Hajar Wanita di Apartemen, Diadili

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Rahadian Zulfikri, saat menjalani sidang di ruang Garuda II, PN.Surabaya, secara online, Senin (08/03/2021). SP/BUDI MULYONO
Terdakwa Rahadian Zulfikri, saat menjalani sidang di ruang Garuda II, PN.Surabaya, secara online, Senin (08/03/2021). SP/BUDI MULYONO

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Terdakwa Rahadian Zulfikry, (33), penganiaya wanita di Apartement Royal City Loft, Lakarsantri, Surabaya, 15 Oktober 2020 lalu diadili di ruang Garuda 2 PN Surabaya.

Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar,SH dari Kejari Tanjung Perak, menghadirkan saksi korban dan Security apartemen.

Di ruang sidang, saksi Anggriani Chintami Ayu Lestari alias Marissa mengatakan, pada saat di  apartemen tepatnya di dalam kamar 2225 dirinya membanting handphone milik terdakwa Rahadian.

Sontak hal tersebut membuat terdakwa marah atas sikap saksi Anggriani “Saya banting karena saya sudah sangat jengkel telah dibohongi pak hakim. Terdakwa selama ini hanya mengaku-ngaku sebagai direktur BUMD, kenal orang-orang besar (pejabat,red), kenal Kapolda juga ngaku Tim Sukses Gibran. Dia juga sering mengancam saya,” ungkap saksi Anggriani di ruang Garuda II, Senin (08/03/2021).

Bukan hanya diancam dan merasa kenal dengan pejabat papan atas. Kepada Marissa, warga Mulyorejo, Surabaya itu juga mengaku masih single, padahal terdakwa telah memiliki dua orang istri.

Setelah saksi Anggriani membanting handphone tersebut, terdakwa memukul korban hingga mengenai kelopak matanya.

Kemudian setelah terdakwa memukul, korban pun membalasnya dengan melempar akuarium ikan cupang yang ada di dalam kamarnya. Saat dilempar oleh saksi Anggriani terdakwa kabur keluar dan mengunci kamar tersebut dari luar.

“Dia tanya, kenapa kamu banting hp aku? Saya shock dengan dia memukuli saya. Lalu saya dikunci dari luar, yang lebih dulu turun tersangka dulu. Saya sempat pecahkan jendela balkon. Kemudian minta tolong ke scurity," kata Anggriani sembari sesenggukan mengusap air matanya.

Setelah memberikan keterangannya kepada majelis hakim, saksi lain yakni sekuriti apartemen, Yusuf mengatakan ada keributan di kamar 2225. Mendengar ada suara tersebut kemudian, Yusuf menghampiri sumber suara. 

“Saya masuk ada darah dan pecahan kaca akuarium. Ada bercak darah di dinding koridor. Saat itu sedang patroli di unit 22 itu kok ada keributan suara orang,” ujar Yusuf.

Setelah mengetahui ada keributan ternyata saksi Anggriani dan terdakwa sedang cek-cok. Akan tetapi, terdakwa malah menyuruh saksi Yusuf pergi. “Katanya itu urusan pribadi, saya diminta pergi. Tapi saya memberikan pesan agar masalah diselesaikan baik-baik,” jelasnya.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi, terdakwa Rahadian pun membenarkannya. Namun Ia membantah kalau saat itu mengunci Marissa di dalam kamar apartemen. “Iya benar pak hakim. Tapi saya tidak sengaja menguncinya di kamar. Hanya saja saya kabur takut terlempar kaca akuarium yang dilempar saksi Anggriani,” kata Rahadian.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi. Ketua majelis hakim Dede Suryaman menutup persidangan dan dilanjutkan pada 15 Maret 2020 mendatang. “Baik sidang kita tutup, dilanjutkan ke pemeriksaan terdakwa,” ucap Dede.

Diketahui, terdakwa Rahadian Zulfikry pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 sekira jam 22.45 WIB, Bertempat di kamar Apartemen Royal City Loft Surabaya nomor 2215

Pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 sekira pukul 22.45 Wib terdakwa mendatangi kamar Apartemen Royal City Loft nomor 2215 yang ditempati saksi Anggriani Chintami Ayu Lestari alias Marissa.

