UMKM Kuliner di Surabaya Berharap PPKM Level 4 Tidak Diperpanjang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Situasi sentra UMKM kuliner di Surabaya yang sepi akibat pemberlakuan PPKM/. SP/Semmy Mantolas
Situasi sentra UMKM kuliner di Surabaya yang sepi akibat pemberlakuan PPKM/. SP/Semmy Mantolas

i

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Hari ini adalah hari terakhir pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 untuk wilayah Jawa dan Bali. Banyak masyarakat yang berharap agar pemerintah tidak memperpanjang lagi PPKM seperti yang telah dilakukan sebelumnya. 

Salah satunya datang dari Firman, pelaku UMKM kuliner di sentra kuliner Taman Kalianget Tanjung Perak Surabaya. Menurutnya, dengan adanya PPKM baik darurat maupun level 4, omzet penjualan makanannya menurun hingga 50 persen. 

Hal ini terjadi karena, pelanggan yang sering nangkring di sentra kuliner Taman Kalianget merupakan para pekerja baik dari Pelindo III, KOP Tanjung Perak maupun karyawan perusahaan yang memiliki kantor di pelabuhan.

"Karena PPKM mereka semua WFH, terus yang beli jualan ini siapa mas? Jadi benar-benar rugi saat PPKM ini," kata Firman kepada Surabaya Pagi, Senin (09/08/2021).

 Sebelum PPKM diterapkan, walau masih masa pandemi, ia mengaku omzetnya masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan modal usaha. Namun, pasca pemberlakuan PPKM pada 3 Juli yang terus ditarik ulur hingga 9 Agustus, membuat bisnisnya kian merugi.

 "Ini saya baru buka kembali adalah 3 hari. Sudah gak jualan dari tanggal 25 Juli. Tutup sementara, modal kurang," katanya.

 "Jadi kami hanya minta satu aja mas. Jangan ada lagi PPKM. Cukup satu bulan kemarin kami tersiksa," ucapnya dengan nada keras. 

Selain Firman, pedagang lainnya seperti seperti seperti Nur pun mengungkapkan hal serupa. Dirinya mengaku selama bulan Juli, omzetnya belum cukup untuk mengembalikan modal yang telah ia keluarkan. Nur sendiri telah 4 tahun berjualan panganan di Taman Kalianget. 

"Mau gimana lagi, omzet malah gak cukup untuk beli bahan makanan. Mana harga di pasar naik lagi," ucap Nur dengan nada kesal. 

Nur juga meminta agar pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan, harus melihat kondisi masyarakat khususnya pelaku usaha di lapangan. Karena yang merasakan dampak dari kebijakan tersebut adalah pelaku usaha dan bukan pemerintah.

"Efeknya kan kami [pelaku usaha] yang kena mas, coba di survey dulu baru keluarkan kebijakan. Bukan bangun pagi, muncul ide PPKM langsung dibuat kebijakan. Enak mereka yang punya duit, kalau wong cilik kayak kami ini, gimana terusan," pungkasnya.sem

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…