Dugaan Mark Up Pengurus Koni Kota Blitar Rp 7,4 Miliar Dibongkar LSM KRPK dan FMR

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Massa saat melakukan orasi di depan kantor Kejari Kota Blitar. SP/Hadi Lestariono
Massa saat melakukan orasi di depan kantor Kejari Kota Blitar. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Dugaan Markup dana Hibah oleh pengurus Koni Kota Blitar dilaporkan oleh KRPK (Komite Rakyat Pemberantas Korupsi) dan FMR (Front Mahasiswa Revolusioner) yang diiringi puluhan massa aktivis melaporkan dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Blitar senilai Rp 7,4 miliar pada Selasa ( 21/9) siang.

Puluhan Aktivis KRPK dan FMR mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri di Jln Sudanco Supriyadi dengan kendaraan bermotor dengan pengawalan ketat dari anggota Polres Blitar Kota.

Sebelum menyampaikan berkas barang bukti temuan Markup dana hibah Koni Kota Blitar,Triyanto selaku ketua KRPK menyampaikan orasinya, terbongkarnya kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Blitar itu sejak tahun 2017-2019, hal ini bermula dari hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Blitar Tahun 2019, tentang Belanja Hibah kepada KONI Kota Blitar sebesar Rp 7,4 miliar.

 "Setelah kami menerima informasi tersebut kita melakukan investigasi, hingga menemukan beberapa data dan bukti kuat adanya dugaan korupsi di tubuh Koni Kota Blitar," ungkap Triyanto saat orasi.

Lebih lanjut aktivis KRPK yang merupakan jaringan ICW ini membeberkan adanya beberapa temuan kejanggalan tersebut, diantaranya cabang olahraga (cabor) Pencak Silat yang sudah dibekukan sejak 2017, tapi sampai 2019 kenyataanya masih ada kucuran dana anggaran untuk cabor yang sudah dibekukan itu.

 "Selain itu, juga ditemukan adanya mark up peralatan olahraga, juga anggaran mamin bagi atlet serta  beberapa pengadaan lainnya seperti sepatu untuk para atlet," jelas pria yang gemar Nasi Padang ini.

 

Lebih jauh Triyanto membeberkan mark up hibah itu disertai beberapa bukti, diantaranya pembelian sepatu olahraga, yang jumlahnya mencapai ratusan pasang, informasi yang ia terima, adanya SPJ pembelian sepatu seharga Rp 550.000/pasang, padahal dari pengecekannya di lapangan tidak sesuai. 

"Harga sepatu yang diduga kuat KW alias imitasi tersebut, seharga berkisar Rp 150.000," ungkap Triyanto sambil mengangkat sepatu yang dimaksud.

Selain itu pria beranak 3 ini juga mengungkapkan mark up mengenai uang makanan dan minuman (mamin)  karena ada salah satu rumah makan yang setelah dicek selama setahun tidak pernah menerima pesanan tapi ada bukti SPK nya. 

"Oleh karena itu, kami bersama puluhan kawan-kawan dari KRPK dan FMR datang ke Kejaksaan siang ini untuk menyerahkan data dan bukti berupa dokumen serta sepatu yang harganya di mark up," tandas Triyanto pada wartawan setelah serahkan berkas ke Kepala Kejaksaan.

Selain Triyanto, dari FMR, Fachrul Iga Taufik (32), juga menyampaikan orasinya agar tuntutan aspirasinya untuk mengusut tuntas kasus korupsi KONI Kota Blitar ini. 

Selain modus mark up, Iga juga menyampaikan ditemukan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan untuk honor-honor kegiatan olahraga. Dimana tanda tangan yang asli di lembar pertama, kemudian dipalsukan di lembar kedua dan ketiga. "Sehingga honor yang diberikan atau diterima, tidak sesuai dengan nilai dalam SPJ," beber Iga.

Ketika ditanya apa contoh honor yang dipalsukan, Iga menyebutkan honor untuk wasit pada setiap pertandingan, dalam SPJ nya tertulis lebih dari Rp 1 juta, tapi yang diberikan tidak sampai Rp 1 juta.

