Sikapi Putusan Hakim MA, Kalau Terbukti Terdakwa Minta Hukuman Berat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tuty Laremba,SH kuasa hukum Guntual Laremba tak lain istri terdakwa, Senin (3/5/2021)
Tuty Laremba,SH kuasa hukum Guntual Laremba tak lain istri terdakwa, Senin (3/5/2021)

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Guntual Laremba terdakwa dalam perkara menggunakan gelar palsu sarjana hukum (SH), yang diajukan jaksa penuntut umum Kejari Sidoarjo yang dikabulkan lewat kasasi di Mahkamah Agung, dimana majelis hakim MA membatalkan putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 847/PID.SUS/2019/PN SDA Tanggal 27 Mei 2020, dengan terdakwa Guntual Laremba, mendapatkan tanggapan dari kuasa hukumnya Tuty Laremba yang tak lain istri terdakwa.

Menurut Tuty, dalam kasus perkara menggunakan gelar palsu Sarjana Hukum (SH), pihaknya merasa tak gentar dengan kasasi MA yang tertera dalam web resmi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran perkara) PN Sidoarjo tersebut.Memperhatikan putusannya dua bulan dari ancaman 10 tahun, sangat kelihatan kalau kriminalisasi, bukan karena hukum.

“Coba amati persesuaian antara perbuatan pidana yang didakwakan tidak berkesesuaian dengan KUHAP Pasal 183, 184, 185, 186, 187 terutama Pasal 188, alat bukti yg dijadikan pertimbangan surat-surat pribadi antara debitur BPR dan kreditur yang tidak transparan, copy Ijasah yang dipakai adalah copy ke copy lalu dilegalisir oleh penyidik tanpa menunjukan aslinya atas petunjuk JPU,” ujar Tuty, Senin (3/5/2021).

Masih kata Tuty, dalam kasus ini, terdakwa Guntual memberikan klarifikasi sehingga pemutus perkara harkat dan martabat manusia tidak ada tendensius. Tuty, juga merasa keberatan dihukum ringan, minta perkara digelar kembali. Kalau terbukti bersalah hukumannya jangan terlalu jauh dari ancaman. Hukuman dua bulan dari tuntutan 10 tahun itu, menurutnya pelecehan, hukuman atau mainan.

 “Kalau dihukum ringan, nanti dikira saya menyogok majelis hakim. Terlebih dalam putusan ini ada dua penetapan yang berbeda informasi. Yakni melalui SIPP-PN Sidoarjo hakim tunggal, sedangkan melalui kepanitraan mahkamah agung hakimnya hakim majelis,” jelasnya menambahkan.

Pihaknya, selaku terdakwa tidak mau dipermainkan oleh mafia hukum, apalagi Hakim Mahkamah Agung yang tidak amanah. Tuty merasa sangat dirugikan dengan dinyatakan memakai, ijazah palsu. Karena sampai hari ini tidak ada yg bisa tunjukan padanya tentang adanya ijasah palsu.

Dan sampai hari ini dirinya belum tahu kedua penetapan yang dipedomani. Apakah putusan hakim tunggal melalui SIPP-PN Sidoarjo atau hakim majelis sesuai website kepaniteraan Mahkamah Agung RI.

“Ketika sudah menerima amar putusan kami akan segera ajukan upaya hukum luar biasa PK terhadap semua kecacatan formil, bahkan bila perlu ajukan uji materi Ke MK dan minta perkara digelar ulang. Bila terbukti bersalah minta dihukum lebih berat supaya sebanding dengan ancaman,” tandasnya.

Kita ketahui, pada pengadilan tingkat pertama, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo menjatuhkan vonis bebas kepada Guntual, terdakwa perkara dugaan pemalsuan gelar strata satu, sarjana hukum (SH).

Majelis hakim menyatakan, terdakwa Guntual tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum. Guntual bebas murni atas laporan The Riman Sumargo dan Djoni Harsono, Pimpinan PT BPR Jati Lestari.

Namun, vonis bebas itu oleh JPU Kejari Sidoarjo diajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Atas Kasasi JPU itu, Mahkamah Agung pun mengabulkan permohonan kasasi tersebut. MA membatalkan vonis pada pengadilan tingkat pertama dan menjatuhkan hukuman kepada Guntual selama 2 bulan penjara.nt

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…