Pencemaran di Kali Kebo Dikeluhkan Warga Selama 2 Tahun Terakhir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi aliran Kali Kebo yang tercemar kotoran sapi.
Kondisi aliran Kali Kebo yang tercemar kotoran sapi.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Batu - Pemandangan tak mengenakkan tampak di aliran kali Kebo, kelurahan ngaglik Kota Batu. Bagaimana tidak, aliran air di dekat pintu arus keluar  nampak berwarna hijau kehitam-hitaman, selain itu aroma tak sedap juga tercium di kawasan sekitar.

Kondisi aliran sungai seperti itu karena tercampur degan kotoran sapi. Kondisi ini telah berlangsung lama, bahkan warga sekitar berulang kali mengeluhkan akan hal itu.

Arif Kurniawan (41) warga RW 2, mengatakan kalau kondisi pencemaran itu sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu.

“Warga sudah mengadukan kondisi ini kepada pemerintah, namun belum ada perubahan. Jika hujan, kondisinya semakin parah,” katanya, Selasa (4/5/2021).

Dari pantauan di lokasi, pencemaran air sungai ini berada dekat dengan sebuah sumber mata air.

“Baunya sangat tidak enak. Warga menjadi tidak nyaman karena kondisi seperti ini,” terangnya.

Dikatakan Arif, limbah kotoran ternak itu mengalir dari kawasan Desa Pesanggrahan, Kota Batu.

Para petani yang menggunakan aliran Kali Kebo untuk pertanian, juga disebutkan mengalami gatal-gatal pada kakinya. Sedangkan peternak ikan konsumsi, mengalami kerugian karena banyak ikan yang mati.

Didik Harjianto (53) peternak ikan nila mengaku merugi hingga Rp 3 juta dalam sepekan ini. Puluhan ikan di kolamnya mati dalam tiga hari terakhir.

“Setiap hari ada ikan yang mati. Jumlahnya bisa sampai dua ember. Tentu ini kerugian bagi kami,” kata Harjianto.

Kolam ikan milik Harjianto berwarna gelap karena banyak kotoran ternak yang mengapung. Air di kolamnya berasal dari aliran Kali Kebo. Jaraknya tidak begitu jauh. Sekitar 30 meter.

Ukuran kolam yang dikelola Harjianto adalah 15 x 7 meter. Tahun lalu, kondisi serupa juga pernah terjadi, namun tidak separah saat ini.

Harjianto dan saudaranya, Tri Junaedi (38) membersihkan kolam setiap hari. Ia harus mengeluarkan kotoran ternak dengan cara dijaring setiap hari. Kegiatan itu bisa dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.

Ikan-ikan yang mati merupakan ikan yang telah siap jual. Pada bagian insang terlihat warna gelap. Jika insangnya dibuka, banyak sekali kotoran yang menempel.

Harjianto berharap ada langkan strategis dari Pemerintah Kota Batu mengatasi limbah kotoran ternak di kawasan Lesti.

Sejauh ini, warga telah melaporkan ke pihak kelurahan, namun belum ada tindak lanjut sehingga kondisi di Kali Kebo semakin memburuk.

Berita Terbaru

Aklamasi, Deni Wicaksono Kembali Pimpin Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur.

Aklamasi, Deni Wicaksono Kembali Pimpin Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur.

Minggu, 01 Nov 2026 09:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 09:36 WIB

SURABAYAGI.COM, SURABAYA – Deni Wicaksono kembali mendapat kepercayaan memimpin Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur s…

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…