Sri Mulyani, Kreatif Ngutang, Kini Kejebak PPN Sembako

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr. H. Tatang Istiawan
Dr. H. Tatang Istiawan

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sri Mulyani, dikenal akademisi lulusan UI yang cerdas. Wanita ini de jure dan de facto, satu-satunya akademisi yang bisa dua kali menjadi menteri keuangan dua presiden yang berbeda.

Kelebihan yang dimiliki perempuan lulusan Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A, ini pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Ironisnya, Sri Mulyani, malah dijuluki Rizal Ramli, 'Ratu Utang'.

Rizal Ramli, paparkan data saat  pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono misalnya. Selama 10 tahun menjabat, nominal utang pemerintah bertambah hingga Rp 1.309 triliun, dari Rp 1.299,5 triliun pada 2004. Penambahan ini menjadi Rp 2.608,7 triliun pada 2014.

Saat menjadi Menkeu di pemerintahan Jokowi, sejak awal hingga April 2019, utangnya sudah bertambah Rp 1.919,7 triliun dari Rp 2.608,7 triliun. Sehingga  menjadi Rp 4.528,4 triliun di April 2019.

Pada tahun 2020 tanpa persetujuan DPR, Menkeu Sri Mulyani, meneruskan utang  hingga Rp 1530,80 triliun. Sampai kuartal Satu Tahun 2021, utang Indonesia menumpuk mencapai  US$415,6 miliar atau Rp5.943,08 triliun.

Beberapa ekonom menilai, Sri Mulyani dengan ‘’prestasinya’’ itu dijuluki kreatif ngutang untuk Negara. Ini bisa jadi backgroundnya yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Kini, Menkeu kelahiran Bandar Lampung ini  jadi sorotan lagi. Ani, nama panggilan akrabnya, disorot bukan soal utang lain, tetapi terkait wacana pajak pernambahan nilai (PPN) sembako dan jasa pendidikan.

Rencana pengenaan PPN untuk sembako dan jasa pendidikan ini tertuang dalam rancangan draf Revisi Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Sri Mulyani, kelabakan. Ia membantah dan mengaku dokumen itu bocor sebelum dibahas dengan DPR-RI.

Ia disorot, karena momennya bisa dianggap kurang tepat. Maklum, sampai Juni 2021 ini, perekonomian kita belum pulih. Ani dituding kebijaksanaannya ini mementingkan rakyat. Mengingat pandemi belum beres.

Bisa jadi, dalam kondisi seperti saat ini akan sangat repot jika pemerintah menarik pajak untuk bahan sembako.

Secara akal sehat, RUU KUP terkait sembako dan jasa pendidikan ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Secara psikologis, policynya ini kurang behati-hati. Termasuk dalam merumuskan dan menyosialisasikannya. Ada persoalan komunikasi.

Cara komunikasi yang dilakukan Sri Mulyani seperti ini bisa dibaca sebagai sebuah strategi. Artinya, isu ini di lempar dulu ke publik. Atas tes ini, Sri Mulyani bisa memantau tingkat  kegaduhan di publik. Baru kemudian ia mengambil keputusan.

Bila asumsi ini bena,  pola komunikasi publik dari pemerintah kepada rakyatnya memprihatinkan. Anni, bisa dituding menggunakan agenda setting.

Tak keliru, rencana pemerintah seperti yang dilakukan Menkeu ini sangat keterlaluan. Ini bila diukur dengan pendekatan psikologi sosial.

Rencana ini dilempar di tengah- tengah kehidupan lingkungan sosial yang saat ini rakyat (terutama orang kecil) diguncang kesulitan membeli sembako.

Suara yang sering saya serap, banyak rakyat kecil yang saling berinteraksi satu sama lain mengeluh mengenai keuangan mereka. Termasuk membelii kebutuhan dasar hidupnya, sembako.

Tidak terlalu keliru bila ada suara dari publik bahwa bila rencana Sri Mulyani ini jadi diterapkan saat pandemic, pemerintahan Jokowi ini dianggap tidak memiliki sense of crisis. Kebijakan memungut pajak Sembako bisa dianggap policy yang keterlaluan. Policy yang tidak berempati pada kebutuhan orang kecil umumnya.

Saya berharap rencana Menkeu kali ini  masih sebatas draft undang-undang yang tidak mendesak disahkan menjadi UU.

Cara pandang harapan ini, agar pemerintah tidak malah memberi beban hidup masyarakat bertambah sulit. ([email protected]

Berita Terbaru

Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan

Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan

Jumat, 20 Feb 2026 17:00 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 17:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selain mbalelo dan inkonsistensi terus ditunjukan oleh pihak pemilik perumahan Grand Zam-Zam Residence. Selain tak kunjung…

Galaxy A07 5G Meluncur, Tawarkan Pengalaman Streaming dan Multitasking Lebih Mulus

Galaxy A07 5G Meluncur, Tawarkan Pengalaman Streaming dan Multitasking Lebih Mulus

Jumat, 20 Feb 2026 16:14 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 16:14 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Perkembangan teknologi dan perluasan jaringan 5G di Indonesia mendorong perubahan pola penggunaan smartphone yang kini tidak hanya s…

Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

Jumat, 20 Feb 2026 15:45 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengintensifkan pengawasan dan patroli selama Bulan Suci…

Sambut Ramadhan, PLN Gelar Bazar Sembako Murah hingga Apresiasi Mobil Listrik untuk Pelanggan

Sambut Ramadhan, PLN Gelar Bazar Sembako Murah hingga Apresiasi Mobil Listrik untuk Pelanggan

Jumat, 20 Feb 2026 15:24 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 15:24 WIB

SurabayaPagi, Gresik - Sambut bulan suci Ramadan 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk…

Ranu Sentong Bakal Jadi Destinasi Wisata Ekologis Baru di Probolinggo

Ranu Sentong Bakal Jadi Destinasi Wisata Ekologis Baru di Probolinggo

Jumat, 20 Feb 2026 14:38 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka menambah destinasi baru yang berwawasan ekologis, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo telah menyiapkan program…

Menara Air Randu Pangger Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Berbasis Sejarah dan Edukasi

Menara Air Randu Pangger Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Berbasis Sejarah dan Edukasi

Jumat, 20 Feb 2026 14:29 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Baru-baru ini, Direktur Perumdam Bayuangga dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo…