Terkait Gugatan Salah Transfer, Pengacara Sebut Dakwaan JPU Ambigu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Terkait sidang lanjutan terdakwa Ardi Pratama, yang tersandung dugaan perkara salah transfer, kini memasuki babak pembacaan nota keberatan (eksepsi) yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (18/2/2021) lalu.

Dalam eksepsinya, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Ardi, yakni Hendrix Kurniawan SE SH didampingi Debrtius Boimau SH menyebutkan, bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sangat tidak jelas, tidak cermat dan ambigu dalam hal menentukan pihak pihak yang dirugikan.

Menurut PH Hendrix Kurniawan SE SH, berdasarkan surat dakwaan yang disusun JPU hanya menerangkan proses terjadinya salah transfer yang dilakukan saksi Nur Chuzaimah.

Pada tanggal 17 Maret 2020, proses transfer yang dilakukan oleh saksi Nur. Dan selanjutnya pada 18 Maret 2020, dalam dakwaan JPU tidak menyebutkan fakta yang sebenarnya. Bahwa klarifikasi yang dilakukan oleh pihak Bank BCA baru terjadi pada 27 Maret 2020, yaitu 10 hari kemudian.

Dijelaskan Hendrix Kurniawan SE SH, pada 27 Maret 2020 baru ada konfirmasi dari pihak Bank BCA kepada pemilik rekening dengan membawa bukti fotokopi print-out dana masuk yang diwakili oleh Nur dan Ida.

Pihak Bank BCA meminta untuk dana tersebut dikembalikan dan oleh pemilik rekening disanggupi dengan catatan meminta waktu pengembalian. Dan rekening yang bersangkutan diblokir.

Lantas, pada 31 Maret 2020 pihak bank mengirimkan somasi kepada pemilik rekening yang isinya meminta agar yang bersangkutan segera mengembalikan dana yang ditanda tangani oleh Kepala Cabang.

Dan selanjutnya pada 2 April 2020, mengundang terdakwa Ardi Pratama untuk hadir ke Kantor BCA Cabang Darmo yang diwakili keluarga Ardi Pratama. Dalam pertemuan itu, keluarga diminta membicarakan kesanggupan pengembalian dana tersebut dengan cara diangsur dan ditolak oleh BCA.

Kemudian, pada 14 April 2020, terdakwa Ardi Pratama melakukan setoran dana sebesar Rp 5.400.000 ke rekening Ardi Pratama untuk menunjukkan etikad baiknya. Padahal, rekening Ardi Pratama telah diblokir sepihak oleh BCA.

Dan pada 5 April sampai 29 Agustus 2020, tidak ada lagi konfirmasi dari pihak Bank BCA terhadap perihal pengembalian dana mereka.

"Pada 31 Agustus 2020, muncul laporan kepolisian tentang tindak pidana salah transfer dan TPPU yang dilaporkan oleh Ibu Nur," ucap PH Hendrix Kurniawan SE SH saat di kantornya, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/2/2021).

Masih kata Hendrix, pada 8 Oktober 2020, terdakwa bersama keluarganya datang ke Bank BCA KCP Citraland untuk mengembalikan dana sebesar Rp 41.000.000. Akan tetapi oleh Kepala Cabang Bank BCA KCP Citraland diminta untuk langsung menyerahkan ke Nur Chusaimah, namun tidak mendapatkan tanggapan positif dari Nur Chusaimah.

"Dakwaan jaksa bertentangan dengan BAP bertentangan dengan BAP saksi pelapor, yaitu Nur Chusaimah yang dalam BAP menyatakan bahwa yang mengalami kerugian adalah dirinya sendiri. Namun dalam dakwaan jaksa jelas mengatakan bahwa yang mengalami kerugian adalah pihak Bank BCA KCP Citraland yang diwakili oleh saksi Nur Chusaimah," kata PH Hendrix Kurniawan SE SH.

Atas dasar itulah , PH Hendrix Kurniawan SE SH memohon kepada majelis hakim pada sidang lalu untuk mengambil putusan menerima eksepsi dari PH terdakwa Ardi Pratama. Menyatakan surat dakwaan JPU Nomor Reg. Perkara ; PDM-24/TG.PRK/01/2021 sebagai dakwaan yang dinyatakan batal demi hukum atau harus dibatalkan atau setidak setidaknya tidak diterima.

Setelah mendengarkan eksepsi dari terdakwa, Hakim Ketua I Putu SH Mhum menyatakan, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (25/2/2021) dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi terdakwa. jul

Berita Terbaru

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti dugaan penghentian penjualan Pertalite saat stok masih…

Perkuat Akses Keadilan, Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan

Perkuat Akses Keadilan, Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai paya memperkuat akses keadilan bagi masyarakat di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menyediakan fasilitas…

Bangun TPA Baru di Desa Mrican, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Bangun TPA Baru di Desa Mrican, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Selasa, 27 Okt 2026 13:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pada 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, bakal menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk membangun tempat pemrosesan…

Operasikan 18 Mikrobus Baru, Pemkot Surabaya Perbarui Feeder WiraWiri Rute Joyoboyo-Lakarsantri

Operasikan 18 Mikrobus Baru, Pemkot Surabaya Perbarui Feeder WiraWiri Rute Joyoboyo-Lakarsantri

Selasa, 27 Okt 2026 13:17 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal segera mengoperasikan 18 mikrobus baru, sehingga pihaknya akan memperbarui armada angkutan…

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam memperkuat pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Pemerintah…

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo — Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), sempat tinggal selama sekitar empat bulan di Yasmaga Guest House, J…