SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Pepatah jawa mengatakan Guru, wajib digugu lan ditiru. Namun rupanya pepatah Jawa ini tidak pantas digunakan oleh Bambang R (35), salah satu Guru SMP Negeri di wilayah Kabupaten Blitar.
Bambang R, ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Blitar Kota Rabu (3/2/2021) dirumahnya dan hingga kini masih meringkuk di ruang tahanan Polres Blitar Kota.
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Dony Kristyan Baralangi S.IK membenarkan pihaknya telah menahan seorang oknum ASN (Guru Olahraga) dari salah satu sekolah SMP Negeri di wilayah Kec Doko Kab Blitar. Penangkapan pelaku setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk korban dan orang tua korban, sesuai dengan laporan Polisi LP.B/XII/Res.1.24/2020.
"Setelah adanya laporan dari keluarga korban, kami langsung tindak lanjuti. Dari keterangan korban yang masih berusia 16 tahun, beserta saksi-saksi. Akhirnya kami tetapkan pelaku menjadi tersangka dan sudah kami tahan atas dasar persetubuhan terhadap muridnya sendiri," kata Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian, atas seijin Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela S.IK SH MH.
Lebih jelas AKP Donny, Jumat (5/2/2021) berdampingan dengan Kasubbag Humas AKP Imam Subechi mengatakan, hasil pemeriksaan lainnya terungkap korban sebut saja Melati (16) yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP ini telah disetubuhi sebanyak 10 di lokasi berbeda oleh tersangka.
Selain itu, Bambang juga terbukti menyetubuhi siswinya di Bali saat sekolahnya sedang study tour di Pulau Bali pada akhir Desember 2020.
"Awal pertama dilakukan Bambang terhadap Melati sekitar bulan Desember 2019 di ruang kelas ketika teman-teman Melati pada pulang, disitulah Melati dirayu sedemikian rupa maka terjadilah perbuatan tersebut di ruang sekolah, dan seterusnya pengakuan tersangka perbuatan itu terulang di ruang kepala sekolah, dan termasuk di beberapa hotel di Kabupaten Blitar/Kota Blitar," papar AKP Dony Kristiyan.
Kasus tersebut terungkap saat korban menunjukkan tingkah laku berbeda. Setelah didesak orang tua, korban akhirnya mengaku perbuatan bejat yang dilakukan pelaku kepada korban. Bak petir di saing bolong, orang tua korban yang tak terima dengan perbuatan pelaku akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Dalam pemeriksaan tersangka mengungkapkan semua yang dilakukan terhadap korban, karena dijanjikan akan dibiayai kuliah, bahkan akan dinikahi, sehingga Melati terbawa rayuan tersangka," ujar AKP Dony Kristyan.
Untuk di ketahui sosok Bambang R ini merupakan ASN (Guru Olah Raga) yang berdinas sebagai guru olahraga di sebuah SMP Negeri di Kabupaten Blitar. Setelah kasus itu mencuat, Bambang sempat ditarik ke Dinas Pendidikan Kab Blitar, atas peristiwa tersebut banyak pihak menyayangkan atas peristiwa tersebut, karena Melati 16 yang masih duduk di bangku kelas III SMP yang merupakan atlet bola voli andalan Kantor Diknas Kab Blitar sekaligus atlet lari jauh putri.
Setelah bukti bukti dan saksi saksi baik CCTV hotel dan berbagai barang bukti termasuk catatan buku tamu di 6 hotel di Kabupaten/Kota Blitar, pria bertubuh kecil ini akhirnya harus berhadapan dengan jeratan pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. les/cr2/ham
Editor : Moch Ilham