Surabaya di Level 2, Pengusaha Sumringah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana di cafe Brain Coffee yang sudah mulai didatangi pembeli lagi, Minggu (5/9/2021). SP/Gawang Tangguh
Suasana di cafe Brain Coffee yang sudah mulai didatangi pembeli lagi, Minggu (5/9/2021). SP/Gawang Tangguh

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan per tanggal 3 September 2021, wilayah aglomerasi Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) turun level penanganan pandemi Covid-19 dari level 3 menjadi level 2.

“Surabaya bagus sekali karena tingkat positivity rate-nya rendah, 2,77 persen. Sudah kurang dari 5 persen. Tracingnya juga bagus, WHO kan standarnya di atas 15 persen, Surabaya sudah 18,69 persen,” kata Dokter Joni, Minggu (5/9/2021).

Capaian tersebut melebihi target Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya, pada Sabtu (4/9), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan kondisi Covid-19 di Surabaya masuk level 2 minggu depan, yakni pada Senin (13/9).

Bila kondisi Covid-19 Surabaya sudah diturunkan hingga level 2, menurut Eri, perekonomian bisa digerakkan lebih masif.

”Sehingga level 2 mulai bisa menggerakkan ekonomi. Kami akan mengundang semua untuk memberi masukan dan apa yang baru dilakukan. Kesempurnaan ini orang hebat di Surabaya. Pemkot hanya memfasilitasi. Kami tunjukkan ini kekuatan Surabaya,” beber Eri.

Menggeliatnya perekonomian ke arah positif benar-benar diharapkan pelaku usaha di Surabaya. Pasalnya, selama pandemi Corona dan diperparah dengan PPKM, para pengusaha lokal mengalami kerugian besar.

Dzieky, pemilik usaha cafe bernama "Brain Coffee" merasa betapa sengsaranya nasib yang ia alami dalam menjalankan bisnis yang sudah ia rintis sejak tahun 2018. “Terutama soal terbatasnya jam operasional. Otomatis ini menurunkan profit kami,” kata Dizeky pada Surabaya Pagi, Minggu (5/9/2021).

Ia ingin pemerintah memberi support pada eksistensi pengusaha. Karena pengusaha tidak menggantungkan dari APBD atau APBN untuk bertahan dan berkembang. "Harapan untuk ke depannya para pengusaha saling menunjukan effort dan saling bahu membahu dikarenakan kita ini tidak dalam naungan kepemerintahan," ujar Dzieky lagi.

Hal senada diucapkan pengusaha kuliner UMKM di Banyurip Surabaya, Edo (40). Menurutnya, pengusaha kuliner selama ini sangat merasakan beratnya dipukul pandemi. Di mana, para customer mengalami penurunan karena takut tertular Covid 19 kalau makan dari makan dari luar.

Dengan adanya penurunan level ini, ia berharap ada kepercayan publik pada bisnis kuliner kembali normal. “Ayo, beli lagi, produk-produk dari kami. Dijamin deh higienis,”terang pria bertubuh tambun ini dengan wajah ceria.

Ia menambahkan, selama pandemi hingga PPKM, ia terus merugi. Dirinya bertahan hidup dari tabungan yang jumlahnya juga tak banyak. Dirinya juga mengakui masih memilki kewajiban hutang di bank yang harus ia bayar. Beruntung, ada kebijakan restruturisasi dari pemerintah. “Dari awal pandemi, ada kebijakan itu, langsung saya mengajukan. Alhamdulillah di-acc. Coba kalu tidak disetujui bank, entah gimana nasib kita,”terang pria berkulit putih ini.

Kemudian Edo menjelaskan harapannya. “Kita ini pedagang, pengusaha, Cuma berharap bagaimana situasi di negara ini mendukung kita untuk bisa berjualan normal sepert apa adanya. Semog pandemi segera usai, dan semua kembali seperti semula,”terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023.

Keputusan ini diambil untuk terus menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas perbankan serta kinerja debitur restrukturisasi Covid-19 yang sudah mulai mengalami perbaikan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dalam keterangan resminya, Kamis (2/9/2021).

Wimboh menerangkan bahwa relaksasi restrukturisasi kredit yang dikeluarkan sejak awal 2020 sangat membantu perbankan dan para debitur termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyelesaikan kewajiban pelunasan pinjaman.

Dengan demikian, untuk menjaga momentum tersebut dan memitigasi dampak dari masih tingginya penyebaran Covid-19 maka pihaknya memutuskan untuk memperpanjang masa berlaku relaksasi restrukturisasi hingga 2023. ge/rl

Berita Terbaru

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Hari Jadi Tulungagung ke-821 bertema ‘Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi’ tahun ini lebih semarak den…

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…