Ada 472 Klaster Penyebaran Covid-19 di Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat rapat koordinasi bersama seluruh pejabat di Pemkab Mojokerto Selasa (29/6/2021) malam.SP/PEMPROV JATIM
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat rapat koordinasi bersama seluruh pejabat di Pemkab Mojokerto Selasa (29/6/2021) malam.SP/PEMPROV JATIM

i

SURABAYAPAGI, Mojokerto – Secara keseluruhan total klaster di Jawa Timur (Jatim) mencapai 472 klaster. Ratusan klaster ini menyebar di 38 kabupaten/kota di Jatim dengan total kasus mencapai 1.342. 

Untuk mencegah munculnya klaster baru, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah daerah disiplin menerapkan tracing. "Kabupaten Mojokerto juga harus disiplin tracing," katanya rapat koordinasi bersama seluruh pejabat di Pemkab Mojokerto Selasa (29/6/2021) malam.

Saat ini, kata dia, Pemkab Mojokerto pun sudah menerapkan penanganan intensif, yakni ketika ada 1 pasien positif, maka dilakukan tracing kepada 20 hingga 25 orang. Untuk memperkuat tracing, BPBD Jatim akan membantu pengadaan antigennya. 

 "Arahan Ibu Gubernur Khofifah, BPBD akan terus memantau sinergi apa yang bisa kita bangun dalam kaitan dengan proses tracing," ujar mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut, Emil menyampaikan beberapa tindakan yang sudah dilakukan Pemkab Mojokerto dalam menangani lonjakan kasus Covid-19. 

Antara lain, mengidentifikasi risiko terkait agenda hajatan pernikahan. Data di Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sekitar 800 pasangan akan melakukan pernikahan dalam waktu dekat. 

"Tentu ini menjadi atensi kita bersama. Mungkin ada peraturan, akad diperbolehkan tapi hajatan untuk sementara waktu ditiadakan," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat mewaspadai lonjakan Covid-19 akibat klaster keluarga. Pasalnya, kontribusi klaster keluarga terhadap penyebaran corona  akhir- akhir ini sangat tinggi.

"Tidak jarang saat bertemu dengan keluarga justru merasa aman dan akhirnya  mengabaikan protokol kesehatan. Padahal potensi penularan di keluarga akhir- akhir ini  sangat tinggi," katanya. 

 Khofifah menyebut, tingginya jumlah klaster keluarga mendapat perhatian serius Pemprov Jatim. Apalagi tak jarang banyak anggota keluarga yang  dalam keadaan desaturasi baru dibawa ke rumah sakit. Bahkan sampai meninggal akibat terinfeksi Covid-19. sb6/na

Berita Terbaru

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Meski sebanyak 252 dari 307 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, telah rampung dibangun, namun untuk…

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna menjamin perlindungan hukum, ekonomi, dan sosial bagi pekerja migran serta keluarganya, DPRD dan Pemerintah Kabupaten…

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat fenomena kekeringan di musim kemarau mengakibatkan pasokan air menipis bahkan hingga krisis air bersih, salah satunya yang…

Gegara Bakar Sampah Nyaris Picu Kebakaran di Permukiman Sidomulyo Batu

Gegara Bakar Sampah Nyaris Picu Kebakaran di Permukiman Sidomulyo Batu

Kamis, 08 Okt 2026 14:52 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Lagi, insiden kebakaran hampir melanda kawasan padat permukiman Jalan Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kali…

Perkuat Ekosistem Smart Integrated Farming, Pemkot Siapkan Tanah hingga Pasar

Perkuat Ekosistem Smart Integrated Farming, Pemkot Siapkan Tanah hingga Pasar

Kamis, 08 Okt 2026 14:44 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya dalam menjaga daya tarik sekaligus nilai profitabilitas bagi para petani, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu perkuat…