Kata Dokter Terkait Isoman yang Baik dan Benar Bagi Pasien Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penjelasan dokter terkait isoman yang baik dan benar. SP/Semmy Mantolas 
Penjelasan dokter terkait isoman yang baik dan benar. SP/Semmy Mantolas 

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Belum lama ini satgas covid-19 menekankan agar masyarakat yang positif covid-19 dengan gejala ringan dapat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Penekanan tersebut terjadi akibat adanya lonjakan kasus covid-19 yang berakibat pada naiknya keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang hampir 100%.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP) Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Dr. Christrijogo Soemartono Waloejo dr., Sp.An., KAR. 

Menurut dr. Christrijogo, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien covid-19 saat menjalankan isoman di rumah. Pertama adalah perlunya pemisahan ruangan antara pasien dengan anggota keluarga lainnya yang negatif covid-19.

Tak hanya itu, kamar mandi yang akan digunakan oleh pasien covid-19 pun harus terpisah dengan yang lain. Bila tidak terpisah, maka selalu lakukan penyemprotan disinfektan secara rutin pada permukaan yang sering disentuh pasien.

"Harus gunakan peralatan tersendiri, mulai dari alat makan, minum hingga alat mandi," kata dr. Christijogo kepada Surabaya Pagi, Selasa (29/06/2021).

Selain pemisahan ruangan, mereka yang isoman kata dia, harus dipastikan tetap mendapatkan asupan makan dan minum yang cukup. Karena hal tersebut penting untuk peningkatan imun dan pemulihan tubuh pasien.

Ditambah lagi, mereka yang melakukan isoman juga tidak boleh stress, tidak perlu mengurusi varian baru atau tidak. Yang terpenting adalah mereka selalu memiliki semangat hidup dan selalu menguatkan diri serta meningkatkan imunitas.

"Monitoring terutama saturasi atau kadar oksigen dalam darah, melalui oksimeter yang sudah banyak di pasaran juga harus selalu dilakukan," katanya

Untuk saturasi, normalnya berada diatas 95, atau bagi orang yang terkena covid-19 berada diantara 92-93. Bila kurang dari itu, dr. Christrijogo menegaskan agar jangan panik. Lakukan terapi tidur tengkurap selama 3 jam hingga 6 jam.

"Saat tidur tengkurap, kita akan membuat paru-paru lebih terbuka dan udara atau oksigen bisa masuk," jelasnya.

Terakhir yang tak kalah penting adalah pengetatan protokol kesehatan (prokes) dengan mencuci tangan, mandi serta selalu mengganti baju selama proses isoman berlangsung.

"Tetap menjalankan protokol kesehatan sangat membantu menyelesaikan masa isolasi. Pemahaman dasar bahwa covid-19 itu mati dengan sabun dan disinfektan atau alkohol," kata dr Christ.sem

Berita Terbaru

Dukung Program Prioritas, Pemkab Ponorogo Alokasikan SILPA Rp96 Miliar

Dukung Program Prioritas, Pemkab Ponorogo Alokasikan SILPA Rp96 Miliar

Rabu, 22 Jul 2026 11:46 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka untuk mendukung program prioritas melalui perubahan dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2026, Pemerintah…

Gulirkan Kasus Kekerdilan, Dinkes Magetan Sukses Terapkan Aksi Cegah Stunting

Gulirkan Kasus Kekerdilan, Dinkes Magetan Sukses Terapkan Aksi Cegah Stunting

Rabu, 22 Jul 2026 11:44 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna menggulirkan kasus kekerdilan anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan menggencarkan Program Aksi Cegah Stunting (ACS)…

Pemkab Situbondo Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Mata Gratis bagi 2.000 Orang

Pemkab Situbondo Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Mata Gratis bagi 2.000 Orang

Rabu, 22 Jul 2026 11:02 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 11:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah daerah (pemda) setempat dalam pelayanan kesehatan mata untuk mengurangi angka penderita…

Musim Kemarau, Damkar Magetan Himbau Waspadai Potensi Kebakaran Karhutla

Musim Kemarau, Damkar Magetan Himbau Waspadai Potensi Kebakaran Karhutla

Rabu, 22 Jul 2026 10:56 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Seiring memasuki puncak musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi lebih panas dan kering, Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten…

Dipanggil Bapenda Soal Pajak, Manajemen AG Ny Suharti Klaim Tak Ada Masalah

Dipanggil Bapenda Soal Pajak, Manajemen AG Ny Suharti Klaim Tak Ada Masalah

Rabu, 22 Jul 2026 10:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:54 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Proses pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) terhadap Rumah Makan AG. Ny. Suharti yang dilakukan Badan P…

Korupsi Berujung Derita Satwa, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Dugaan Selewengkan Rp10,2 Miliar

Korupsi Berujung Derita Satwa, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Dugaan Selewengkan Rp10,2 Miliar

Rabu, 22 Jul 2026 10:43 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Dugaan korupsi di lingkungan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) memasuki babak baru. Kejaksaan T…