40 Persen UMKM Banyuwangi Belum Go-Online

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
60 persen mulai online, 40 persen sisanya masih kekeh atau kesulitan mempelajari. SP/PEMKAB BANYUWANGI
60 persen mulai online, 40 persen sisanya masih kekeh atau kesulitan mempelajari. SP/PEMKAB BANYUWANGI

i

SURABAYAPAGI, Banyuwangi - Pelaku UMKM dan pengusaha saat ini dituntu menguasai teknologi dan informasi untuk memperkuat pasar dan modal. Sayangnya ada ratusan UMKM di Banyuwangi yang belum online. Ha ini terjadi karena masih banyak pelaku UMKM yang gagap teknologi, dan harus belajar dari awal untuk menyesuaikan diri.

“Intinya ada peralihan perilaku bisnis agar bisa tetap bergerak, selama ini teman teman itu kan gaptek, berkaitan dengan teknologi, ya karena secara pendidikan itu dibilang rendah iya, enggak ya juga enggak. Akhirnya kemarin itu yang sebelumnya males online akhirnya dengan terpaksa online, mau tidak mau, kalau gak, gak bisa bertahan,” ujar Ketua Asosiasi Asesoris, Kerajinan, Kaos, Kuliner, Batik (Akrab) Banyuwangi, Syamsudin, kemarin.

Kondisi tersebut, kata Syamsudin juga membuat para pelaku bisnis bertahan dengan konsep pemasaran produk secara konvensional, seperti keliling dari toko ke toko, dan menjual di lapak tokonya sendiri sambil menunggu pembeli datang.

“Ada yang kekeh konvensional masih ada, selain yakin, kebanyakan merek yang tetap konvensional mereka kebanyakan ada keliling di toko toko, itu masih bisa bertahan. Tapi kalau mengandalkan menunggu di toko, itu memang berat, ketika pandemik beralih ke online,” imbuhnya.

Dari catatan Akrab Banyuwangi, dari total 800 anggota yang tersebar di 25 kecamatan Banyuwangi, baru 60 persen pelaku usaha yang maksimal memasarkan produknya secara online.

“Kalau soal presentase, antara yang online dan tidak masih imbang. 60 persen mulai online, 40 persen sisanya masih kekeh atau kesulitan mempelajari, meski pelatihan dari pemerintah itu terus diadakan. Gak gampang soalnya, bagi yang bisa bilang gampang, tapi buat teman teman UMKM tidak familiar,” tandasnya.

Syamsudin mengaku, dirinya tergolong generasi pelaku usaha mikro di bidang batik baju yang gagap teknologi, sehingga masih mengandalkan cara konvensional. Kendati demikian, Syamsudin masih bertahan lewat jaringan pasar yang telah ia bangun sejak lama.

“Kalau saya sendiri terus terang belum, karena saya salah satu yang termasuk, 40 persen yang tidak online itu. Masih bikin batik, masih kebantu dengan sekolah sekolah seragam yang pesan, ya menurun dari order, tapi ya tidak terlalu,” katanya.

Syamsudin menyebut, saat ini total pelaku UMKM yang belum terdaftar masih terbilang banyak. Rata-rata, per kecamatan terdapat 200 hingga 300 UMKM.

“Sekarang anggota Akrab ada 800 an, dan ini terus bertambah, masih pendataan, sekarang mulai didirikan koordinator di tingkat kecamatan. Per kecamatan minimal 200-300, bisa dikalikan 25 kecamatan,” pungkasnya. tn/na

Berita Terbaru

Dukung Mobilitas, DPUPR Batu Siapkan Akses Jalan menuju TPS Pesanggrahan

Dukung Mobilitas, DPUPR Batu Siapkan Akses Jalan menuju TPS Pesanggrahan

Rabu, 07 Okt 2026 13:47 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 13:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna mendukung mobilitas menuju lokasi TPS, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu menyiapkan akses jalan menuju…

Petani di Kota Batu Kian Terjepit, Bantuan Pupuk Organik Dipangkas hingga 70 Persen

Petani di Kota Batu Kian Terjepit, Bantuan Pupuk Organik Dipangkas hingga 70 Persen

Rabu, 07 Okt 2026 13:41 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 13:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sejumlah petani di Kota Batu kian terjepit melihat bantuan pupuk organik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bagi kalangan petani…

Desil Picu Beasiswa Dicabut, Pemkab Situbondo Bakal Perbaiki Data pada 2027

Desil Picu Beasiswa Dicabut, Pemkab Situbondo Bakal Perbaiki Data pada 2027

Rabu, 07 Okt 2026 13:24 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya dalam pendataan ulang terkait data desil yang dinilai kurang akurat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai…

RS di Sidoarjo Ubah Ruang Staf Jadi Kamar Pasien Imbas Kenaikan Kasus Influenza

RS di Sidoarjo Ubah Ruang Staf Jadi Kamar Pasien Imbas Kenaikan Kasus Influenza

Rabu, 07 Okt 2026 13:12 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 13:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti lonjakan kasus influenza yang juga disebut sebagai superflu mengakibatkan sejumlah rumah sakit di Kabupaten…

Pemkab Sidoarjo Bekali Keterampilan Mekanik Motor untuk Tekan Pengangguran

Pemkab Sidoarjo Bekali Keterampilan Mekanik Motor untuk Tekan Pengangguran

Rabu, 07 Okt 2026 12:28 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam menekan angka pengangguran serta memenuhi tingginya kebutuhan tenaga kerja industri otomotif lokal, Pemerintah…

Pemkab Madiun Siapkan Sejumlah Opsi Pendidikan bagi Anak Korban KM Virgo

Pemkab Madiun Siapkan Sejumlah Opsi Pendidikan bagi Anak Korban KM Virgo

Rabu, 07 Okt 2026 12:23 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun telah menyiapkan sejumlah opsi dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak keluarga…