Pertokoan Kawasan Kembang Jepun, Sebelum Sore Sudah Tutup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kawasan Kembang Jepun, Jumat (9/7/2021) sore kemarin yang sudah terlihat sepi. SP/RM
Kawasan Kembang Jepun, Jumat (9/7/2021) sore kemarin yang sudah terlihat sepi. SP/RM

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kawasan Kembang Jepun, Surabaya selama ini dikenal pusat perdagangan yang pelakunya umumnya orang keturunan Tionghoa. Kawasan ini meliputi Jalan Slompretan, Jalan Karet, Jalan Songoyudan dan Jalan Bunguran. Disana, banyak para keturunan Tionghoa itu berdagang beraneka macam garmen hingga rempah. Mulai dari jual kain, barang pecah belah, buku tulis hingga rempah rempah.

“Jumat biasanya tutup jam 17.00… ini tutup agak maju, karena ada pedagang yang meninggal karena Covid-19 dan disuruh lurah tutup, karena PPKM darurat,” kata pedagang batik di Jalan Slompretan, Jumat (9/7/2021) siang.

Bahkan, dari informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, sejumlah warga Tionghoa juga mengeluh dengan adanya penutupan lebih cepat pada sore hari dengan alasan PPKM Darurat.

Menurut mereka, para pedagang, tutup lebih awal jam 15:00 WIB dianggap sudah mematikan bisnis dirinya dan rejeki para pekerjanya. Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang obat-obatan di kawasan Kembang Jepun, Jumat (9/7/2021) kemarin.

“Wis capek kalau begini terus. Mau bayari pegawai bigimana…?! Khan kita cuma toko, gak bikin kerumunan. Ini juga sepi, yah disuruh tutup. Alasannya PPKM Darurat, kecuali medis gak boleh buka,” ucap pria berusia sekitar 70 tahunan, yang namanya enggan dikorankan .

“Malah dirinya dalam satu bulan terakhir, sering didatangi BPOM, sambil ngecek-ngecek barang dagangan Alasannya sidak. Kalau gak sesuai, kenek denda,” lanjutnya.

Sementara, hal senada juga diungkapkan pria keturunan Tionghoa lain yang saat itu sedang berusaha mencari keramik untuk renovasi rumahnya.

“Wis muter-muter, di sepanjang Jagalan, Kramat Gantung, Gemblongan, hampir jam 15:00an wis tutup semua. Ini katae orang-orang pas tak tanyai, disuruh tutup,” kata pria setengah baya itu yang mengenakan motor maticnya.

Menurut informasi pria setengah baya itu, dari beberapa penjelasan para pedagang di Jalan Kramat Gantng, Gemblongan tersebut, alasan mereka takut membuka dagangannya karena akan didenda cukup besar.

“Soalnya ada sodaraku, yang buka toko disana, wis diancam kalau buka akan denda Rp 100 juta lebih. Daripada bayar denda segitu besar, kata mereka lebih baik tutup,” lanjutnya.

Kini, selama PPKM Darurat, di wilayah Kembang Jepun itu sudah sepi tak ada aktivitas. Diperikirakan, mereka akan menutup dagangannya hingga PPKM berakhir. n rm/cr4/rmc

Berita Terbaru

Dorong Pengembangan Wisata Heritage, Pemkot Batu Tambah Cagar Budaya

Dorong Pengembangan Wisata Heritage, Pemkot Batu Tambah Cagar Budaya

Minggu, 01 Nov 2026 11:46 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah strategi dalam mengembangkan potensi wisata heritage (warisan budaya) sekaligus menarik lebih banyak kunjungan…

Perkuat Pangan Keluarga, Pemkot Surabaya Libatkan 231 RW Biasakan Tanam Cabai

Perkuat Pangan Keluarga, Pemkot Surabaya Libatkan 231 RW Biasakan Tanam Cabai

Minggu, 01 Nov 2026 11:41 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bentuk penguatan terhadap pangan keluarga, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 231 rukun warga (RW) di kota…

Atasi Antrean, Pemkab Ponorogo Perluasan Layanan KTP-el di 4 Kecamatan

Atasi Antrean, Pemkab Ponorogo Perluasan Layanan KTP-el di 4 Kecamatan

Minggu, 01 Nov 2026 11:34 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya dalam mengatasi antrean di kantor Dispendukcapil dan mal pelayanan publik (MPP) yang mencapai 400 hingga 500 orang…

Dukung Normalisasi dan Pemasangan U-ditch, Pemkot Bongkar 35 PKL di Atas Saluran Air

Dukung Normalisasi dan Pemasangan U-ditch, Pemkot Bongkar 35 PKL di Atas Saluran Air

Minggu, 01 Nov 2026 11:27 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendukung normalisasi saluran dan pemasangan U-ditch, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan 35 bangunan…

Perkuat Daya Tarik Wisata, Pemkot Malang Siapkan Penataan Sisi Utara Kayutangan Heritage

Perkuat Daya Tarik Wisata, Pemkot Malang Siapkan Penataan Sisi Utara Kayutangan Heritage

Minggu, 01 Nov 2026 11:16 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai bagian langkah meningkatkan daya tarik di mata wisatawan sekaligus pengembangan kawasan wisata setempat, Pemerintah Kota…

Pemkot Surabaya Tegaskan Larangan Pungutan Perpisahan SD-SMP Negeri

Pemkot Surabaya Tegaskan Larangan Pungutan Perpisahan SD-SMP Negeri

Minggu, 01 Nov 2026 11:07 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan larangan pungutan yang membebani orang tua murid dalam penyelenggaraan kegiatan…