SURABAYAPAGI, Surabaya - Sampai saat ini, komik merupakan salah satu jenis buku yang digemari oleh anak. Lucunya Tokoh komik dan cerita yang menarik, bahkan tampilan komik yang penuh warna menjadi alasan membaca komik menjadi hobi dari anak.
Selain sebagai sarana hiburan, siapa sangka jika ternyata komik juga bisa digunakan sebagai sarana edukasi kepada anak. Melihat potensi itu, apt. Khoirotin Nisak, S.Farm, M.Farm., selaku Dosen Universitas Airlangga (Unair) menciptakan komik Petualangan Si Acil sebagai media edukasi kepada anak tentang obat-obatan. Selasa (16/02/2021).
“Sebenarnya komik ini adalah hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat. Di mana konsepnya adalah memberikan edukasi tentang obat, namun sasarannya anak Sekolah Dasar (SD),” kata Akademisi Unair Fakultas Farmasi tersebut.
Dirinya menambahkan, “Anak usia SD merupakan harapan bangsa. Diharapkan dengan memberikan edukasi sedini mungkin akan memberikan gambaran perihal kesehatan atau cita-cita yang dapat mereka raih kedepan,” imbuhnya.
Dalam komik tersebut, sosok Acil digambarkan sebagai apoteker cilik yang memiliki pengetahuan tentang obat-obatan. Acil juga merupakan sosok yang ceria dan mempunyai misi untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal obat-obatan.
Selain sebagai sarana edukasi, komik juga bisa digunakan sebagai sarana mendekatkan orang tua kepada anak, serta sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. “Komik ini cocok untuk anak baik yang sudah bisa membaca atau tidak. Jika belum bisa membaca, bisa digantikan orang tua yang membacakannya kepada anaknya bahkan komik ini juga bisa digunakan oleh guru atau penyampai lain sebagai materi edukasi kepada anak,” paparnya.
Komik Petualangan Si Acil yang dirilis pada Maret 2020 tersebut bisa diakses melalui google playbook. Uniknya, komik tersebut diciptakan dengan isi yang masih relevan untuk beberapa tahun ke depan. Dengan komik itu, anak bisa mendapatkan pengetahuan umum mengenai obat dengan menyenangkan.
“Komik ini isinya masih relevan untuk beberapa tahun ke depan karena berisi pengetahuan umum seputar obat yang bisa dipelajari kapan saja oleh murid kelas 1 sampai 6 SD dengan cara yang menyenangkan,” tutupnya. mbi
Editor : Mariana Setiawati