Janji Eri Cahyadi dan Fakta UMKM di Lapangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi UMKM di SWK Krembangan yang sepi pengunjung. SP/Semmy Mantolas
Kondisi UMKM di SWK Krembangan yang sepi pengunjung. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pasca turunnya level PPKM kota Pahlawan dari 3 ke level 2, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, akan segera menggenjot pertumbuhan ekonomi sesegera mungkin.

"Mulai hari ini kita harus kembali menggerakan roda perekonomian. Zona hijau menjadi sasaran kita selanjutnya," kata Eri Cahyadi dalam keterangan resminya, dinukil dari Surabaya Pagi, Rabu (15/09/2021).

Soal pengembangan perekonomian, sebetulnya telah menjadi program orang nomor 1 di Surabaya ini. Bahkan saat dirinya di lantai pada Februari lalu, ia berjanji akan menaikan level UMKM sehingga dapat go internasional.

Salah satu upayanya adalah dengan meneruskan revitalisasi pasar tradisional untuk kebangkitan ekonomi rakyat, mengembangkan dan memfasilitasi sentra-sentra PKL milik rakyat (SWK), hingga membangun pusat ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Nyatanya, janji Eri Cahyadi dengan kondisi UMKM di lapangan masih sangat jauh dari target. Bahkan UMKM yang berada di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Krembangan mengaku  belum tersentuh bantuan modal dari pemerintah.

"Gak ada sama sekali mas, pernah sekali datang untuk didata. Tapi setelah itu gak ada kabar lagi," kata Bu Nurma kepada Surabaya Pagi, Rabu (15/09/2021).

Tak adanya bantuan modal dari pemerintah, tentu sangat mempengaruhi pelaku UMKM kuliner di tengah pandemi covid-19. Belum lagi, penerapan PPKM yang berkepanjangan membuat pelaku usaha kuliner harus berjuang mati-matian demi bertahan hidup.

Dari omzet tentu saja menurun. Bu Nurma mengaku, rerata pendapatan dalam sehari sebelum penerapan PPKM, berada di angka Rp 500 ribu hingga Rp750 ribu. Namun pasca  PPKM, untuk mendapatkan omzet Rp100 ribu saja, ia harus berjualan dari pagi hingga malam. 

"Ini banyak yang tutup stannya. Ya karena sepi mas, kemarin lumayan bawa pulang 150 ribu," akunya.

Tak hanya itu, pedagang lainnya seperti Nyai Robiatun meminta agar, pemkot melalui dinas koperasi dan UMKM memberikan keringanan sewa tempat kepada para pedagang. Harga 1 stan di SWK Krembangan dibandrol dengan Rp500 ribu. Sementara, ada beberapa pedagang yang memiliki stan lebih dari 1 bahkan ada pula yang memiliki 3 stan.

"Tolonglah kita dibantu dengan keringanan uang sewa, kan lumayan biaya sewa bisa ditambah untuk modal usaha," pintah Robiatun

Secara administrasi, pemerintah tentu menyadari bila ingin UMKM khususnya SWK naik kelas internasional tentu ada tahapan persiapan yang dilakukan. Salah satunya adalah manajemen penjualan yang berbasis satu pintu. Atau istilah yang digunakan oleh dinas koperasi (dinkop) Surabaya adalah sistem kasir tunggal. 

Celakanya, dari pantau Surabaya Pagi di lapangan, model penjualan di SWK krembangan belum menerapkan sistem tersebut. Bahkan data dari dinkop menyebutkan, kurang lebih 50 persen SWK yang belum menerapkan sistem kasir tunggal. 

Perlu diketahui, jumlah SWK yang ada di Surabaya adalah sebanyak 44 SWK. Dan yang baru menerapkan sistem kasis tunggal sebanyak 24 SWK. Artinya masih sekitar 20 SWK yang masih jauh dari syarat awal untuk naik kelas internasional.

Sesuai namanya, sistem kasis tunggal bertujuan agar keluar masuknya transaksi keuangan di SWK dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan secara transparan. Bagi pembeli yang memesan salah satu menu di pedagang, akan mendapat nota rangkap (pembelian menu) untuk bertransaksi di kasir. 

Di kasir, pembeli akan mendapat nota baru lagi setelah memberikan nota pembelian. Nota baru ini sebagai bukti pembeli telah menyelesaikan transaksi. Sementara nota dari pedagang akan di stempel oleh petugas kasir.sem

Berita Terbaru

Paripurna DPRD, Bupati Pasuruan Sampaikan LKPJ 2025 dengan Serapan 99,47 Persen

Paripurna DPRD, Bupati Pasuruan Sampaikan LKPJ 2025 dengan Serapan 99,47 Persen

Senin, 06 Apr 2026 09:28 WIB

Senin, 06 Apr 2026 09:28 WIB

SURABAYAPAGI com, Pasuruan – Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo pada hari Senin, 30 Maret 2026 menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun A…

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…