 "SPJ nya senilai Rp 1- 1,2 juta, tapi yang diterima hanya Rp 750.000," papar Iga lagi.

Setelah berorasi, perwakilan KRPK dan FMR menemui Kajari Blitar untuk serahkan data dan bukti dugaan korupsi KONI Kota Blitar, berupa dokumen SPJ dan sepatu olah raga. Mereka ditemui langsung oleh Kajari Blitar, Erry Pudyanto Marwantono SH MH di dampingi seluruh  jajarannya di ruang Media Center.

 

Usai menyerahkan data dan bukti pada  Kejari Blitar, Triyanto menyampaikan apresiasi terhadap Kajari Blitar yang baru agar memenuhi komitmennya mengusut tuntas kasus dugaan korupsi KONI Kota Blitar ini. 

"Karena kami yakin kasus ini sama dengan kasus di Kemenpora dan KONI Kabupaten Blitar, yang sudah diusut dan menjebloskan pejabatnya ke penjara," tegas Triyanto.

Ditambahkan Triyanto semoga dengan adanya data dan bukti ini, secepatnya bisa ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

 "Karena info dari kejaksaan, juga sudah menyelidiki mengenai dugaan Markup Dana hibah ini, termasuk harga sepatu yang juga di mark up, dan informasinya sudah ada yang diminta keterangan." imbuh Triyanto.

Sedang dari pihak Kejari Blitar melalui Kasi Intel, Anwar Zakaria SH mengatakan apresiasi dan terima kasih. "Pada KRPK dan Mas Iga (FMR), kami mohon doa agar bisa melaksanakan apa yang sudah menjadi tugas kami dan dukungannya, untuk mengusut atas laporanya."  tutur Anwar singkat. Les

Berita Terbaru

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pemuda 26 th Ketahuan Mencuri

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pemuda 26 th Ketahuan Mencuri

Jumat, 31 Jul 2026 15:13 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota bekuk pemuda 26 th ketahuan mencuri, Setelah menerima laporan dari Dma 26 warga Desa Selodung Kec. S…

Home Care Jember Jadi Layanan Jemput Bola sampai Pelosok Desa, Pertama di Indonesia

Home Care Jember Jadi Layanan Jemput Bola sampai Pelosok Desa, Pertama di Indonesia

Jumat, 31 Jul 2026 15:01 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghadirkan inovasi layanan kesehatan melalui Program Home Care yang mengusung konsep jemput …

Gencarkan Homecare di Rowotamtu Rambipuji, Gus Fawait Pimpin Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Gencarkan Homecare di Rowotamtu Rambipuji, Gus Fawait Pimpin Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Jumat, 31 Jul 2026 14:10 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus memaksimalkan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Paling a…

Bangun Ekosistem Futsal Usia Muda Lewat Wondr Futsal Series 2026

Bangun Ekosistem Futsal Usia Muda Lewat Wondr Futsal Series 2026

Jumat, 31 Jul 2026 13:43 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 13:43 WIB

Surabaya Pagi – Membangun talenta muda ekosistem olahraga Futsal Games of Society menggelar Wondr Futsal Series 2026. Even tersebut resmi dirgulir di Surabaya, …

Lewat JConnect, Bank Jatim Boyong Dua Penghargaan Sekaligus

Lewat JConnect, Bank Jatim Boyong Dua Penghargaan Sekaligus

Jumat, 31 Jul 2026 13:39 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 13:39 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif kembali…

Kebakaran Melanda wilayah Kabupaten Blitar, Kurun Waktu Bulan Juli 2026 Capai Puluhan Kali.

Kebakaran Melanda wilayah Kabupaten Blitar, Kurun Waktu Bulan Juli 2026 Capai Puluhan Kali.

Jumat, 31 Jul 2026 13:36 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Seiring musim kemarau yang panjang termasuk wilayah Blitar Raya (Kabupaten/Kota) terjadi kebakaran pemukiman dan beberapa rumah b…