Omset Pedagang Pelabuhan Tanjung Perak Turun 70 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Stan pedagang di ruang tunggu penumpang Pelabuhan Tanjung Perak.SP/SAMMY MANTOLAS
Stan pedagang di ruang tunggu penumpang Pelabuhan Tanjung Perak.SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Omset pedagang yang berlokasi di ruang ruang tunggu penumpang kapal, Pelabuhan Tanjung Perak mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Tak tanggung-tanggung, penurunan tersebut hingga menyentuh angka 70 persen. M. Luban, salah satu pedagang yang berjualan sabun, tikar dan peralatan toko lainnya mengaku selama pandemi covid-19 omset per harinya yang biasa Rp 600 ribu kini berkurang menjadi Rp 100 ribu.

"Itu pun Rp 100 ribu kita harus ngoyo mas," kata Luban, Selasa (23/03/2021).

Sebagai penjual di pelabuhan Tanjung perak, Luban mendapatkan untung tatkala ada penumpang yang membeli barangnya. "Hari ini malah gak ada kapal yang berangkat, dapat duit dari mana kita," keluhnya.

Dari pantauan Surabaya Pagi di lapangan, kurang lebih ada sekitar 34 toko yang berada di ruang tunggu penumpang. Kesemua toko ini menjual beraneka ragam barang, mulai dari tiket, makanan dan minuman, hingga barang seperti sabun serta tiket.

Kepada Surabaya Pagi, Luban mengaku maraknya pedagang yang menjual beraneka ragam barang dimulai pada tahun 2019 berdasarkan kebijakan Pelindo III. Sebelumnya, para pedagang yang ada hanya menjual satu jenis item sesuai dengan spesialisasi mereka.

"Dulu yang jualan makan ya jual makanan saja, tiket hanya jualan tiket. Yang punya toko seperti saya ya hanya jual barang-barang toko. Tapi sekarang, yang jual makanan juga jual tikar, jual sabun, yang jual tiket juga sama jual sabun, jual tikar bahkan ada yang jual makanan," katanya

"Yang rugi ya kami pedagang toko ini, karena kebijakan itu ladang kami diambil. Jadi seolah ada persaingan yang tidak sehat. Cobalah dikembalikan kebijakannya seperti dulu" tambahnya

Sementara itu, pedagang makanan seperti Lili juga mengaku ada penurunan. Menurutnya omset yang biasanya bisa mencapai Rp 1 juta per hari kini berkurang hingga Rp 300 ribu. "Kemarin malah hanya Rp 150 saja mas," kata Lili

Pedagang lainnya seperti Nusya juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya di tengah omset yang berkurang, pedagang asongan dengan bebasnya masuk ke pelabuhan Tanjung Perak.

"Di sini kita sewa tempat 20 juta sampai 25 juta tergantung ukuran. Kita sudah bayar sewa, omset berkurang eh malah pedagang asongan masuk kesini. Tambah rugi lagi kita," kata Nusya

Oleh karena Nusya meminta agar pihak Pelindo III memperketat pengawasan terhadap pedagang asongan. Patroli petugas lanjutnya, harus dilakukan rutin sehingga tidak ada pedagang asongan yang bebas berkeliaran di area Pelabuhan.

"Kita pikir positif saja, mungkin petugasnya lengah makanya pedagang asongan bisa masuk, bahkan kalau ada kapal sandar mereka bisa masuk sampai ke dermaga," katanya

Selain penertiban pedagang asongan, ia juga meminta agar pihak Pelindo III mengurangi biaya sewa tempat dan mensubsidi pembayaran listrik.

Sebagai informasi, sebelumnya di tahun 2020, pihak Pelindo III mensubsidi tagihan listrik bagi pedagang hingga 50 persen.

"Tahun ini kita sudah ajukan, hanya sudah 3 bulan belum ada kejelasan. Jadi kami harap segera dikurangi biaya sewa dan biaya listrik seperti tahun 2020 lalu," ucapnya berharap.sem

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…