Warga Ampel Kibarkan Bendera Putih

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi Jalan Sasak, Ampel, Surabaya yang dipasangi bendera putih tanda menyerah terhadap kebijakan PPKM. Dan Fahim Ady, sedang menunjukkan bendera putih. SP/Anggadia muhammad
Kondisi Jalan Sasak, Ampel, Surabaya yang dipasangi bendera putih tanda menyerah terhadap kebijakan PPKM. Dan Fahim Ady, sedang menunjukkan bendera putih. SP/Anggadia muhammad

i

Pemuda di Jalan Sasak Nyatakan Sudah Menyerah. Omzet Jualannya Terjun Payung

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jagat media sosial dihebohkan oleh video seorang warga keturunan arab yang menyerah dengan kebijakan pemerintah di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan angka penyebaran virus Pandemi Covid-19. Dalam video tersebut ia menunjukan beberapa toko mengibarkan bendera putih.

Dalam video viral yang diterima redaksi Surabaya Pagi, Kamis (22/7/2021), pria yang diketahui bernama Fahim Ady, menunjukan beberapa bendera putih yang terpasang di sepanjang Jalan Sasak, kawasan Ampel Surabaya.

Sementara pria yang mengabadikan melalui kameranya menyatakan, masyarakat Ampel menyerah dan menuntut Pemerintah menjawab kekebalan anti Virus dan inflasi serta mengaku menyerah atas kondisi saat ini.

Pria yang mengabadikan video tersebut juga menyatakan, bahwa pihaknya akan menuntut dan tuntutan tersebut sudah di kirim ke Sekretariat Negara (Setneg). "Kami akan menuntut, dan tuntutan kami sudah sampai di meja Setneg, tinggal disampaikan kepada Pemerintah," tambahnya.

Mereka juga mengatakan menuntut kekebalan virus yang paling kejam yang disebut sebagai virus inflasi sehingga saving masyarakat terus tergerus sambil menunjukan beberapa bendera putih yang terpasang di Jl Sasak.

"Virus paling kejam saat ini yaitu virus inflasi sehingga inflasi masyarakat terus tergerus. Ini bendera kembali dipasang dan Saatnya Pemerintah peduli kepada rakyat rakyat yang tertindas," ujar Fahim, pria berkepala plontos.

 

Minta PPKM Dihentikan

Sementara, saat ditemui Surabaya Pagi, Fahim Ady, pedagang toko buku Al Hikmah menjelaskan alasannya untuk membuat video tersebut. Ia mengakui sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang menurutnya mengeluarkan kebijakan tanpa solusi.

"Kita menyerah dengan kondisi PPKM seperti ini. Kita tertindas kita ga bisa melakukan apa apa. Ekonomi kita sudah hancur makanya kita menyerah dengan bendera putih ini," ujarnya, Kamis (22/07/2021) siang.

Ia pun menuntut agar pemerintah mengeluarkan solusi untuk menaikan ekonomi rakyat. Bahkan dengan lugas ia menyampaikan bahwa pemerintah harus memberhentikan PPKM Darurat.

"Ya saya minta ke pemerintah gimana solusinya rakyat kelaparan ini? Tuntutannya hilangkan informasi tentang Corona. Jangan menakut-nakuti rakyat, PPKM diberhentikan agar kita bisa bekerja kembali," ujarnya.

 

Omset Turun 80 Persen

Sementara, dari pantauan Surabaya Pagi di Jl. Sasak, Ampel pada hari Kamis, (22/07/2021) siang. Aktifitas perekonomian di wilayah tersebut cenderung sepi. Berbeda pada sebelum pandemi dan sebelum digelar PPKM Darurat. Bahkan beberapa pedagang tampak nganggur bersama dengan karyawannya.

Salah satu pemilik toko baju muslim di wilayah tersebut bercerita perihal sepinya aktifitas ekonomi di tempatnya. Bahkan omzetnya bisa turun hingga 80 persen.

"Saya seneng sama video itu, memang mewakili kami sebagai pedagang. Omzet saya ini turun mas 80 persen. Nih lihat karyawan saya gaada kerjaan ini", ujar salah satu pedagang yang tidak mau namanya disebutkan.

Selain itu, pantauan Surabaya Pagi setidaknya ada 5 bendera putih yang terpasang. Menurut keterangan masyarakat sekitar bendera itu mulai dipasang pada Rabu, (22/07/2021) malam.

"Semalam sudah dipasang. Soalnya pas saya keluar beli nasi itu baru keliatan mas Fahim itu bikin video", ujar salah satu warga. ang/cr2/rmc

Berita Terbaru

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep- Advokat sekaligus pelapor penggelapan tanah kas desa (TKD) di Kab. Sumenep, H. Mohammad Siddik mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep …

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…