SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dua anakan kucing hutan dengan nama latin Prionailurus Bengalensis diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Jatim. Sebelumnya anakan kucing hutan tersebut ditemukan oleh warga, Masroin warga Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Surabaya, Dodit Ari Guntoro mengapresiasi tindakan pak Masroin tersebut dan setelah diterima ke BKSDA, selanjutnya 2 ekor anak Kucing Kuwuk yang berjenis kelamin jantan dan betina tersebut dirawat di kandang transit BBKSDA Jatim.
"Kami mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Pak Masroin ini. Setelah ini akan kita amankan ke kandang transit BBKSDA Jatim untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif," ujarnya, Kamis (18/2/2021).
Dodit kembali menjelaskan, dua anak kucing hutan yang termasuk satwa dilindungi tersebut masih sangat kecil dan diperkirakan berumur 1 bulan, sehingga harus mendapat perawatan intensif.
"Ini kira-kira masih berumur 1 bulan, masih sangat rentan untuk mati. Jadi segera kita evakuasi ke BBKSDA Jatim," terangnya.
Dodit menambahkan, penyerahan 2 ekor anakan kucing hutan anakan oleh Masroin ini adalah yang kedua kalinya. Tahun lalu, aku Dodit, Masroin telah menyerahkan seekor ular piton jenis phyton molurus.
"Tahun kemarin beliau juga menyerahkan secara sukarela setelah menemukan ular phyton molurus. Sekarang beliaunya juga menemukan dua anakan kucing hutan," imbuhnya.
Sebelumnya, warga Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong dihebohkan dengan temuan 2 ekor kucing hutan anakan oleh Masroin saat mencari rumput di ladang. Dua ekor kucing hutan itu ditemukan Masroin berada di semak-semak dan ditinggal lari oleh induknya ke dalam hutan saat bertarung dengan seekor ular kobra. Dsy11
Editor : Redaksi