Vaksinasi Massal Dosis Kedua

Sudah Dempet-dempetan... Dibuat Bingung... Ricuh Pula!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sementara, vaksinasi pelajar di Islamic Center pun, juga terjadi kericuhan antar wali murid pelajar yang mengantar vaksin. Sp/semmy/raditya/alqomar
Sementara, vaksinasi pelajar di Islamic Center pun, juga terjadi kericuhan antar wali murid pelajar yang mengantar vaksin. Sp/semmy/raditya/alqomar

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kamis (12/8/2021) kemarin, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jawa Timur dan Surabaya menggelar secara serentak vaksinasi di beberapa titik. Mulai vaksinasi untuk pelajar di Islamic Center, kemudian vaksinasi Merdeka di Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kodam V/Brawijaya, Kogartap III Surabaya, vaksinasi umum di Lapangan Thor Surabaya dan beberapa tempat di sejumlah mall di Surabaya.

Namun, gelaran vaksinasi massal dosis ke-2 secara serentak Kamis kemarin ternyata memunculkan kerumunan dan berujung ricuh. Warga Surabaya yang sudah mendapatkan vaksin dosis ke-1 di Gelora 10 November 2021 awal Juli 2021 lalu, kebingungan mencari tempat suntikan vaksin dosis ke-2 yang menggunakan vaksin Sinovac.

"Awal undangan di Lapangan Thor. Pagi-pagi jam 7, sudah berangkat diantar suami. Ternyata disana sudah sangat padat. Antrian tidak normal seperti di Tambaksari dulu. Sudah gak ada jarak. Maunya aman, nanti malah kena virus," kata Kurnia Elok, warga Surabaya, yang berburu vaksin dosis ke-2, kepada Surabaya Pagi, Kamis (12/8/2021).

Karena merasa was-was, ia pun berinisiatif mencari info di akun instagram resmi Dinas Kesehatan Kota Surabaya, @sehatsurabayaku, beberapa tempat yang cukup longgar. Namun, mulai di Polrestabes, Kogartap III, terlihat antrian sangat padat. "Bingung, padat semua. Dan akhirnya, cari info di IG, Plaza Marina agak longgar. Eh ternyata cuma khusus kecamatan Margorejo. Kesel!" kata Elok.

Setelah mencari informasi, ia pun meluncur ke Kodam V/Brawijaya, yang diketahui cukup kondusif dan tidak sepadat di beberapa tempat sebelumnya. "Alhamdulillah, di Kodam lebih masuk akal antriannya. Ada jarak. Dan alhamdulillah, suntikan dosis kedua saya bisa terlaksana," ujarnya sembari menunjukkan riwayat kartu vaksinasi Covid-19.

 

Ricuh di Islamic Center

Vaksinasi dosis ke-2 bagi pelajar Surabaya, yang dilaksanakan di Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya. Berlangsung ricuh, para orang tua memprotes panitia penyelenggara karena menganggap tidak becus mengatur antrian.

Kericuhan bermula, ketika sejumlah orang tua wali murid protes dengan pengaturan giliran antrian. Dimana mereka yang sudah antri lama, diserobot antrian yang baru.

Selain aturan antrian yang tidak jelas, vaksinasi dosis kedua bagi pelajar yang diselenggarakan Pemkot Surabaya. Melalui Dinas Pendidikan, juga menimbulkan kerumunan yang dikhawatirkan menyebabkan penularan Covid-19.

Jeani, salah satu wali murid menyebutkan, seharusnya panitia dapat melaksanakan vaksinasi sesuai jam undangan yang diterima oleh para pelajar peserta vaksinasi. "Panitia pelaksana vaksinasi tidak bisa mengatur dengan baik, sehingga vaksinasi amburadul. Apalagi terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19," kata Jaeni, dengan nada geram, Kamis (12/8/2021) siang.

"Tadi saya disini sejak jam 7 pagi, tapi sampai saat ini belum bisa masuk menerima vaksinasi bagi anak saya," tambahnya.

 

Sedangkan Denis, wali murid yang lain mengungkapkan, bahwa kerumunan ini sangat berbahaya. "Coba lihat mas kerumunan itu, sangat bahaya terjadi penularan Covid-19," sebutnya.

 

Kadindik Minta Maaf

Sementara terkait membludaknya peserta vaksinasi di Islamic Center, Supomo. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, menyebutkan, bahwa pihaknya memohon maaf atas kejadian tersebut. "Pemkot akan melakukan evaluasi setiap penyelenggaraan vaksinasi yang diadakan di surabaya. Termasuk vaksinasi pelajar yang dilaksanakan pada hari ini," cetusnya.

