Pernikahan Dini di Jawa Timur Masih Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur. SP/ MAHBUB FIKRI 
Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur. SP/ MAHBUB FIKRI 

i

 BKKBN Jatim : Ini Harus Cari Solusi

SURABAYAPAGI,Surabaya - Permasalahan pernikahan dini di Jawa Timur menjadi perhatian  serius bagi berbagai lapisan di masyarakat. Angka kasus yang tinggi memiliki dampak bagi keberlangsungan keluarga. Harmonisasi hingga berujung perceraian menjadi polemik yang sering terjadi.

Menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Jawa Timur (DP3AK Jatim), mencatat, adanya peningkatan perkawinan anak di bawah umur dua tahun terakhir. Begitupun data pengadilan agama (PA) se-Jatim yang mencatat ada 5.127 perkawinan anak sepanjang 2019. Adapun pada 2020 jumlahnya meningkat menjadi 6.084 kasus.

Hal tersebut lantas ditanggapi oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso yang mengatakan jika pernikahan dini betul-betul harus ditemukan titik penyelesaiannya. Ia berujar jika hal itu berdampak pada harmonisasi keluarga.

"Sebanyak 13,16 persen pernikahan dini di bawah 20 tahun dari semua perkawinan yg ada. Dan ini cukup tinggi di Jatim," ujarnya.

Teguh menyebutkan bahwa ada beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus lantaran banyaknya kasus pernikahan dini.

"Selama ini yang memiliki persentase Mengurangi pernikahan dini kita akan edukasi. Fokus kita remaja. Jatim 9 jutaan. Edukasi konsep keluarga Berencana. Keluarga yg punya remaja di jatim penting peran orang tua tidak hanya harus  memahami tahap pertumbuhan dan komunikasi. Stakeholder sekolah" kita dekati. Tokoh masyarakat. Pendidikan menjadi sangat penting. ggi itu daerah Tapal Kuda. Ini menjadi perhatian kita. Selain itu mungkin ada beberapa daerah yang sama," imbuhnya.

Tingginya remaja di Jawa Timur menjadi hal utama untuk dilakukannya edukasi mengenai pernikahan serta keluarga berencana.

"Mengurangi pernikahan dini kita akan edukasi. Saat ini fokus kita remaja. Remaja di Jatim 9 jutaan. Kita tetap akan edukasi konsep keluarga berencana, keluarga yang punya remaja di Jatim penting peran orang tua tidak hanya harus memahami tahap pertumbuhan dan komunikasi," ucapnya.

Selain edukasi, masalah pendidikan juga dapat menekan tingginya kasus pernikahan dini. Teguh menambahkan jika pendidikan remaja minimal telah lulus SMA akan sangat membantu dalam mencegah kemungkinan terjadinya pernikahan dini.

"Kalau remaja sudah tidak sekolah kan jadi tidak ada kerjaan. Kalau tidak ada kerjaan ya nikah kalau tidak dinikahi. Apalagi cewek," katanya lagi.

Dari data Badan Pusat Statistik di bps.go.id sebanyak 22.612.035 anak di Jawa Timur tidak bersekolah lagi. Sedangkan 4.271.112 anak tidak pernah mengenyam pendidikan meskipun telah mencapai batas usia. fm

Berita Terbaru

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pada awal 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengidentifikasi kasus…

LBH Maritim Laporkan Dugaan SHGB Laut PT SSM ke Kejagung, Diduga Langgar Hukum Kelautan dan Tata Ruang

LBH Maritim Laporkan Dugaan SHGB Laut PT SSM ke Kejagung, Diduga Langgar Hukum Kelautan dan Tata Ruang

Rabu, 04 Feb 2026 11:56 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di wilayah laut kembali mencuat di Kabupaten Gresik. Lembaga Bantuan Hukum (…

Dukung Usaha Kecil, Petrokimia Gresik Bangun Outlet UMKM "Trate Rasa" di Kelurahan Trate

Dukung Usaha Kecil, Petrokimia Gresik Bangun Outlet UMKM "Trate Rasa" di Kelurahan Trate

Rabu, 04 Feb 2026 11:54 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya mendorong kebangkitan ekonomi warga terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Setelah s…

Dongkrak Swasembada Pangan, Poktan Probolinggo Mulai Percepat Tanam Padi

Dongkrak Swasembada Pangan, Poktan Probolinggo Mulai Percepat Tanam Padi

Rabu, 04 Feb 2026 11:52 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka mendongkrak swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kelompok Tani (Poktan) di…

Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

Rabu, 04 Feb 2026 11:43 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya untuk membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur,…

Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Rabu, 04 Feb 2026 11:34 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Musim hujan dengan intensitas tinggi membuat warga di Kota Pasuruan. Pasalnya, selain banjir, hujan deras juga turut memicu banyak…