218 Ribu Warga Surabaya "Hilang", Pemekaran Dapil Tercancam Gagal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jumlah penduduk di Kota Surabaya mulai berkurang, rencana adanya pemekaran daerah pilihan di Kota Pahlawan dalam Pemilihan Legislatif 2024 terancam gagal. SP/PATRICK
Jumlah penduduk di Kota Surabaya mulai berkurang, rencana adanya pemekaran daerah pilihan di Kota Pahlawan dalam Pemilihan Legislatif 2024 terancam gagal. SP/PATRICK

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam satu tahun terakhir, jumlah penduduk di Kota Surabaya mulai berkurang. Berkurang jumlah penduduk ini membuat rencana adanya pemekaran daerah pilihan di Kota Pahlawan dalam Pemilihan Legislatif 2024 terancam gagal.

Berdasarkan data Dispendukcapil Kota Surabaya melalui laman resminya http://dispendukcapil.surabaya.go.id, dalam setahun terakhir setidaknya ada 218.762 penduduk yang "hilang" dari peredaran.  "Tentu hal ini harus menjadi perhatian bersama," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kota Surabaya Muh Kholid AS, Senin (24/5/2021).

Angka ini, kata Kholid, karena jumlah penduduk Surabaya per-31 Desember 2020 turun 188.213 dari tahun 2019. Dari 3.158.943 pada tahun 2019 jadi 2.970.730 pada tahun 2020. Padahal, lanjut dia, masih berdasar data Dispendukcapil, dalam tahun 2020 itu terdapat 56.394 kelahiran, serta 25.845 kematian. Artinya surplus 30.549 jiwa.

"Jika selisih kelahiran-kematian ini ditambah selisih data 2019 dan 2020, maka ada 218.762 penduduk yang datanya masih misterius. Mungkinkah ribuan ini keluar pindah dari Surabaya?" kata Kholid.

Kholid mencermati perubahan data ini terkait dengan kajian kepemiluan yang dilakukannya untuk kepentingan internal Partai Golkar Surabaya pada akhir 2020.  "Saat kami mengakses pada sekitar November 2020, jumlah penduduk Surabaya yang tercantum di laman Dispendukcapil adalah 3.157.126 jiwa pertanggal 30 Juni 2020," ujarnya.

Termasuk, kata dia, KPU Surabaya melalui Divisi Sosialisasi pada akhir April 2021 juga telah melempar wacana ke publik soal penambahan kursi DPRD Kota Surabaya menjadi 55 kursi. "Kami pun mengecek jumlah penduduk melalui laman Dispendukcapil. Data yang termaktub masih bertanggal 30 Juni 2020, dengan jumlah penduduk 3.157.126 jiwa," katanya.

Kholid tentu saja mempertanyakan raibnya 218.762 penduduk Surabaya dalam setahun terakhir, apakah data tersebut memang mengakibatkan potensi pemecahan Dapil menjadi tidak memungkinkan untuk dilakukan?

"Dalam pandangan Partai Golkar Surabaya, jumlah penduduk ini tidak berpengaruh pada pentingnya pemekaran Dapil. Namun, dalam kajian kami, pembagian Dapil yang ada saat ini masih terasa kurang mencerminkan proporsional dan proporsionalitas dalam menerjemahkan semangat UU 7/2017 tentang Pemilu," katanya.

Dalam UU 7/2017 dan keputusan KPU RI 18/PP.02-KPT/03/KPU/I/2018 tentang Petunjuk Teknis Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten/Kota Dalam Pemilu, jika jumlah penduduk lebih dari 3 juta jiwa, jumlah anggota DPRD bisa berjumlah 55 orang.

Anggota KPU Surabaya Soeprayitno sebelumnya menyatakan pihaknya tengah menyiapkan kajian akademik terkait pemekaran dapil dengan melibatkan akedemisi lintas perguruan tinggi di Surabaya.

"KPU Surabaya akan berkirim surat ke lintas partai politik agar mereka mengirimkan konsep usulan dapil. Biar bagaimanapun mereka adalah peserta dalam pemilu 2024," kata Soeprayitno.

Apalagi, lanjut dia, Komisi A DPRD Surabaya siap mendukung upaya pengajuan anggaran untuk melakukan kajian akademik bersama akademisi, membuat produk hukumnya, sosilaisasi dan beberapa kebutuhan lain. alq/cr3/ana

Berita Terbaru

Penjualan BAIC Naik 91 Persen, Surabaya Jadi Medan Baru Perebutan Pasar Otomotif

Penjualan BAIC Naik 91 Persen, Surabaya Jadi Medan Baru Perebutan Pasar Otomotif

Rabu, 26 Agu 2026 13:51 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar otomotif Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi PT JIO Distribusi Indonesia, distributor resmi BAIC di I…

Hanya Butuh 12 Hari, Polres Blitar Berhasil Ringkus 10 Kasus dan Dua Target Operasi Peredaran Narkoba

Hanya Butuh 12 Hari, Polres Blitar Berhasil Ringkus 10 Kasus dan Dua Target Operasi Peredaran Narkoba

Rabu, 26 Agu 2026 13:48 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar terus menerus lakukan pencegahan peredaran/pengguna Narkoba dan barang haram ( Obat obatan terlarang ) lainya, di…

Diduga Kurang Berhati-hati, Pengendara Motor di Blitar Sruduk Pohon di Tepi Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Pengendara Motor di Blitar Sruduk Pohon di Tepi Jalan

Rabu, 26 Agu 2026 13:45 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Usai sholat subuh warga masarakat sekitar Jalan Raya Nglegok Ds. Penataran, Kec. Nglegok, Kab. Blitar, di kejutkan suara benturan…

Harga Kedelai Lokal di Bojonegoro Meroket Jelang Panen saat Puncak Kemarau

Harga Kedelai Lokal di Bojonegoro Meroket Jelang Panen saat Puncak Kemarau

Rabu, 26 Agu 2026 13:38 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Menjelang panen saat puncak kemarau mengakibatkan sejumlah harga kedelai lokal dan kedelai impor di Kabupaten Bojonegoro…

Lewat MTQ 2026, Pemkab Bojonegoro Siap Jaring Bibit Qur’ani hingga Pelosok

Lewat MTQ 2026, Pemkab Bojonegoro Siap Jaring Bibit Qur’ani hingga Pelosok

Rabu, 26 Agu 2026 13:32 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya menjaring bibit unggul generasi Qur’ani sekaligus memberikan ruang pembinaan bagi peserta dari seluruh wilayah, P…

Terserang Virus Gemini, Panen Cabai di Madiun Anjlok hingga 80 Persen

Terserang Virus Gemini, Panen Cabai di Madiun Anjlok hingga 80 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 13:00 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Terserang virus gemini membuat sejumlah petani cabai rawit di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merugi lantaran…