Bupati Blitar Beri Teguran yang Kedua Kalinya Kepada PT Greenfields

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu warga mengambil contoh pencemaran limbah. SP/Hadi Lestariono
Salah satu warga mengambil contoh pencemaran limbah. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Bupati Blitar telah memberikan teguran pertama pada PT Greenfields pada 7 Juni 2021 lalu. Namun, teguran tersebut nampak tak diindahkan oleh PT Greenfields. Oleh karenanya, Bupati Blitar kembali melayangkan surat teguran kedua kepada Direktur PT Greenfields dengan surat nomor :  570/287/409.117/2021 tertanggal 29 Juni 2021.

Hal tersebut dibenarkan Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso bahwa Bupati Blitar, Rini Syarifah telah memberikan Surat Teguran Kedua kepada PT Greenfields Indonesia pada 29 Juni 2021, karena tetap membandel buang limbah ke Sungai.

"Surat teguran kedua ini diberikan,intinya Greenfields tetap membandel dan membuang limbahnya ke sungai," ujar Wabup Rahmat, Senin(5/7) di kantor Pemkab pada SURABAYA PAGI.

Rahmat Santoso menjelaskan dalam isi surat teguran kedua tersebut, ada 4 poin penting untuk ditindaklanjuti PT Greenfields. Bahkan pada poin ke 4 ada penegasan, surat teguran juga disampaikan pada pihak berwenang. Untuk menjadi pertimbangan, dalam mengambil tindakan dalam permasalahan PT Greenfields.

 "Ini bukti menunjukkan Pemkab Blitar serius, untuk menyelesaikan masalah limbah yang mencemari lingkungan dan merugikan warga sejak 2018 lalu," tegasnya. 

Untuk diketahui isi surat teguran kedua ini pada poin pertama, meminta pihak PT Greenfields melaksanakan penanganan pencemaran limbah dengan penuh tanggung jawab, serta melaporkan perkembangan dan hasilnya paling lambat 7 hari sejak diterimanya surat teguran kedua ini. Kedua, PT Greenfields diminta melaksanakan komitmennya tidak membuang limbah secara sengaja ke sungai, sesuai surat pernyataan pada 27 Mei 2021.

Ketiga, PT Greenfields belum taat melaksanakan kewajiban sanksi administratif, dalam pengelolaan air limbah peternakan dan pembangunan IPAL sehingga sesuai baku mutu. Sesuai hasil pengawasan DLH Provinsi Jatim pada 16 Juni 2021 lalu. Serta terakhir keempat, surat teguran juga akan disampaikan kepada pihak berwenang, sebagai pertimbangan dalam mengambil tindakan tegas terhadap masalah PT Greenfields.

Bahkan ditegaskan Wabup Rahmat Santoso, surat teguran ini tembusannya juga disampaikan kepada Asisten Deputi Strategis dan Kebijakan Percepatan Investasi Kemenkomarves, Deputi Bidang Penanaman Modal Direktur Wilayah IV Kemeninves/BKPM dan Kepala DLH Provinsi Jatim. 

"Sehingga langkah yang diambil Pemkab Blitar, diketahui dan dilaporkan mulai tingkat provinsi hingga pusat," kata pria berkacamata minus ini.

Secara terpisah, Tuti Komaryati selaku Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab Blitar, mengatakan setelah diberikannya surat teguran kedua pada PT Greenfields, selanjutnya Pemkab Blitar menunggu niat baik pihak Greenfields dalam menyelesaikan permasalahan ini. 

"Karena problem limbah Greenfields ini sudah menjadi masalah tahunan, akibatnya banyak warga yang terdampak salah satunya bau kotoran sapi yang menyengat merebak ke desa, bahkan tidak bagus untuk kesehatan," kata Tuti dampingi Wabup Blitar.

Juga Tuti Kumaryati mengungkapkan  rencananya tanggal 6 Juli  2021 (besok) Pemkab Blitar akan memanggil pimpinan PT Greenfields. 

"Jika toh nanti tidak  terlaksana, maka pemkab akan melayangkan surat teguran ketiga. Apabila masih belum berhasil, keputusan berikutnya akan diserahkan pada Bupati Blitar untuk menentukan langkah berikutnya," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masalah pencemaran limbah kotoran sapi PT Greenfields menjadi sorotan berbagai pihak. Karena terjadi sejak pabrik pengolahan susu sapi tersebut beroperasi pada 2018 lalu, dampaknya dirasakan warga di 12 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Blitar utamanya yang tinggal di sepanjang Sungai Genjong dan Sungai Kawisari yang bermuara di Sungai Lekso. Mengakibatkan sungai tercemar, hingga pertanian, peternakan dan sumber mata air terdampak.

Di sisi lain  DPRD Kabupaten Blitar juga mendukung sikap Pemkab.Blitar  yang terus meminta agar PT Greenfields segera menangani pencemaran limbah cairnya. Selain masalah limbah, juga besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga tidak jelas serta tidak ada laporannya.

Bahkan DPRD Provinsi Jawa Timur juga ikut turun tangan dengan melaporkannya ke Walhi Jatim dan akan merekomendasikan penutupan PT Greenfields pada Gubernur Jawa Timur. Jika tidak ada itikad baik dan penanganan secepatnya, dari pihak PT Greenfields. Les

Berita Terbaru

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…

Industri Hulu Migas Butuh Talenta Lintas Disiplin, Mahasiswa UNAIR Diajak Siapkan Diri

Industri Hulu Migas Butuh Talenta Lintas Disiplin, Mahasiswa UNAIR Diajak Siapkan Diri

Minggu, 01 Nov 2026 17:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tantangan menjaga ketahanan energi nasional tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan tenaga teknik. Industri hulu minyak dan gas bumi (…

Bangun Kepercayaan Pelanggan, Pemkot MAdiun Dorong UMKM Pakai Aplikasi Kasir Digital 'POS'

Bangun Kepercayaan Pelanggan, Pemkot MAdiun Dorong UMKM Pakai Aplikasi Kasir Digital 'POS'

Minggu, 01 Nov 2026 15:07 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, terus mendorong para pelaku UMKM, utamanya…

Dorong Perekonomian Daerah, Bupati Lumajang Kembangkan Sektor Pariwisata

Dorong Perekonomian Daerah, Bupati Lumajang Kembangkan Sektor Pariwisata

Minggu, 01 Nov 2026 14:38 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong perekonomian di wilayah setempat, Bupati Lumajang Indah Amperawati tengah…