Tersinggung Perguruan Silatnya Dihina, Hudi dan Gengnya Hajar Korban

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Hudi, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online, Selasa (29/06/2021). SP/Budi Mulyono
Terdakwa Hudi, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online, Selasa (29/06/2021). SP/Budi Mulyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bak bos gangster, Hudi alias Hudi bin Rokim aniaya dan keroyok Lingga Danu Tirta di Jalan Kebraon Gang V, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya.

Oleh sebab itu, Hudi diadili di persidangan ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrian menceritakan awal mula kejadian pengeroyokan itu.

Pada Sabtu 3 April 2021, saksi Lely (17), melihat postingan story Whatsapp saksi korban Lingga. 

Pada postingan tersebut, Lingga memfoto sebuah kaos yang merupakan milik teman Lely dengan ditambahi kata-kata ‘anti garangan’. 

Setelah mengetahui postingan tersebut, Lely menganggap Lingga telah menjelek-jelekan perguruan silat Pagar Nusa, sehingga Lely menyebarkan postingan Lingga ke teman-temannya, termasuk terdakwa Ahmad Antoni dan terdakwa Nugroho yang keduanya dituntut dalam berkas terpisah. 

“Kemudian, Ahmad dan Nugroho mengajak Lely untuk menyusun rencana balas dendam kemudian kedua terdakwa sepakat menjadikan Lely sebagai umpan,” kata JPU Febrian, Selasa (29/06/2021). 

Selanjutnya, JPU menghadirkan saksi Lingga, Muhammad Taufiq, dan Lely  di hadapan majelis hakim. Ketiganya pun disumpah bersama. Setelah itu, Lingga bersaksi kepada hakim kalau dirinya tidak tahu dan tidak mengenal terdakwa. 

Sedangkan Lely mengaku kalau terdakwa Hudi merupakan kekasihnya. Sedangkan Nugroho dan Antoni adalah teman pacarnya. Dia mengaku diajak merencanakan pengeroyokan tersebut. “Saya terpaksa pak. Diajak Hudi,” kata gadis tersebut. 

Lely mengaku hanya sebagai umpan untuk memancing Lingga. Caranya, Lely meminta Lingga untuk diantarkan pulang. Namun, ketika dalam perjalanan tepatnya di depan Jalan Raya Mastrip Karangpilang kolega Hudi, Antoni, dan Nugroho menghadang laju kendaraan Lingga.

Setelah itu, Antoni dan Nugroho menendang Lingga yang saat itu masih berada diatas motornya. 

“Saya ditendang dipukuli pak. Kurang lebih ada 20 orang,” jelas Lingga. 

Melihat kondisi Lingga tak sadarkan diri, para pelaku tersebut kabur. Pasalnya Lingga saat itu tergeletak tak berdaya dan disangka telah meninggal.

Kemudian, terdakwa menjelaskan dia dan teman-temannya sakit hati karena postingan korban. “Karena dia mengolok-olok Pagar Nusa pakai kata-kata kotor. Saya hentikan korban di gang depan Marinir Jalan Raya Mastrip,” aku Hudi. nbd

 

Berita Terbaru

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…