Ingin Rampas HP Buat Modal Pulang ke Garut jadi Motif Penganiayaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaku saat memberikan keterangan dalam rilis. SP/Anggadia Muhammad
Pelaku saat memberikan keterangan dalam rilis. SP/Anggadia Muhammad

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sempat buron, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya berhasil membekuk pelaku penganiayaan Bocah Kupang Krajan. Tersangka yang bernama Wahyu Buana Putra Morita (46) warga Garut yang indekos di Kupang Krajan V-A, Surabaya itu ditangkap di sebuah masjid di Tangerang, Banten. 

Petugas terpaksa menghadiahi timah panas karena pelaku berusaha melarikan diri. 

AKBP Hartoyo mengatakan bahwa saat di pelarian pelaku hidup secara nomaden dan beristirahat di toko dan masjid yang ada. 

"Tersangka ini tidak memiliki tempat tinggal tetap. Ia beristirahat di toko atau masjid," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, Jumat  (11/6/2021).

Ia menambahkan bahwa pelaku dipukul paving hingga 4 kali. 

"Pelaku memukul batu ke arah leher dan kepala korban sebanyak 4 kali dari sisi kanan," ujar Hartoyo. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian menjelaskan kronologi penganiayaan korban. 

Saat melihat korban bermain bersama dua putranya diluar, tersangka kemudian menyuruh korban untuk bermain di dalam kamar kos. 

Selanjutnya timbul niat untuk merampas ponselnya untuk modal pulang ke Garut Jawa Barat.

"Motifnya ingin menguasai ponsel korban," kata Oki.

Kepada wartawan, Wahyu bersaksi sambil menahan tangis penyesalan.

"Saat itu saya hantam dua kali di leher belakang. Dia (korban) tidak pingsan. Lalu yang ketiga kali saya merem. Saya pukulkan paving itu. Saya tidak tega kemudian mendengar suara korban ngorok langsung saya ajak anak kabur," katanya sambil menangis.

Usai korban terkapar, pelaku langsung mengajak kedua anaknya untuk kabur. Bahkan saat pelaku memukul korban dengan paving kedua anak pelaku turut menyaksikannya.

“Anak saya kaget dan takut, tapi sata langsung saya ajak kabur saat itu. Mereka nurut ikut saya,”ungkapnya.

Usai menganiaya dan merampas HP korban, pelaku bersama anaknya langsung kabur ke Garut dengan berbekal uang Rp 500 ribu hasil dari menjual Hp korban di daerah Simo.

Dalam penuturannya, tersangka mengaku bingung karena tidak bisa makan karena tak memiliki pekerjaan di Surabaya. Bahkan selama di Surabaya ia tinggal berpindah dan mencoba berdagang namun selalu merugi.

“Saya pernah jual nasi goreng babat dan nasi kucing tapi gagal terus. Modal habis. Tidak bisa pulang. Makan aja susah,” tandasnya.

Kini pelaku telah diamankan di Polrestabes Surabaya dan Dijerat pasal 80 UU perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. ang

 

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…