Ragukan Atlet Sehat Harus Divaksin Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Legenda tenis Pat Cash. SP/ WTA Tennis
Legenda tenis Pat Cash. SP/ WTA Tennis

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Legenda petenis Australia berusia 56 tahun, Pat Cash yang tercatat memenangkan lima Grand Slam, termasuk mahkota Wimbledon yang ikonik pada 1987 baru-baru ini mengutarakan keraguannya mengapa atlet sehat harus divaksin Covid-19.

Cash menjadi orang terbaru dari dunia tenis yang meragukan vaksin untuk memerangi Covid 19. Sebelumnya, petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic secara terbuka meremehkan aturan jarak sosial dan aturan karantina.

Sementara itu, Cash percaya bahwa atlet yang sehat harus menunda menerima vaksin karena 'kita tidak tahu apa efek jangka panjang yang mungkin mereka rasakan.

’’Saya hanya tidak ingin atlet muda yang sehat mengambil sesuatu yang dapat merusak mereka dalam jangka panjang tanpa alasan,’’kata Cash, Jumat (20/8/2021).

’’Kami hanya tidak tahu. Tidak bisakah kita menunggu satu atau dua tahun sampai semua info ada di luar sana? Dan buat keputusan kemudian. Itu adalah sikap saya. Mari kita tunggu dan lihat apa yang terjadi.”

“Semakin banyak (pemain tenis) divaksinasi karena mereka tidak dapat melakukan pekerjaan mereka kecuali mereka. Mereka tidak bisa merencanakan turnamen, mereka tidak bisa bepergian. Saya pikir itu sekitar 50 persen, bukan 100 persen, dan perlahan-lahan merayap di sana.”

Tak hanya itu, Pat Cash juga menyalahkan aturan mengenai kewajiban membawa paspor vaksin untuk beraktivitas termasuk mengikuti pertandingan tenis.

’’Saya tahu pemenang dan runner-up Grand Slam, saya tahu salah satu dari mereka telah divaksinasi, tetapi sisanya belum. Mereka melihat sebenarnya tidak perlu bagi mereka untuk melakukannya. Kami semua [disandera], berbicara tentang paspor vaksin, tidak bisa pergi ke restoran,’’ujarnya.

“Tidak bisa ini, tidak bisa itu. Bukankah kita semua tertekan dalam hal ini? Bisakah kita membuat keputusan sendiri?” Dsy14

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…