Inovasikan Kawat Tembaga Menjadi Bros Unik dan Cantik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mashun menunjukkan bros berhias batu alam karyanya. SP/ BLT
Mashun menunjukkan bros berhias batu alam karyanya. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Mashun Shofwan memanfaatkan kawat tembaga yang selama ini dipakai bahan kelistrikan menjadi kerajinan unik berupa aksesori yaitu berupa bros. Mashun menggunakan kawat tembaga untuk bahan produknya. Kawat berwarna cokelat keemasan itu digunakan untuk membuat bros. "Selain bros, juga saya buat jadi kalung, gelang, hingga cincin," ujarnya.

Inspirasi membuat kerajinan unik tersebut muncul ketika dirinya masih menjadi pekerja proyek di Surabaya. Dia berpikir bagaimana jika dijadikan bahan untuk membuat aksesori. Mashun lantas mengumpulkan satu demi satu kawat bekas proyek.

Sebelumnya Mashun juga pernah bekerja di tempat orang di Surabaya. Pekerjaannya juga membuat aksesori berupa bros dan sejenisnya. Sambil bekerja membuat aksesori, Mashun kala itu memiliki pekerjaan sampingan di proyek. Sebab, pekerjaan di tempat kerajinan aksesori tidak tentu.

Selain itu, Mashun mengklaim aksesori karyanya yang terbuat dari tembaga itu jauh lebih awet. Sebab, seluruh tahapan pengerjaannya dilakukan dengan tangan, alias handmade tanpa mesin dan tanpa lem. Berbeda dengan bros karya Mashun. Untuk merekatkan bagian bros, dia menggunakan kawat tembaga. Dia mengikatkannya ke bagian bros agar tidak lepas. "Saya menggunakan kawat berukuran 0,5 mm (milimeter) sampai 1,5 mm," jelasnya.

Dalam mengerjakan aksesori bros itu, Mashun benar-benar teliti. Harapannya, bros yang dihasilkan bisa benar-benar detail dan sempurna. Selain itu, butuh ketelatenan.

Kini bros karya Mashun sudah tembus hingga luar Pulau Jawa. Yakni Aceh, Kalimantan, hingga Irian. "Paling banyak ke luar pulau. Namun, pandemi ini berdampak besar. Penjualan turun sampai 70 persen," keluhnya.

Meski begitu, dirinya masih bisa bersyukur karena usaha tetap bisa bertahan. Masih ada pelanggan setia yang membeli produknya meski dalam jumlah yang tidak banyak seperti sebelum pandemi Covid-19 menghantam. Pelanggan yang masih tetap membeli itu dari Aceh. Kebanyakan pelanggannya merupakan reseller.

Soal harga bros buatannya bervariasi. Tergantung model, ukuran, serta kerumitan pembuatannya. Yakni mulai Rp 20 ribu sampai Rp 400 ribu. “Kalau yang harganya ratusan ribu itu seperti ini modelnya," jelasnya sambil menunjukkan bros dengan hiasan batu alam di tengahnya. Dsy19

 

 

Berita Terbaru

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat tahun 2029, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, telah mengusulkan…

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam mengantisipasi potensi di musim penghujan yang kerap melanda kedua wilayah rawan banjir, Pemerintah Kabupaten…

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Demi menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar pelatihan singkat berbasis penempatan industri.…

Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih

Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih

Selasa, 22 Sep 2026 10:50 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Menindaklanjuti adanya temuan sebanyak puluhan orang menderita influenza like illness (ILI), kini Dinas Kesehatan (Dinkes)…

Vonis Investasi Rp5 Miliar, Majelis Hakim Soroti Marketing yang Disebut Terima Komisi Rp100 Juta

Vonis Investasi Rp5 Miliar, Majelis Hakim Soroti Marketing yang Disebut Terima Komisi Rp100 Juta

Selasa, 22 Sep 2026 10:47 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara investasi senilai Rp5 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tidak hanya berujung pada vonis terhadap dua t…

Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Jelang Super New Moon

Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Jelang Super New Moon

Selasa, 22 Sep 2026 10:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mewaspadai adanya banjir rob di Kota Pahlawan menjelang fenomena Super New Moon sehingga pasang air laut maksimum akan…