Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Amati Perlambatan Ekonomi Sudah Terlihat Sejak Pertengahan Tahun dan Belum Direspons Cepat
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Usai dilantik menjadi Menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menggantikan Sri Mulyani, mengakui kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Akan tetapi, ia berjanji akan meningkatkan dalam waktu cepat.
”Janji dia membalikkan ekonomi yang melambat. Paling nggak dia jujur bahwa ekonomi memang melambat," kata Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengomentari penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani, saat dihubungi Selasa (9/9/2025).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui ekonomi Indonesia sedang melambat. Namun ia optimistis kondisi ekonomi nasional akan lebih baik dalam waktu dekat, terutama setelah dirinya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai bendahara negara.
"Sekarang kan ekonomi sedang agak melambat. Kita sudah pelajari kelemahannya, ke depan akan kita perbaiki. Jadi itu enggak terlalu sulit memperbaikinya. Tapi Anda lihat nanti, mungkin dua bulan-tiga bulan dari sekarang, Indonesia cerah kelihatan lagi," kata Purbaya usai dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9).
Ia menjelaskan arahan yang diberikan Prabowo adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi. Target 8 persen yang disampaikan Sang Kepala Negara disebutnya sebagai tantangan besar, tetapi tetap bisa dikejar secara bertahap.
Menurut Purbaya, perlambatan ekonomi sudah terlihat sejak pertengahan tahun dan belum direspons cepat. Kondisi itu diperburuk oleh unjuk rasa yang belakangan terjadi. Ia menyebut pemulihan perlu segera dilakukan agar kepercayaan pasar kembali terjaga.
Purbaya juga menilai gejolak di pasar keuangan, mulai dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga tekanan pada rupiah, masih dalam batas wajar. Ia yakin situasi bisa segera berbalik.
"Dalam seminggu-dua minggu pasti akan balik. Kalau IHSG anjlok, biasa mungkin takut. Tapi kan saya lama di pasar. Saya 15 tahun lebih di pasar. Jadi saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi," katanya.
Meski mengaku deg-degan dengan permintaan target tinggi dari Prabowo, Purbaya menyebut pengalamannya sebagai ekonom lebih dari dua dekade menjadi modal menghadapi tantangan. Ia menekankan permintaan domestik yang besar akan tetap menjadi kekuatan utama Indonesia.
"Optimis. Jadi masa depan kita akan cerah. Domestic demand kita kuat. Asal kita kendalikan dengan baik, kita bisa tumbuh dengan baik. 90 persen domestic demand. Masa kita takut?" tuturnya
Andi Arief Ungkit Pernyataan Purbaya
Andi Arief mengungkit pernyataan-pernyataan Purbaya selepas pelantikan sebagai Menkeu yang mengaku akan mempelajari kelemahan di balik pelambatan ekonomi hingga keyakinan sektor yang diurusinya bakal cerah dalam 2-3 bulan ke depan. Menurut Andi, Purbaya sosok yang jujur.
"Janji dia membalikkan ekonomi yang melambat. Paling nggak dia jujur bahwa ekonomi memang melambat," katanya.
"Sebagai ekonom, dia tahu jalan mengatasi pelambanan dan permasalahan ekonomi saat ini, minimal pertumbuhan ekonomi 5 sampai 6 persen. Untuk 8 persen ada peluang, tapi tidak sekarang," imbuh Andi Arief.
Andi Arief menyebut Purbaya mengerti ekonomi sembari menyoroti gaya berbicara sang Menkeu kepada publik.
"Purbaya mengerti ekonomi, berkali-kali ikut dalam posisi penting saat krisis ekonomi. Mudah-mudahan dia sudah punya jalan atasi lambannya ekonomi. Mungkin dia kurang bagus public speaking, harus lebih empati dalam berbicara," kata Andi Arief.
Jangan Lupakan Jasa Sri Mulyani
Komisaris PLN itu percaya dengan pengalaman dan integritas Purbaya. Meski demikian, dia mengimbau publik untuk tidak melupakan jasa-jasa pendahulu Purbaya, yaitu Sri Mulyani, dalam mengelola keuangan negara.
"Purbaya punya pengalaman dan punya integritas. Sri Mulyani jangan dilupakan jasa besarnya mengatasi krisis ekonomi berkali-kali, jangan hanya 'salah bicara' kita menghapus jasanya," ujar Andi Arief. n jk/erc/cr2/rmc
Editor : Moch Ilham