Gubernur Jatim Khofifah Minta Vaksinasi Nakes Selesai Februari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Khofifah usai meninjau pelaksanaan vaksinasi nakes di rumah sakit Delta Surya dan Puskesmas Sidoarjo kota, Minggu (31/1/2021). SP/Sugeng
Gubernur Khofifah usai meninjau pelaksanaan vaksinasi nakes di rumah sakit Delta Surya dan Puskesmas Sidoarjo kota, Minggu (31/1/2021). SP/Sugeng

i

 SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa minta agar pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten Sidoarjo bisa selesai lebih cepat. Targetnya vaksinasi warga Jatim selesai akhir tahun 2021. Pernyataan ini disampaikan Khofifah usai meninjau pelaksanaan vaksinasi nakes di rumah sakit Delta Surya dan Puskesmas Sidoarjo kota, Minggu (31/1/2021).

Khofifah juga menegaskan penambahan jumlah tenaga vaksinator di Sidoarjo dari 420 orang bertambah menjadi 890 orang akan membantu dalam percepatan vaksinasi disetiap fasilitas kesehatan.

Total 9.898 lebih nakes yang masuk sistem informasi SDM kesehatan, dan sudah 61, 07 persen tenaga kesehatan di Sidoarjo yang sudah divaksin Sinovac. Ada beberapa nakes yang belum melakukan vaksinasi karena kendala yang dihadapi diantaranya nakes yang sedang hamil dan menyusui.

Gubernur Jatim minta vaksinasi nakes di Sidoarjo bisa segera rampung, kemudian dilanjutkan vaksinasi kepada para awak media atau wartawan karena dinilai termasuk garda terdepan dalam memberikan layanan publik.

"Vaksinasi di Jawa Timur ini memang kita harus lakukan koordinasi lebih masif lagi, lebih signifikan lagi setelah tahap pertama untuk nakes, tahap kedua untuk semua yang memberikan layanan publik. Saya sudah komunikasi dengan kepala dinas kesehatan Jatim, termasuk di dalamnya yang memberikan layanan publik di garda terdepan adalah teman-teman jurnalis", terang Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan kalau pihaknya sudah koordinasi dengan ketua PWI Jawa Timur untuk dimungkinkan pemprov bisa mendapatkan data-data jurnalis untuk bisa dilakukan record supaya kalau nanti masuk di tahap kedua vaksinasi untuk teman-teman jurnalis datanya sudah terecord.

Kunjungan Khofifah ke Sidoarjo juga ingin melihat dan memastikan faskes yang sudah siap, berapa yang sudah jalan. Dari faskes yang sudah jalan bagaimana progresnya, dan yang belum jalan apa masalahnya.

Dari yang sudah masuk di sistem informasi SDM kesehatan tapi gagal divaksin apa kendalanya? Tanya Khofifah. 

"Tadi antara lain data sudah terekam ternyata penyintas, seperti saya. Lalu ada lagi karena menyusui, lalu ada lagi karena hamil misalnya. Hal-hal seperti ini itu kan sudah harus di replace gitu. Oleh karena itu sekarang manual sistem diberikan ruang oĺeh kementerian kesehatan. Nah sebetulnya sekarang kita bisa menghitung berapa sebetulnya yang tidak dimungkinkan untuk divaksin karena hal-hal tertentu yang tadi yang saya sampaikan", terang Khofifah.

Lalu penambahan vaksinator, lanjut Khofifah, "Saya rasa hampir bertambah dua kali lipat dari yang sekarang total 400 lebih nanti menjadi 800 lebih. Itu pun dari 61 menjadi 131 fasilitas kesehatan (faskes). Padahal di Sidoarjo ini sudah tercatat 192 faskes. Berarti masih ada faskes yang vaksinatornya ini harus segera disiapkan, ini semua untuk mempercepat layanan vaksinasi. Semakin cepat kita lakukan maka kita berharap kekebalan komunitas itu bisa lebih cepat kita wujudkan". 

Khofifah minta kepada kepala dinas kesehatan kabupaten Sidoarjo untuk melakukan daily meeting (evaluasi harian). Daily meeting menjadi penting untuk bisa melakukan monitoring, paling tidak dua minggu pertama pelaksanaan vaksinasi. Pemprov melakukan akan melakukan weakly meeting. 

Sementara itu Pj Bupati Hudiyono usai mendampingi kunjungan gubernur Jatim menyampaikan pihaknya akan mengoptimalkan tenaga kesehatan yang dibutuhkan untuk penambahan vaksinator.

"Kuncinya ada di penambahan jumlah vaksinator. Ibu gubernur minta setiap fasilitas kesehatan harus ada vaksinatornya dan kita akan percepat itu. Berikutnya evaluasi harian juga kita lakukan, nakes yang tidak bisa melakukan vaksinasi karena terkendala akan kita replace", ujarnya. Sg

Berita Terbaru

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Salah satu poin masukan KPK yaitu adanya pembatasan ketua umum partai politik menjadi dua periode. Usulan dalam kajian itu muncul karena…