SURABAYAPAGI.com - Aktivitas menyusui memang bisa mempererat hubungan antara seorang ibu dengan si buah hati.
Namun nyatanya, banyak bunda terutama para ibu muda mengeluh tidak bisa menyusui buah hati karena produksi ASI terhambat.
Misal gagal menyusui karena ASI mendadak seret dan berhenti, atau bahkan ASI lancar tapi berat badan bayi tidak bertambah.
Hal itulah yang melatar belakangi Pasangan suami istri di Surabaya Uung Victoria Finky dan Jonathan Handoko Putra, menciptakan Booster Mom Uung, dengan harapan membantu permasalahan ibu muda untuk memberikan hak bayi berupa ASI berkualitas, guna mencegah angka stunting atau kekerdilan.
Awal, sebelum adanya Booster Mom Uung ini, Wanita yang memiliki aku instagram @uungvf ini tengah ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) lantaran postingannya, berisi konten pengalamannya ada proses menyusui.
Tak disangka, banyak respon dari warganet, dan akun IG nya dibanjiri banyak komentar dan sharing tentang edukasi ASI. Lantaran tergerak hatinya, Uung muncul ide (Booster Mom Uung) guna ingin membantu para ibu menyusui, dengan lulus menyusui 2 tahun, demi terciptanya generasi muda yang lebih sehat dan cerdas.
"Kendala dan Faktor paling banyak itu, karena sang ibu kurang "Percaya Diri" dalam memberikan ASI nya, banyak faktor akan hal ini, " Terang Uung, Selasa (9/3).
Wanita Muda yang juga Founder Booster Mom Uung ini menambahkan, hal ini dikarenakan kurangnya informasi akan pentingnya edukasi pemberian ASI dan juga dampak bagi si buah hati.
Dalam kesempatan yang sama, Jonathan seorang suami yang juga CEO ASI booster Mom Uung mengatakan, Kami memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ASI untuk bayi agar mencegah stunting melalui layanan konsultasi ASI booster Mom Uung.
Jonathan menambahkan, selama ini dia dan istrinya kerap menjumpai sejumlah permasalahan yang ada di masyarakat yakni ASI sedikit, puting lecet, berat badan anak kurang hingga lingkungan yang tidak mendukung pemberian ASI.
"Edukasi ini sudah berjalan sejak tahun 2019. Dan, tercatat sejak Januari 2021, setiap bulannya ada sebanyak 10 ribu orang ibu menyusui yang berkonsultasi," Terangnya.
"Kami merekrut ibu menyusui atau yang punya pengalaman menyusui untuk menjadi konsultan. Kami kursuskan juga ke Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) agar mereka lebih percaya diri dalam memberikan layanan," ujarnya.
Awalnya, layanan konsultasi ini dikerjakan sendiri oleh istrinya, Uung yang tahun lalu juga masih menyusui. Bahkan di sela jam memompa ASI saat malam istrinya masih menjawab konsultasi para ibu yang kesulitan.
"Upaya menyediakan layanan konsultasi ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan dalam berbisnis, tetapi visi sosialnya untuk mensukseskan seluruh ibu menyusui di Indonesia sampai dengan genap dua tahun," Pungas Uung Mengakhiri wawancara. Jul
Editor : Redaksi