Tembus 8.000 Kasus per Hari, Malaysia Didesak Lockdown Nasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia Rabu (18/3).
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia Rabu (18/3).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Selama 4 hari berturut-turut kasus positif covid-19 di Negeri tetangga Malaysia meningkat secara drastis dan mencatat rekor terbaru. Bahkan pada Jum’at (28/5), ada 8.290 kasus Corona yang terkonfirmasi di Malaysia.

Dengan penambahan kasus hari ini, total kasus Corona di Malaysia sudah mencapai 549.514 kasus.

Selangor masih menjadi penyumbang COVID-19 harian tertinggi di Malaysia, yakni 2.052 kasus. Kemudian disusul Kelantan dengan 851 kasus dan Kuala Lumpur 830 kasus.

Sebanyak 61 kematian tersebut 18 kasus terjadi Selangor, delapan kasus di Negeri Sembilan, tujuh kasus di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, lima kasus di Kedah, masing-masing empat kasus di Johor dan Sarawak, masing-masing tiga kasus di Melaka dan Perak, masing-masing dua kasus di Pulau Pinang, Kelantan, Wilayah Persekutuan Labuan, dan Terengganu, serta satu kasus di Sabah.

Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan sebanyak 24 klaster Hari Raya Idulfitri telah dicatatkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) hingga 27 Mei. "Paling membimbangkan apabila KKM mendapati kebanyakan kasus positif dilaporkan melibatkan individu yang tidak bergejala. Bagi klaster ini, sebanyak 699 kasus tidak bergejala telah terdeteksi dibanding yang bergejala yaitu 151 kasus," kata Ismail Sabri.

“Saya amat berharap rakyat terus patuhi SOP memandang kasus positif semakin meningkat naik dan hari ini telah mencapai lebih 8.000 kasus,” imbuhnya.

Sebelumnya penguasa Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, meminta pemerintah Malaysia untuk mempertimbangkan kebijakan lockdown secara nasional. Hal ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin parah di Malaysia.

"Lebih dari 7.400 kasus saja hari ini. Ini menakutkan dan kita membutuhkan hampir semua aspek masyarakat untuk tinggal di rumah, untuk memutuskan rantai penularan," kata Sultan Ibrahim, Rabu (26/5/2021), dikutip dari CNA.

"Oleh karena itu, harus ada disiplin di seluruh jajaran agar semua lapisan masyarakat berkomitmen untuk melakukan lockdown untuk mencegah hal terburuk terjadi pada kita semua. Pemerintah juga harus mempertimbangkan lockdown penuh, jika angka COVID-19 tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," tuturnya.

 

 

Berita Terbaru

Tukin Prajurit TNI Dinaikan Prabowo

Tukin Prajurit TNI Dinaikan Prabowo

Jumat, 31 Jul 2026 07:46 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 07:46 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kenaikan tunjangan kinerja (tukin) pegawai Kemhan dan prajurit TNI dibenarkan Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Sirait. Rico…

MK Putuskan Anggaran MBG Dipisahkan, Istana Hormati

MK Putuskan Anggaran MBG Dipisahkan, Istana Hormati

Jumat, 31 Jul 2026 07:43 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 07:43 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dipisahkan dari anggaran pendidikan 20 persen APBN. Meski sudah…

Perempuan Diduga Otak Jaringan TPPO Judi Ditangkap Polri

Perempuan Diduga Otak Jaringan TPPO Judi Ditangkap Polri

Jumat, 31 Jul 2026 07:41 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 07:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Polri mengungkap sosok Leny Agustya, buron internasional berstatus Interpol Red Notice dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO)…

KPK Juga Tahan Staf Administrasi KPK

KPK Juga Tahan Staf Administrasi KPK

Jumat, 31 Jul 2026 07:38 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com - KPK telah menahan empat orang terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Salah satu yang ditahan, Setya Budi…

Renovasi Stasiun Belum Jelas Besaran Anggarannya

Renovasi Stasiun Belum Jelas Besaran Anggarannya

Jumat, 31 Jul 2026 07:33 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah. Prabowo…

Golkar Prihatin, Sudah 2 Kadernya di OTT KPK

Golkar Prihatin, Sudah 2 Kadernya di OTT KPK

Jumat, 31 Jul 2026 07:28 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, jadi perhatian Partai Golkar. KEPALA daerah dari Partai…