6 Ribu Siswa di Madiun Terima Bantuan Kain Seragam dan Ongkos Jahit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali kota Madiun Maidi memberikan bantuan kain seragam dan uang ongkos jahit.
Wali kota Madiun Maidi memberikan bantuan kain seragam dan uang ongkos jahit.

i

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Wali kota Madiun Maidi memberikan bantuan kain seragam dan uang ongkos jahit sebesar Rp 300 ribu. Bantuan tersebut diberikan kepada 6 ribu siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP di kota Madiun.

Bantuan tersebut diberikan dengan tujuan dapat memberdayakan para penjahit di Kota madiun yang terpuruk selama pandemi covid-19.

“Seragam tersebut wajib dijahitkan kepada penjahit di Kota Madiun,” kata Maidi, Kamis (7/10).

Maidi menyebut, di Madiun sendiri ada sekitar 26 sampai 30 rumah penjahit.

Dengan jumlah tersebut, setiap rumah jahit bisa mendapatkan pesanan dari 200 siswa yang setiap siswanya menjahitkan 2 seragam.

"Saya sudah pesan kepada semua guru, kalau agak lama jahitnya lalu anak-anak ada yang belum pakai seragam tidak apa-apa, karena memang jahitnya antre," lanjutnya.

Dengan sistem tersebut, menurut Maidi, akan muncul multiplier effect dalam mendorong roda ekonomi di Kota Pendekar (sebutan Madiun).

Karena tidak hanya para penjahit saja yang ketiban rezeki, tapi juga barang dagangan di toko benang dan toko aksesoris seragam lainnya akan laku.

Tujuan lain pembagian seragam tersebut adalah agar semua seragam siswa sama, baik siswa tersebut berlatar belakang dari keluarga ekonomi menengah ke atas, maupun dari keluarga kurang mampu.

"Jadi anak itu tidak minder. Dengan seragam yang semuanya sama, maka akan lebih kompetitif dalam mencari ilmu," jelas mantan Sekda Kota Madiun ini.

Selain itu, dengan pemberian seragam tersebut, Maidi berharap bisa meringankan beban orang tua.

 

 

Berita Terbaru

MLSC Surabaya Seri 2 Capai Puncak, SDN Pacarkeling dan Manukan Kulon Rebut Gelar Juara

MLSC Surabaya Seri 2 Capai Puncak, SDN Pacarkeling dan Manukan Kulon Rebut Gelar Juara

Minggu, 17 Mei 2026 19:53 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 19:53 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 musim 2025–2026 resmi mencapai puncaknya pada Minggu (17/5/2026). Tur…

Arif Fathoni: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya

Arif Fathoni: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya

Minggu, 17 Mei 2026 19:01 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 19:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Antusiasme masyarakat Surabaya dalam melihat acara Surabaya Extravagansa yang digelar Pemkot Surabaya di Jalan Tunjungan sabtu…

Dibuka Walikota Mojokerto, POPKOT Perdana Spektakuler Diikuti 1.925 Pelajar

Dibuka Walikota Mojokerto, POPKOT Perdana Spektakuler Diikuti 1.925 Pelajar

Minggu, 17 Mei 2026 18:23 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 18:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Kota Mojokerto (POPKOT) Perdana Tahun 2026 berlangsung meriah di Stadion Gelora A. Yani, Minggu (…

83 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan, Operasional Berjalan Lancar

83 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan, Operasional Berjalan Lancar

Minggu, 17 Mei 2026 17:44 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-27 berjalan tertib, aman, dan l…

Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Serukan Perdamaian Dunia dari Surabaya

Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Serukan Perdamaian Dunia dari Surabaya

Minggu, 17 Mei 2026 17:40 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU …

Rupiah Rp17.602 per Dolar, Warning Bahaya untuk Negeri

Rupiah Rp17.602 per Dolar, Warning Bahaya untuk Negeri

Minggu, 17 Mei 2026 17:36 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Sulistyono, mengingatkan melemahnya rupiah hingga Rp17.602 per dolar AS menjadi warning serius bagi e…