SURABAYAPAGI, Surabaya – Misa Malam Paskah atau yang dikenal dengan Misa tirakatan kebangkitan Yesus Kristus di Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya berlangsung dengan Khidmat. Misa di awali dengan pengarakan Salib Yesus menuju altar sekaligus umat katolik menyalakan lilin.
Nyala lilin Paskah dipercayai oleh umat katolik sebagai simbol pengorbanan Yesus Kristus menebus dosa umat manusia. Umat Katolik berbondong – bondong datang ke gereja guna merenungkan misteri kematian dan kebangkitan Kristus sebagaimana iman Katolik.
“Ya hari ini mau mengikuti Misa Malam Paskah. Mengenang wafat Yesus Kristus di kayu salib yang telah menebus dosa umat manusia,”kata Agnes salah satu umat yang ditemui di Surabaya Pagi, Sabtu (3/4).
Agnes mengatakan ingin merasakan perayaan Malam Paskah yang lebih khidmat dengan mengikuti di gereja yang biasanya hanya online di rumah.
" Karena kan kalau hari - hari biasanya kita tidak banyak bersyukur memuliakan Tuhan. Saya kira Malam Paskah ini momen bagi kita semua untuk merenungkan arti penebusan dosa,"ungkapnya.
Sementara itu, RP.M.M. Hardo Iswanto, CM yang memimpin jalannya misa mengatakan bahwa Malam Paskah ini adalah malam cahaya yang disimbolkan dengan lilin. “Misa Malam Paskah disimbolkan dengan lilin, kematian diganti dengan kehidupan, dan kegelapan diganti dengan terang. Lalu siapa yang membawa kegelapan menjadi terang yaitu Yesus yang bangkit,”ucapnya.
Simbol lilin menggambarkan sumber kehidupan terang yang diimani oleh umat kristiani. Selain itu lilin yang terbakar akan melelehkan tubuhnya seperti juga menggambarkan Yesus yang rela menderita, rela berkorban, dan rela mati tetapi memberikan harapan untuk kehidupan baru.
Lilin menjadi pusat pada perayaan Malam Paskah karena sebagai umat katolik. Rangkaian misa Malam Paskah mengurangi upacara liturgi seperti upacara pembaptisan dilaksanakan diluar liturgi. Beberapa penghormatan kepada orang kudus yang disebut dengan litani para kudus ditiadakan.
Ada empat bagian dari Misa Malam Paskah, yang merupakan puncak liturgi gereja Katolik. Pertama, upacara cahaya dilakukan di luar gedung gereja dengan menciptakan api baru yang kemudian digunakan untuk menyalakan lilin Paskah dan lilin di tangan umat.
Bagian kedua, adalah liturgi sabda, terdiri sekitar sembilan bacaan perjanjian lama. Namun dikurangi menjadi 5 bacaan. Bagian ketiga adalah pembaharuan janji baptis dan pemberkatan umat dengan memerciki air kudus.
Pada bagian terakhir adalah liturgi ekaristi bagi umat yang telah layak menerima Tubuh dan Darah Kristus. Gereja Katolik Kristus Raja menggelar misa puncak Perayaan Paskah mengusung tema “Bersama Simon Petrus Mengenal Yesus sebagai Guru & Tuhan”.
RP.M.M. Hardo Iswanto, CM mengungkapkan pesan yang bisa diambil dari perayaan Misa Malam Paskah bagi umat katolik. “Pesan yang bisa dipetik oleh umat Katolik menjadi pengikut Yesus harus mempunyai semangat seperti Petrus. Sebagai umat katolik dengan harapan menjadi mampu melayani sesama, damai, tidak goyah dan semakin yakin siap diutus,"pungkasnya. Pat
Editor : Mariana Setiawati