Bentuk Komunitas Doodle Art, Wadahi Ketertarikan Bidang Seni

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Yossep Angga Wijaya saat membuat doodle art. SP/ BLT
Yossep Angga Wijaya saat membuat doodle art. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Yossep Angga Wijaya, salah seorang kordinator doodle art Blitar tetap kompak membuat sebuah komunitas seni di Blitar Raya, salah satunya adalah doodle art. Belasan orang kini menjadi anggotanya. Dibentuknya komunitas tersebut tujuannya, agar dapat memfasilitasi bagi mereka yang memiliki ketertarikan dalam bidang seni.

Yoseep menyadari komunikasi penting untuk menjalin kekompakan kelompok. Sebagai alternatifnya, media sosial sebagai jembatan interaksi yang cukup efektif. “Doodle itu coretan. Tak ada konsep tertentu seperti seni gambar pada umumnya. Tapi soodle art itu sebenarnya memiliki jaringan cukup luas. Hampir di setiap daerah ada komunitas ini. Jadi eman kalau tidak dimanfaatkan,” katanya.

Walaupun jumlah anggota dalam komunitas eni tersebut hanya belasan orang tidak membuat Yossep menyerah dan gusar. Karena menurutnya, memiliki karya dan menambah wawasan dalam bidang seni gambar merupakan tujuan utama.

Tidak hanya kaula muda, komunitas tersebut juga sebagian terdiri atas orang-orang yang sudah cukup usia. Hal ini menjadi salah satu tantangan untuk menghidupkan organisasi tersebut. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang, yang mana kegitan atau even tidak bisa dilakukan.

Undangan pertemuan dari daerah lain juga seringkali diperoleh. Sayangnya, karena kesibukan masing-masing, kadang tidak banyak yang bisa menghadiri pertemuan tersebut.

Bagi warga Kelurahan Plosokerep ini, hal itu tidak menjadi persoalan. Selama masih ada yang bisa menghadiri dan menunjukkan eksistensi organisasi. Disisi lain, komunitas ini dibentuk atas dasar hobi. Selain itu, juga bisa menjadi sarana edukasi. Utamanya bagi mereka yang memiliki ketertarikan terhadap seni. “Bagi yang peka sebenarnya karya corat-coret ini bisa menjadi sumber rejeki, atau penghasilan tambahan,” ujarnya.

Banyak peluang rejeki di masa pandemi yang bisa didapatkan dengan terus berkreatifitas. Salah satunya lewat  doodle. Misalnya memanfaatkan seni gambar tersebut untuk ucapan, suvenir, hingga mural di dinding. “Banyak yang bikin ucapan ucapan dengan doodle art. Saya juga sering dapat pesanan doodle di kafe. Sekarang kan banyak ya kafe yang memanfaatkan gambar-gambar untuk hiasan dinding,” imbuhnya.

Yang membedakan doodle dengan seni gambar lainnya, adalah ketiadaan konsep. Dengan kata lain, tidak ada pakem khusus dalam bidang seni ini. Mereka bisa menggambar bebas tanpa harus terikat aturan. Namun memang membutuhkan sedikit sentuhan agar karya doodle ini sedap dipandang.

Karena tidak ada pakem khusus, doodle juga masuk dalam kategori pengobatan. Yakni menjadi sarana terapi emosional. Sebab, mereka tidak terbebani dengan aturan tertentu dalam menuangkan coretan pada media gambar. “Karena nggak ada aturan pakem, jadi nggak ada beban. Entah itu gambarnya bagus atau buruk, tetap karya doodle,” terangnya.

Yossep juga menceritakan, anggota komunitasnya tidak berasal dari kalangan seniman. Menurut dia, latar belakang doodler (sebutan untuk penggemar doodle art) tidak begitu penting. Sebab, dalam komunitas tersebut juga akan diarahkan bagaiamana caranya agar karya tersebut sedap dipandang. Dsy5

Berita Terbaru

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kasus sengketa lahan parkir PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr. Soetomo membuka fakta lain terkait dominasi pengelolaan p…

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Surabaya, nawacita – Anggota DPRD Jawa Timur mengusulkan tambahan jumlah kegiatan reses dari 3 kali menjadi 6 kali setahun. Rencana tersebut tertuang dalam d…

Dongkrak PAD hingga 10 Persen, Digitalisasi Parkir di Kota Surabaya Berjalan Efektif

Dongkrak PAD hingga 10 Persen, Digitalisasi Parkir di Kota Surabaya Berjalan Efektif

Senin, 15 Jun 2026 12:46 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota setempat mencatat adanya tren kenaikan Pendapatan Asli…

Pertumbuhan Ekonomi Lamongan Nomor 2 se Jawa Timur

Pertumbuhan Ekonomi Lamongan Nomor 2 se Jawa Timur

Senin, 15 Jun 2026 12:41 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Angka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan mengalami tren positif. Tren ini dibuktikan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi…

Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu, Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026

Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu, Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026

Senin, 15 Jun 2026 12:33 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti upaya memperkuat karakter generasi muda Hindu sekaligus melestarikan sastra, seni, dan budaya keagamaan Hindu yang…

Jadi Pilot Uji Coba Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya: Verifikasi Bansos Cukup 15 Menit

Jadi Pilot Uji Coba Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya: Verifikasi Bansos Cukup 15 Menit

Senin, 15 Jun 2026 12:25 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis untuk memangkas rantai birokrasi, menghilangkan subjektivitas, serta memastikan penyaluran bantuan…