Sementara itu vaksinasi dosis kedua ini bagi pelajar  yang diselenggarakan di Islamic Center ini diikuti oleh 5. 558 peserta. Khususnya pelajar SD sampai SMP, dengan rentan usia 12 sampai 17 tahun

 

Vaksin Drive Thru Membludak

Nyaris serupa di Islamic Center, juga terjadi pada vaksinasi dosis ke-2 juga terjadi di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Meski menggunakan model vaksinasi drive thru, yang sebelumnya cukup rapi, namun vaksinasi dosis ke-2 ini membludak dan tak teratur.

Pantauan Surabaya Pagi di lapangan, terjadi antrian panjang baik mobil maupun motor hingga 1 kilometer. Antrian tersebut mulai dari depan polres pelabuhan Tanjung perak hingga pertigaan jalan Prapat Kurung Utara atau sepanjang Jalan Kalimas Baru.

Beberapa warga yang antri menggunakan motor, terpaksa harus mencari tempat berteduh akibat sengatan sinar matahari dan suhu pelabuhan tanjung perak yang mencapai 33 derajat.

 

Antri Sejak Subuh

Salah satu peserta vaksinasi Muhamad Royan menyampaikan, dirinya telah antri untuk divaksin sejak pukul 04:00 WIB. "Dari subuh mas kita sudah antri, tapi tetap dibelakang kita mas. Ada yang jam 3 pagi sudah mulai antri," kata Royan kepada Surabaya Pagi, Kamis (12/08/2021).

Menurut Royan, model vaksin drive thru yang bertujuan untuk mengurangi kerumunan nyatanya tidak efektif. Hal ini terjadi akibat tidak adanya pembagian jadwal vaksin bagi para calon vaksinasi.

"Jadwal penyuntikan vaksin jam 8 pagi. Tapi kita disuruh antri jam 4 subuh. Seharusnya dibuat seperti yang di Grand City, jam sekian nama orang ini. Jadi kita datang sesuai dengan waktu dikasih," katanya

"Kalau kayak gini kan, malah justru buat klaster baru mas. Lihat di situ kerumunannya banyak sekali," tambahnya sembari menunjuk ke arah kerumunan peserta vaksin.

Kendati terjadi kerumunan, petugas seolah menutup mata akan hal tersebut. Bahkan, para petugas justru sibuk dengan formulir vaksinasi peserta dibandingkan dengan menerapkan protokol kesehatan khususnya menjaga jarak dan mengantisipasi terjadi kerumunan.

Tak hanya itu, beberapa peserta vaksin juga mengalami kesulitan saat melakukan proses pendaftaran. Salah satunya yang dialami oleh Anton (18). Dirinya ingin mengurus KTP namun syarat pengurusan KTP harus divaksin. Sementara untuk divaksin harus menyertakan KTP. "Ini bingung mas mau ngurusnya gimana," katanya.

Sementara itu salah satu petugas vaksinasi Dodik E.S menjelaskan, bagi peserta yang tidak memiliki KTP namun telah berusia di atas 17 tahun dapat menyertakan kartu keluarga sebagai syarat vaksinasi. "Bisa pake KK kalau gak ada KTP," katanya.

Sebagai informasi, hari ini kurang lebih sekitar 2.000 dosis vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat. Peserta yang tidak disuntik hari ini, dapat mengikuti proses penyuntikan di hari berikutnya. "Ya kembali lagi besok (Jumat hari ini, red). Kalau bisa antri dari jam 4 biar dapat antrian paling depan," pungkasnya. rmc/alq/sem/cr2/rmc

Berita Terbaru

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

SurabayaPagi, Depok – PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 K…

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (…

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kota Surabaya menjadi persinggahan terakhir rangkaian cinema visit film Istimewa di Pulau Jawa. Bertempat di XXI Pakuwon Mall S…

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Universitas Kristen Petra (UK Petra) mencatat tonggak baru dalam peringatan Dies Natalis ke-65 dengan menggelar Petra Golf Tournament 2…

Wisnu Wardhana is Back Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jatim

Wisnu Wardhana is Back Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jatim

Minggu, 16 Agu 2026 10:14 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 10:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lama tak terdengar namanya di belantika perpolitikan Jawa Timur, Wisnu Wardhana alias WW tiba-tiba muncul di Kantor DPD Partai…

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Puluhan pedagang pasar di Kota Madiun menggelar doa bersama menjelang putusan gugatan pencabutan Surat Izin Penempatan (SIP) kios pa…