Ahli BHR Blitar yang Gemar Pelajari Ilmu Astronomi Sejak Kecil

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Qotrun Nada memantau keberadaan hilal di Bukit Banjarsari lewat teleskop. SP/ BLT
Qotrun Nada memantau keberadaan hilal di Bukit Banjarsari lewat teleskop. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Qotrun Nada memang memiliki hobi tentang astronomi, kegemarannya dalam mempelajari ilmu astronomi terutama terkait perbintangan, membuatnya dipercaya untuk ikut bergabung dalam kegiatan penentuan ibadah puasa Ramadan dan Idul Fitri. Ia pun juga sempat mengikuti kursus ilmu perbintangan saat bekerja di Amerika, hingga sudah 13 tahun ikut memantau keberadaan hilal di Blitar, kini ia menjadi salah satu tenaga ahli Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Blitar.

Qotrun panggilan pria ramah itu menuturkan, gemar mempelajari ilmu astronomi sejak kecil. Meski mengenyam pendidikan strata satu di jurusan bahasa Inggris, tak menyurutkan semangatnya untuk belajar ilmu perbintangan secara otodidak. Tampaknya takdir memberikan kemudahan memperkaya ilmu bintang.

"Saya tamat kuliah itu pada 1992, kemudian diajak kerja ke Amerika di 1999. Di sanalah saya mulai serius belajar astronomi. Sempat juga ikut kursus ilmu nujum (perbintangan) selama setahun," tuturnya.

Sedangkan saat di Amerika, Qotrun hanya seorang pekerja serabutan di pabrik. Namun, berbekal kemampuannya yang fasih berbahasa Inggris serta sedikit pengetahuan mengenai astronomi, membuatnya kian mudah memahami ilmu langit tersebut. Sayangnya, setelah setahun menyelesaikan kursus ilmu perbintangan, kondisi kesehatan yang kurang stabil mengharuskannya untuk pulang ke tanah air.

"Pada 2003 saya pulang kampung. Jadi saya belajar di kursus itu cuma setahun. Setelah itu langsung pulang karena sakit," jelas pria warga Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar itu.

Qotrun awalnya sempat kebingungan menerapkan ilmu pengetahuan yang didapatkan. Barulah  dia mulai aktif mengikuti rukyatul hilal pada 2005. Berkat kemampuannya yang dapat menghitung perkiraan perputaran hilal hingga membuatnya mendapat tawaran menjadi tim BHR Kabupaten Blitar.

"Kalau di sini nyebutnya ilmu falak atau peredaran matahari dan bulan, sedangkan yang saya pelajari ilmu nujum tentang posisi bintang. Dan ternyata lebih mudah yang ilmu falak. Dari situlah saya gabung tim BHR sekitar 2008," bebernya.

Hingga kini, dia masih dipercaya untuk mengikuti setiap kegiatan rukhyatul hilal. Baik saat rukyatul hilal menjelang puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha, serta saat menentukan awal bulan kalender Hijriah.

Qotrun mengaku, selain fokus mengajar, dia juga masih ingin mempelajari ilmu-ilmu atronomi lainnya. Sehingga pengetahuannya terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Usia tidak membatasi seseorang dalam belajar. Dsy3

Berita Terbaru

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…