Eksis Berbisnis Beraneka Aksesoris dan Tasbih dari Batu Alam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Luchy Riswanti yang tengah membuat tasbih dari batu alam. SP/ TLG
Luchy Riswanti yang tengah membuat tasbih dari batu alam. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kecintaannya pada ragam aksesori batu alam memotivasi Luchy Riswanti menjadi perajin (crafter) pembuat tasbih, aneka aksesori berbahan batu dan wirecraft (kawat khusus kerajinan) dan dan aneka aksesori khusus wanita yang kini mulai dilirik hingga ke luar kota.

Pemesan datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Malang, hingga Jember. Ke depan, dia ingin mengembangkan lagi bisnisnya, memadukan kawat dengan batu dan mutiara.

Luchy memulai bisnisnya tersebut sejak sekitar 10 tahun lalu. Saat itu dirinya hanya berkecimpung pada kerajinan bros dengan gaya etnik dan menggunakan batu-batuan alam sebagai ciri khas untuk jilbab maupun hiasan baju serta wirecraft aneka bentuk turut menjadi ciri khasnya.

“Saya selalu memadukan batu dan wirecraft untuk setiap karya saya. Untuk gaya desain, saya menonjolkan gaya etnik supaya cantik,” terangnya, Selasa (18/5/2021).

Kini bros-bros buatannya laris manis di pasaran baik dalam kota maupun lua kota. Dengan hanya bermodal membentuk kawat, juga diperlukan ketelitian dan kreativitas untuk produksi. Bahkan, tak jarang salah dalam merangkai atau membentuk, membuatnya harus mulai dari awal lagi.

Selain itu, Luchy juga mencoba mengembangkan bisnisnya dengan produksi lain. Dua tahun terakhir dia pun mulai kembangkan dengan membuat tasbih mini yang cocok untuk traveling. Selain masih mengandalkan batu alam dan wirecraft, ini menjadi peluang bisnis baru. Sebab, praktis untuk para pelancong dan cocok digunakan sebagai kado maupun hadiah bagi orang terkasih.

Meskipun terdampak imbas pandemi, Luchy mengaku beruntung bisnisnya masih dapat bertahan dan terus mencoba berinovasi dengan membuat konektor masker dan strapmask (kalung masker). Kedua item ini merupakan aksesori yang sedang diburu karena tak hanya menjadi kebutuhan belaka, tapi juga tren fashion baru.

“Anjuran agar tetap menggunakan masker ini memunculkan tren fashion baru. Seperti munculnya strapmask dan konektor masker,”urainya.

Tak ketinggalan, dalam momen Lebaran tahun ini, adanya pandemi menciptakan tren baru dengan saling berkirim parsel atau hampers Lebaran. Untuk itu, ibu satu anak ini pun ambil bagian.

“Saya membuat paket hampers Lebaran. Selain unik, juga bisa lebih berguna daripada sekedar bingkisan biasa,” ujarnya. Dsy5

Berita Terbaru

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat  Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah besar Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam wujudkan Pesantren percontohan, dan meningkatkan kualitas pendidikan terus…

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat  untuk memanfaatkan semaksimal mungkin layanan Cek …

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — PT PAL Indonesia berhasil mempercepat produksi Landing Platform Dock (LPD). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan K…

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

  SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kasus dugaan kekerasan asusila yang menjerat Jayadi (55), pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Raden Wijaya di …

KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api di Perlintasan Sebidang

KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api di Perlintasan Sebidang

Kamis, 21 Mei 2026 12:51 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tepat tanggal 20 Mei 2026 merupakan Hari Kebangkitan Nasional, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan semangat…

Serapan Tenaga Kerja Berdaya Saing Global, Jatim Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP ke Luar Negeri

Serapan Tenaga Kerja Berdaya Saing Global, Jatim Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP ke Luar Negeri

Kamis, 21 Mei 2026 12:46 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 12:46 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melepas 3.600 lulusan Sekolah Me…