Sosok Dzul, Fotografer Difabel Penuh Potensi dengan Karya Mendunia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Achmad Dzulkarnain saat memotret seorang model di sungai. SP/ BYW
Achmad Dzulkarnain saat memotret seorang model di sungai. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Achmad Dzulkarnain awalnya adalah tukang penjaga warnet biasa. Selain menjadi tukang jaga warnet. Pria yang kerap disapa Bang Dzul ini juga sempat menjadi staf admin di kantor advokat. Pada saat menjadi karyawan kantor advokat inilah dia memberanikan diri membeli kamera DSLR dengan cara kredit.

Dalam warnetnya ia juga membuka jasa foto KTP. Dari tukang foto KTP itulah dia berkenalan dengan kamera DSLR. Sepanjang waktu berjalan, dia merasa menemukan kenyamanan dalam menjeprat-jepret kamera.

Mulai dari nyicil kamera hingga jadi fotografer ternama, seperti ini perjalanan Bang Dzul. Dzul mengasah kemampuannya dengan menimba ilmu dari penelusuran di Google dan YouTube. 

“Saya hanya ingin menyampaikan kepada dunia bahwa diskriminasi tidak berawal dari orang lain. Diskriminasi tercipta oleh pikiran kita sendiri,” Ujar Bang Dzul, Dikutip Jumat (26/3/2021).

Selain itu, Dzul bercerita bahwa dirinya sempat putus asa karena keterbatasan fisiknya Tiga kali dia hampir mengakhiri hidup. Beruntung, ia masih selamat dan melanjutkan hidup. Ia pun tersadar bahwa hidupnya tak mesti disia-siakan hanya karena kondisi fisik yang tak sempurna.

"Saya memutuskan untuk mengakhiri hidup. Saya sudah di titik itu. Tiga kali (mencoba bunuh diri). Di situ saya sadar ada sesuatu pertanyaan dari Allah yang saya harus menemukan jawabannya sendiri. Pertanyaannya, semua orang pernah terjatuh dan ingin bangkit tapi pertanyaannya apakah kita bisa bangkit atau stagnan di kondisi ini," kata Dzul

Keterbatasan fisik yang ia miliki tidak pernah sedikitpun menjadi batasan atas semangat dan kegigihannya berkarya melukis cahaya. “Autodidak, saya belajar dengan cara autodidak. Murni autodidak. Dengan bantuan Mbah Youtube saya mendapat banyak ilmu dan mempraktikannya sendiri,” jelasnya.

“Kemudian saya gabung dengan komunitas fotografer, dan seiring berjalannya waktu saya terus menerus belajar, sampai dipasrahi motret di suatu event, foto wedding, hingga saya mengisi acara coaching clinic photography di Bandung,” ujar pria kelahiran Banyuwangi 7 Oktober 1992.

“Banyak yang bertanya pada saya terkait hal ini. Sejujurnya Saya hanya ingin menyampaikan kepada dunia bahwa diskriminasi tidak berawal dari orang lain. Diskriminasi tercipta oleh pikiran kita sendiri. Kita sendiri yang menutup diri untuk berkomunikasi dengan orang lain,” ucap pria 27 tahun ini.

“Terutama bagi kalangan disabilitas. Kami mempunyai prinsip bahwa kami tidak cacat. Kami hanya berbeda. Cacat tidak ditunjukan melalui fisik, melainkan keburukan perilaku. Kita semua terlahir ke dunia sudah memiliki potensi masing-masing,” ujar Bang Dzul.

Bang Dzul juga mengatakan bahwa semua manusia diciptakan memiliki kemampuannya masing-masing, tingal bagaimana kita mencari dan menggalinya. Kini, Dzul tidak hanya andal dalam memotret, ia bisa melakukan berbagai kegiatan layaknya orang dengan fisik normal. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu bisa mengendarai motor, mengemudi mobil, sampai main skateboard juga dia mampu. Dsy1

 

Berita Terbaru

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) menegaskan aturan ketat…