Terdakwa dan saksi Anggriani terlibat bicara soal perempuan membuat saksi Anggriani marah dan melempar HP terdakwa ke lantai.

Selanjutnya terdakwa memukul wajah saksi Anggriani berkali kali dengan kepalan tangan hingga mata saksi mengeluarkan darah dan terjatuh ke lantai.

Terdakwa menyeret saksi Anggriani hingga sikut tangan kanan terluka, sehingga saksi Anggriani berteriak minta tolong lari ke lantai bawah memanggil security apartemen, terdakwa menghalangi.

Tidak lama datang security Juli Putut Wijarnako dan Danil Yusuf, mengingatkan agar tidak terjadi pertengkaran, mengganggu penghuni lainnya.

Saksi Anggriani berkata "Tolongin saya dong, kalian dibayar dia Cuma uang rokok doang, kalau anak istri kalian dijamin satu tahun gak papa kalian belain” kepada saksi security.

Kembali terdakwa menarik saksi korban ke dalam kamar dan mengunci saksi korban dari luar.Kemudian dengan cara memecah kaca jendela gunakan kursi makan berteriak minta tolong kepada security dibawah, agar dibukakan pintu.

Akibat perbuatan terdakwa dari hasil Visum Et Repertum, Saksi Anggriani mengalami, luka memar / lebam di kedua kelopak mata dan darah sudah mengering.

Luka memar / benjol di kulit kepala yang  yang tertutup rambut, dan luka memar di lengan kanan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai pasal 333 Ayat (1) KUHP.bd

Berita Terbaru

Resmi, Pemkab Ponorogo Buka Lelang 6 Jabatan Eselon II

Resmi, Pemkab Ponorogo Buka Lelang 6 Jabatan Eselon II

Senin, 27 Jul 2026 16:52 WIB

Senin, 27 Jul 2026 16:52 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pagi-Usai diterpa krisis jabatan setingkat kepala dinas pasca OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Pemerintah Kabupaten Ponorogo…

Dewan Gelar RDP Terkait Serapan Anggaran Semester Satu

Dewan Gelar RDP Terkait Serapan Anggaran Semester Satu

Senin, 27 Jul 2026 16:50 WIB

Senin, 27 Jul 2026 16:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar rapat evaluasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semester I Tahun A…

Nama Mantan Bupati Ponorogo Dan Eks DPR-RI Tersebut Dalam Sidang Korupsi BSPS Sumenep

Nama Mantan Bupati Ponorogo Dan Eks DPR-RI Tersebut Dalam Sidang Korupsi BSPS Sumenep

Senin, 27 Jul 2026 15:50 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:50 WIB

SURABAYA, Surabaya Pagi-Nama politikus yang juga mantan Bupati Ponorogo periode 2015-2019 Ipong Muchlison, terseret dalam persidangan kasus dugaan korupsi…

Produksi Hingga 8.000 Lumpia per Hari, Kampung Lumpia Surabaya Diminta Bebas Pajak Berat

Produksi Hingga 8.000 Lumpia per Hari, Kampung Lumpia Surabaya Diminta Bebas Pajak Berat

Senin, 27 Jul 2026 15:49 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Kampung Lumpia Ngaglik, Surabaya, yang belakangan viral di m…

Kesaksian Imam Pejel: Dana CSR Bank Jatim Rp540 Juta Digunakan Bangun PSC Corner di Atas Tanah Milik Menantu Maidi

Kesaksian Imam Pejel: Dana CSR Bank Jatim Rp540 Juta Digunakan Bangun PSC Corner di Atas Tanah Milik Menantu Maidi

Senin, 27 Jul 2026 15:46 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan pemerasan berkedok Corporate Social Responsibility (CSR) dan g…

Masih Mahal, Harga Gabah Kering Panen di Jombang Tembus Rp7.800 per Kg

Masih Mahal, Harga Gabah Kering Panen di Jombang Tembus Rp7.800 per Kg

Senin, 27 Jul 2026 15:39 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Musim panen serentak, harga gabah di tingkat petani di Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang masih bertahan tinggi pada…