SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan untuk melaksanakan vaksinasi massal ke daerah-daerah yang berzona merah dengan menargetkan wilayah per Rukun Tetangga (RT) di setiap kecamatan untuk menekan penyebaran covid-19 yang kian hari kian bertambah.
Merujuk pada Informasi Zonasi Pengendalian Wilayah PPKM Mikro berdasarkan Surat Edaran Walikota, jumlah RT di Kota Surabaya yang termasuk zona merah masih ada sebanyak 65. Salah satu wilayah yang termasuk zona merah adalah Kecamatan Darmo Kelurahan Darmo.
Kepada Surabaya Pagi, Imalik selaku ketua Rukun Warga (RW) IV Kelurahan Darmo mengaku bahwa koordinasi vaksinasi di lingkungannya sempat mengalami hambatan karena beberapa dari warganya berasal dari suku tertentu yang tidak percaya adanya Covid-19.
"Awal-awal adanya vaksin itu yang kita harus ekstra. Soalnya warga saya kan beberapa ada yang dari Madura. Yang orang Madura itu yang biasanya suka gak percaya dengan adanya Covid-19. Dia boleh gak percaya, tapi yang repot kan kita sendiri juga," ucapnya Minggu, (27/6/2021).
Tidak tinggal diam, Imalik yang mengetahui hal tersebut lantas mengadakan penyuluhan terkait pentingnya vaksinasi Covid-19. Pada beberapa kesempatan, sosok yang akrab dipanggil Cak Wik itu juga rajin melakukan penyemprotan disinfektan.
Dalam kesempatan yang sama, Junet selaku warga RT 9 Kelurahan Darmo menjelaskan koordinasi vaksinasi di lingkungan tempat tinggalnya.
"Koordinasi kita sangat baik. Puskesmas ada awalnya menyasar lansia. Terus kemudian masyarakat berusia 50-65 tahun. Dan terbaru ini usia di atas 18 tahun. Saya usahakan warga saya bisa mendapatkan vaksin. Hingga saat ini, sudah sekitar 95% warga saya divaksinasi," ungkap Junet.
Sedangkan untuk warga non KTP Surabaya, pihaknya mengaku tidak menyulitkan proses vaksinasi. Semua warga yang berdomisili di Kelurahan Darmo memiliki kesempatan dan kewajiban yang sama untuk melancarkan kegiatan vaksinasi.
"Iya. Semua harus vaksin. Bagi warga non KTP Surabaya cuman minta surat domisili ke RT. Itu saja, gak lebih," ucapnya.
Adapun vaksin yang dipakai saat ini adalah vaksin jenis Sinovac. Berbeda dengan vaksin sebelumnya yang merupakan AstraZeneca, vaksin jenis Sinovac ini tidak menimbulkan efek samping sebagaimana isu yang beredar sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Dwiki Ariq Naufal Birowo yang merupakan warga Kelurahan Darmo.
"Gak ada efek samping si. Kalau yang awal, yang AstraZeneca itu meriang. Kalau yang ini aman-aman saja. Semua warga pun sepertinya sama seperti itu," katanya. ldy
Editor : Moch Ilham