Banyak Warga Surabaya Berharap Dapat Teraliri Gas Rumah Tangga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Anggota Komis A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. SP/Al Qomar
Anggota Komis A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. SP/Al Qomar

i

 

SURABAYAPAGI.OCM, Surabaya - Hampir sekitar 90 persen lebih warga Surabaya masih menggunakan Melon Ijo alias Elpiji 3 kilogram (Kg) untuk memasak, padahal mereka tinggal di kota besar kedua setelah DKI Jakarta. 

Hal ini diungkap anggota Komis A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni saat melakukan reses di daerah Rungkut dan Gunung Anyar, ia mengaku banyak mendapati warga yang berharap rumahnya dialiri gas dengan mekanisme pipanisasi.

“Banyak warga yang menanyakan, kapan pipas gas yang langsung tersambung ke rumah warga akan terealisasi?” ungkapnya Jumat (20/5).

Thoni mengatakan warga masih mengandalkan Melon Ijo meski dari sisi keamanan cukup rawan lantaran belum ada pipa yang mengalirkan gas ke rumah mereka.Padahal, tandas Thoni, kabarnya cadangan gas di Jatim cukup besar. 

“Namun nyatanya, sampai saat ini, masih hampir 90-an persen lebih warga Surabaya tetap membeli tabung gas, kemudian dipasang di alat pemasak (kompor),” ungkapnya.

Ini yang kemudian disayangkan Thoni. “Di saat cadangan gas di Jatim, informasi yang saya dengar mengalami surplus, distribusinya belum juga bisa dinikmati masyarakat Surabaya secara keseluruhan,” katanya menyayangkan.

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya ini menegaskan, sebagai ibu kota Jatim, seharusnya Surabaya layak menjadi proyek percontohan aliran pipa gas langsung ke rumah tangga.

“Tentunya, Pemkot Surabaya harus berkolaborasi dengan Pemprov Jatim  untuk mewujudkan gagasan ini. Sehingga, di masa mendatang seluruh rumah di Surabaya sudah teraliri pipa gas,” terangnya.

Untuk itu, Thoni berharap Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dapat duduk bersama dengan Gubernur Jatim, dan stakeholder terkait baik BUMN  dalam hal ini PGN maupun perusahaan gas swasta lain untuk mewujudkan harapan warga Surabaya.

Menurutnya, dengan duduk bersama dan niat baik segala persoalan bisa diselesaikan. “Apa saja hambatannya, tentu akan terurai dan masyarakat akan mendapatkan manfaatnya,” katanya.

“Insyaallah dengan koordinasi wali kota dengan semua pemangku kepentingan, gagasan yang selama ini mandek (jalan di tempat) akan segera terealisasi, tidak sebatas angan-angan,” tuntasnya. Alq

 

Berita Terbaru

Istri di Blitar Tewas Diduga Dianiaya Suami

Istri di Blitar Tewas Diduga Dianiaya Suami

Selasa, 03 Feb 2026 16:35 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kehebohan awal Februari tepatnya hari Selasa pagi (3 Februari 2026) di desa Boro Kec Selopuro Kabupaten Blitar, sempat kejutan warga…

 Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

 Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pengemudi becak Lamongan akhirnya ikut kebagian pemberian becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang…

Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata

Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan kerja sama dengan PT Kereta Api Pariwisata (KAI…

Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

Selasa, 03 Feb 2026 16:17 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:17 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan penyaluran Corporate Social R…

Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang  PT Zam-Zam Residence

Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang  PT Zam-Zam Residence

Selasa, 03 Feb 2026 16:14 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sudah sebulan lebih ini pasca audensi dengan  komisi C DPRD,  PT Zam-Zam teryata masih mokong, enggan untuk mengurus izin P…

Lahan Reklamasi di Samping SHGB Mie Sedap Belum Kantongi PKKPRL, Maspion Akui Masih Milik Negara

Lahan Reklamasi di Samping SHGB Mie Sedap Belum Kantongi PKKPRL, Maspion Akui Masih Milik Negara

Selasa, 03 Feb 2026 16:12 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Polemik dugaan pencaplokan wilayah laut melalui penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 01914 di kawasan Pabrik Mie S…