Fenomena WTA dan Keberadaan Tembakau di Pertengahan Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peringatan hari tanpa tembakau sedunia. SP
Peringatan hari tanpa tembakau sedunia. SP

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan hari tanpa tembakau sedunia atau sering disebut World no Tobacco Day yang diperingati setiap tanggal 31 Mei merupakan suatu peringatan yang diselenggarakan agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dari bahaya merokok.

Hari tanpa tembakau sedunia didirikan oleh negara-negara anggota World Health Organization (WHO) pada tahun 1987 untuk menanggapi adanya krisis tembakau global dan penyakit serta kematian yang disebabkan oleh epidemi tersebut.

Tujuan awal dari hari tanpa tembakau sedunia ini untuk mencegah masyarakat menggunakan produk tembakau selama 24 jam, namun peringatan tersebut menjadi acara tahunan yang dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran tentang bahaya penggunaan produk tembakau.

Hal ini sangat berbanding terbalik dengan acara World Tobacco Asia (WTA). World Tobacco Asia (WTA) di Indonesia memiliki sejarah kelam. World Tobacco Asia (WTA) pertama kali dilaksanakan dan diselenggarakan di Indonesia tepatnya di Jakarta pada tahun 2010. Pada tahun 2011, tidak ada negara yang mau untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan WTA sehingga pada tahun itu WTA tidak diselenggarakan.

WTA kembali diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 19-21 September 2012. Saat itu, para mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak WTA di Balai Sidang Jakarta Convention Center. Hasilnya, pihak terkait berjanji untuk tidak menyelenggarakan WTA kembali di Indonesia.

Dalam setiap tahunnya, benua Asia merayakan World Tobacco Asia yaitu suatu pameran yang bergerak dalam memperkenalkan alat-alat dan bahan baku dari rokok itu sendiri serta berbagai macam inovasi terkait rokok yang dikenalkan kepada khalayak umum.

Event ini menempatkan sasarannya kepada para remaja untuk mempengaruhi kalangan tersebut agar menjadi perokok baru. Apalagi, negara kita sendiri, Indonesia, dikenal oleh WTA sebagai negara yang ramah akan rokok. Hal ini sangat menuai kontroversi yang mana seakan-akan menempatkan Indonesia sebagai asbak rokok bagi dunia.

Tidak itu saja, World Tobacco Asia juga mengadakan acara bernama East Java Vape Show. Acara ini memberikan peluang kepada produsen di kawasan Jawa Timur  untuk memasarkan produk kepada audiens, grosir, dan distributor di pasar yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan selama beberapa tahun ke depan. Tentu saja, hal ini menyebabkan banyaknya kontroversi dikarenakan pemasaran Vape sebagai alternatif sehat rokok. Padahal, klaim tersebut telah dibantah dunia science internasional

Tidak mengherankan bila perayaan World Tobacco Asia setiap tahunnya selalu diisi oleh kegiatan-kegiatan yang menentang konsumsi produk tembakau yaitu rokok. Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok tertinggi ketiga di dunia, di bawah China dan India.

Padahal, banyak sekali penyakit yang dapat diakibatkan oleh rokok. Rokok merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner, stroke, kanker, penyakit paru kronik dan diabetes mellitus dan merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di negara kita Indonesia.

Sudah banyak pesan-pesan kesehatan tentang bahaya merokok yang ada di masyarakat, bahkan sampai bungkus rokok pun mencantumkan gambar-gambar menyeramkan tentang penyakit yang bisa timbul akibat rokok. Namun, tetap saja angka prevalensi perokok di Indonesia terus mengalami kenaikan.

Disamping fakta bahwa rokok berdampak buruk pada kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian, industri tembakau di Indonesia berkontribusi besar terhadap perekonomian. Hal ini mengacu pada pada data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di tahun 2019 bahwa total tenaga kerja industri tembakau mencapai 5,9 juta yang terdiri dari 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi. Selain itu, pada tahun 2018, nilai ekspor rokok dan cerutu mencapai Rp 13 triliun yang meningkat 2,98% dibanding tahun 2017. Namun, kondisi pandemi yang melanda Indonesia saat ini mengakibatkan pertumbuhan ekspor tembakau turun hingga mencapai 26,3 persen. Melihat kedua aspek yang saling bertentangan akibat dampak tembakau, yakni kesehatan dan ekonomi menyebabkan dilema pemerintah sektor apa yang harus diutamakan terlebih dahulu.

Selain dilema pemerintah, dari segi kesehatan Tobacco yang merupakan bahan dasar pembuatan rokok, menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya kasus pandemi COVID-19. Virus COVID-19 yang menyerang sistem pernapasan manusia, menimbulkan efek yang lebih parah apabila orang yang terjangkit itu merupakan perokok aktif.

Seorang perokok aktif memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gangguan sistem pernafasan dan komplikasi yang dapat menurunkan imunitas tubuh. Sistem imunitas yang rendah ini memudahkan berbagai penyakit, terutama virus COVID-19 yang memiliki penyebaran yang sangat masif. Berdasarkan tuturan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, yang menyampaikan bahwa perlu adanya tobacco distancing untuk melawan pandemi COVID-19.

Tidak hanya physical maupun social saja, tetapi juga perlu adanya tobacco distancing karena terdapat jelas hubungan antara  rokok dengan virus COVID-19. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya tidak hanya menerapkan social distancing tetapi juga menerapkan tobacco distancing untuk menurunkan potensi masyarakat terjangkit virus COVID-19. Jauhi tembakau dan segala produk olahannya, ciptakan diri dan negeri yang lebih sehat. ril

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…