Sukses Tekuni Bisnis Makanan Instan Non-MSG dan Tanpa Bahan Pengawet

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Khatarine Paula. SP/ MGT
Khatarine Paula. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Khatarine Paula, pengusaha muda yang sedang menekuni bisnis makanan instan non-MSG dan tanpa bahan pengawet sejak 2017 ini menorah untung banyak. Semua itu berawal dari hobi berjualan, namun ia mulai serius menekuninya sejak terimpit kondisi keuangan keluarga.

Akan tetapi perjalanan bisnis Khatarine Paula ini tak semulus sekarang, sebab dulu selama menjalankan bisnis tersebut, omzetnya mengalami penurunan hingga menjual perabotan kafe dan tidak bisa membayar gaji karyawan. Tidak berhenti sampai di sini, dia mulai teringat dengan bisnis makanan instan non-MSG dengan merek cap “Sayang” yang telah lama vakum.

“Saya punya balita dan baby dengan keuangan minus, kebutuhan semakin banyak, listrik naik, dan SPP naik. Akhirnya saya ingat dengan bisnis makanan instan yang sudah lama vakum dan ini saya tekuni selama wabah Covid-19,” ujarnya.

Salah satu varian bisnis Khatarine Paula ‘Ayam Suwir Sayang’. SP/ MGT

Rupanya perkembangan bisnis brand cap “Sayang” yang hanya bermodal dari hasil penjualan perabot kafe mengalami perubahan yang signifikan. Tak hanya itu, selama kurang lebih 1 tahun, dia memiliki banyak reseller dari berbagai daerah.

“Saya jualan perabotan modalnya digunakan untuk menggenjot usaha cap ‘Sayang’ dan sudah memiliki 3 agen. Yaitu, di Jawa Tengah, Manado, dan Blitar. Serta punya 32 reseller,” imbuhnya.

Untuk promosi brand-nya yaitu melalui media sosial (medos) Instagram maupun Facebook. Tak disangka, usaha dia untuk bangkit dari perekonomian terpuruk, kini malah jauh lebih baik hasilnya.

“Awalnya suami saya tidak tertarik dan sempat ganti usaha karena dapat modal buka warung. Tapi, justru rezekinya dari usaha ayam suwir cap ‘Sayang’ yang menjadi tiang penghasilan kami. Untuk masaknya, dulu ya masak sendiri gantian sama suami memakai kompor rumahan ala kadarnya sambil mengurus 2 anak, tapi sekarang sudah punya karyawan,” paparnya.

Saat ini brand cap “Sayang” yang awalnya hanya ayam suwir dengan 2 varian yaitu original dan pedas, kini bertambah varian baru yaitu super pedas. Tak hanya itu, bisnis ayam suwir instan non-MSG dan tanpa bahan pengawet ini juga merambah ke sambal dengan berbagai varian.

Melalui usaha ini, harapannya bisnis yang tengah dia jalani bukan hanya menjadi home industry, tapi memiliki rumah produksi sendiri dan bisa membuka banyak lapangan pekerjaan di tengah pandemi.

Selain berbisnis, Paula juga bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA) mulai tahun 2020. Banyak manfaat yang dia peroleh mengikuti komunitas itu. Salah satunya yaitu banyak mentor untuk mengembangkan bisnis. Bukan hanya itu, komunitas TDA juga aktif di kegiatan sosial.

Tujuannya yaitu membagikan tip bisnis bagi generasi muda atau pemula. Di antaranya, harus punya tekad, memiliki semangat, tidak menunda pekerjaan, mengikuti komunitas, dan selalu berpikir positif. Dsy3

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…