meningkat, Ribuan Pelanggan Jatim Gunakan Promo Tambah Daya PLN

Selasa, 05 Mei 2026 16:21 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 16:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Program promo tambah daya listrik yang digelar PLN di Jawa Timur resmi berakhir dengan capaian signifikan. Hingga penutupan program, s…

Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas di Hardiknas 2026, Khofifah Dorong Pembentukan Karakter dan SDM Unggul Jawa Timur

Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas di Hardiknas 2026, Khofifah Dorong Pembentukan Karakter dan SDM Unggul Jawa Timur

Selasa, 05 Mei 2026 16:17 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 16:17 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan 40 Sekolah Berintegritas yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. P…

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Blitar bersama DPR RI Cek Stok Pangan di Gudang Bulog

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Blitar bersama DPR RI Cek Stok Pangan di Gudang Bulog

Selasa, 05 Mei 2026 15:36 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Bupati Blitar melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan stok pangan di wilayah Kabupaten Blitar, didampingi Wakil Bupati,…

Targetkan Zero AKI, AKB, dan Stunting: Pemkot Malang Fokus Canangkan Gerak Penting

Targetkan Zero AKI, AKB, dan Stunting: Pemkot Malang Fokus Canangkan Gerak Penting

Selasa, 05 Mei 2026 15:32 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi…

Dugaan Pelanggaran Ruang Laut di JIIPE Gresik Disorot, Potensi Sanksi Menanti Hasil Supervisi

Dugaan Pelanggaran Ruang Laut di JIIPE Gresik Disorot, Potensi Sanksi Menanti Hasil Supervisi

Selasa, 05 Mei 2026 14:50 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Penanganan kasus dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang laut tanpa izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (…