Warga Medokan Sawah Diamankan Densus 88

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah yang ditempati terduga teroris. SP/Hendarwanto
Rumah yang ditempati terduga teroris. SP/Hendarwanto

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Densus 88 Antiteror Polri mengamankan seorang pria terduga teroris di kediamannya di Jalan Medokan Sawah No. 121, Rungkut, Surabaya. Dari informasi yang diterima terduga teroris bernama Agus Imam Hanafi (38).

Terduga teroris itu diamankan saat akan berangkat Salat Jumat. Usai melakukan penangkapan terhadap terduga teroris, tim densus 88, juga melakukan penggeledahan didalam rumah.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan anak panah, samurai dan sebuah buku.

Soepangin, ketua RT 1 RW 1 membenarkan penangkapan terduga teroris itu.

"Kejadiannya itu sebelum Salat Jumat tadi. Waktu mau jumatan, Pak Agus ditangkap. Saya dipanggil hadir sebagai saksi mata pas penggeledahan tadi," terang Supangin.

"Ya sekitar pukul 11.30 Wib. Ada sekitar 10 orang dari Densus. Bawa lima mobil, senjata juga. Mobil polisi juga ada, katanya dari Polsek Rungkut," tambahnya.

Ia menyebutkan, bahwa Agus Imam Hanafi, (terduga teroris) mempunyai usaha servis Hanphone dan Laptop serta berjualan pulsa.

Agus sendiri sudan tinggal di Medokan Sawah hampir 10 tahun. Dia juga dikenal baik oleh warga sekitar.

“Dia ini dikenal baik oleh warga sekitar, dan dia tinggal di Medokan Sawah sudah hampir 10 tahun,” ujarnya.

Sebelum terduga teroris Agus dibawa bersama barang bukti, Supangin mengatakan bahwa istri Agus sempat bicara terhadap petugas dan mengatakan jika suaminya itu tidak terbukti bersalah, minta segera dipulangkan.

"Anaknya itu enam, yang terakhir mondok. Masih kecil-kecil," tandas Supangin.

Penangkapan terduga teroris juga dibenarkan Polda Jawa Timur.

"Jadi memang benar. Tim Densus melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga teroris di Jatim . Ada empat lokasi menjadi sasaran," ungkap Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko di Humas Mapolda Jatim, Jumat (26/2/2021).

Alumnus Akpol 1991 itu menyebutkan, pertama Tim Densus melakukan penangkapan di Medokan Sawah, Rungkut, Surabaya. 

"Kemudian di Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto," sebutnya.

Informasi, penangkapan terduga teroris ini merupakan jaringan Jama'ah Anshrut Daulah ( JAD,red) dari Kalimantan. nt

Berita Terbaru

DPR Bikin MBG Watch

DPR Bikin MBG Watch

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - “Kita sudah banyak dengar masukan, input, saran, dan ya terima kasih sudah mau secara gamblang sampaikan apa yang dirasakan dan dipelajari t…

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesta pecah setelah Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit kedua masa tambahan waktu dalam pertandingan di Atlanta, Amerika…

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kemenangan emosional Argentina, dirayakan secara masif di ibu kota Buenos Aires, karena dianggap sebagai pembalasan yang lebih dari sekadar…

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina akan diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB akan datang.…

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Inggris melawan Perancis di Miami Stadium, Florida, pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat…

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

SURABAYAPAGI.com – POLISI atau oknum yang mencoba merekayasa perkara sering melupakan agamanya. Ini terkait manipulasi bukti, alibi palsu, atau skenario yang d…