3 Home Industri Petasan Digerebek

2.237 Petasan akan "Disumet" Sebelum Lebaran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander saat menanyai tersangka home industri petasan. SP/Dwy Agus Susanti
Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander saat menanyai tersangka home industri petasan. SP/Dwy Agus Susanti

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Aksi ledakan akibat meracik petasan yang terjadi di beberapa wilayah di Jatim beberapa waktu yang lalu membuat polisi gencar merazia sejumlah home industry petasan agar tak terjadi kejadian serupa.

Terbaru, Polres Mojokerto menggerebek 3 home industry petasan di Mojokerto. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita 2,237 petasan berbagai ukuran yang rencananya akan di jual saat malam takbiran. 

Tak hanya itu, petugas Polres Mojokerto bersama jajaran juga mengamankan 69,5 Kg bubuk mesiu dan berbagai alat bukti pembuatan petasan dari  empat pelaku di dua TKP.

Ke-4 pelaku tersebut yakni Mulyadi (46), Suwono (51), Kaseran (71), Roib (46). Seluruh tersangka ini sebagian berperan sebagai penyedia black powder, serta ada juga tukang pembuat selongsong petasan.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, adapun barang bukti yang disita sebanyak 69,5 kilogram bubuk hitam bahan baku pembuatan petasan diantaranya 5 Kg bubuk petasan, 2 Kg belerang, 4 Kg potasium, 0,5 Kg bubuk sendawa, 1,5 kg serbuk bronze, 16 lembar sumbu petasan, tepung kanji, arang, kompor gas, panci dan alat aduk serta 2.237 buah petasan yang diamankan dari Home Industri di wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo.

Ia menyebut, semua barang bukti itu diamankan dari tersangka yang ditangkap di tiga lokasi berbeda yaitu di wilayah Kecamatan Jatirejo dan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, serta Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo.

Terungkapnya kasus Home Industri petasan ini berawal dari informasi masyarakat pada 24 April 2021 lalu, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku pembuat petasan di kecamatan Jatirejo atas nama Mulyadi (46). 

"Kami menangkap para tersangka yang meracik dan memproduksi petasan (Home Industri, Red) petasan di lokasi berbeda, salah satunya atas nama Cak Mul asal Jatirejo," jelasnya.

“Tersangka Cak Mul (Mulyadi) meracik sendiri bahan-bahan menjadi bubuk petasan. Kemudian menjual bubuk petasan tersebut ke masyarakat seharga Rp 150 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Penangkapan para pelaku ini tidak lain untuk  menjaga adanya hal yang tak diinginkan di tengah masyarakat pada saat lebaran. Mengingat ribuan petasan ini rencananya akan dijual ditengah masyarakat pada saat malam takbiran. 

"Petasan-petasan ini sangat membahayakan untuk keselamatan pemain itu sendiri maupun warga masyarakat dan keselamatan para petugas yang berada di lapangan,"tambah Dony.

Dony mengatakan pihaknya akan memusnahkan puluhan kilogram bahan baku bubuk petasan (Black Powder) dan ribuan petasan di Mako Brimob dan sebagian dimusnahkan dengan menggunakan air.

"Bubuk petasan Black Powder diproduksi dan diedarkan oleh para tersangka dalam bentuk kemasan plastik untuk membuat mercon berukuran skala besar berdiameter 9 centimeter, 7, 4 dan 2 sentimeter dan bahan pembuat lainnya akan dimusnahkan karena membahayakan," tegasnya. 

Sebelum diserahkan atau di bawa ke Mako Brimob, beberapa petasan dengan bermacam-macam ukuran sempat di ledakan di Polres Mojokerto untuk membuktikan bahaya dari ledakan mercon yang telah disita. 

Pemusnahan sebagian barang bukti itu dilakukan di halaman Polres Mojokerto dihadapan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama Forkopimda  meliputi TNI, Kejaksaan dan Pengadilan Kabupaten Mojokerto. dwy/cr3/ham

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…