Kadis Perdagangan Kota Madiun Disorot, Ucapan Soal Rasuah Dinilai Rendahkan Martabat Pedagang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Gelombang protes meluas di kalangan pedagang pasar se-Kota Madiun menyusul pernyataan kontroversial Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun, Harum Kusumawati, yang menuding adanya praktik “rasuah” di lingkungan pedagang.

Ucapan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi antikorupsi di Kantor Kecamatan Taman, Kamis (2/10/2025), dan dimuat di kanal resmi Pemerintah Kota Madiun, @madiuntoday.id.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Madiun, Ahmad Ibrahim, menilai pernyataan tersebut sangat tidak pantas dan telah menyinggung martabat pedagang. Ia menuding ucapan itu bisa menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di masyarakat.

“Kami menolak keras stigma yang dinarasikan oleh Kadis Perdagangan. Ucapan itu berpotensi menekan dan menakut-nakuti pedagang agar tunduk pada kebijakan dinas,” tegas Ibrahim, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, pernyataan yang mengaitkan aktivitas pedagang dengan tindak rasuah bukan hanya tidak berdasar, tapi juga menimbulkan dampak psikologis. Sejumlah pedagang disebut merasa malu, stres, dan tertekan karena seolah disudutkan sebagai pelaku korupsi.

“Kami ini bukan pejabat publik dan tidak mengelola uang negara. Jadi sangat tidak logis jika pedagang disebut melakukan praktik rasuah,” ujarnya.

Ibrahim menilai tudingan tersebut berpotensi mengarah pada kriminalisasi, sebab aktivitas di pasar tradisional diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali), bukan oleh Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Apalagi ada ancaman pencabutan Surat Izin Pemakaian (SIP) kios dengan alasan masih banyak masyarakat yang ingin berjualan. Itu bentuk tekanan, bukan pembinaan,” tambahnya.

Sebelumnya, melalui akun Instagram @madiuntoday.id, Kepala Disdag Harum Kusumawati menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi antikorupsi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Madiun, Dr. Maidi.

Dalam pernyataannya, Harum menyebut masih ada pedagang yang melakukan tindakan “mengarah ke praktik rasuah”, seperti jual-beli kios ilegal, penunggakan retribusi, hingga membiarkan kios kosong.

“Pak Wali ingin pasar tradisional lebih hidup dan tidak ada lagi praktik yang merugikan. Pedagang harus taat aturan. Kalau melanggar, izin dicabut, ya sudah. Masih banyak masyarakat yang ingin berjualan,” ujar Harum, dikutip dari @madiuntoday.id.

Ucapan itulah yang memicu reaksi keras dari para pedagang. Mereka menilai pemerintah seharusnya lebih mengedepankan pendekatan pembinaan humanis, bukan memberi label negatif yang identik dengan tindak pidana korupsi. man

Berita Terbaru

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 semakin memperkuat semangat transformasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa T…

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan rotasi terhadap enam pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Ka…

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Kepedulian terhadap warga terdampak banjir lahar hujan Gunung Semeru ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres)…

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan penekanan khusus yang ditayangkan melalui Videotron yang menegaskan agar seluruh…

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sengketa tanah di Perumahan Griya Karya Sedati Permai (GKSP), Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali memanas. Upaya…

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) Award…